B.0910.3.23
iiTK-4091 PENELITIAN TEKNOLOGI KIMIA 2
Reaksi Hidrogenasi Parsial untuk Meningkatkan Stabilitas Oksidasi Biodiesel
Kelompok B.0910.3.23Agung Satriyadi Wibowo (13007001) dan Laras Wuri Dianningrum (13007075)
Pembimbing
Dr. Tirto PrakosoImam Paryanto, M. Sc.
ABSTRAK
Biodiesel adalah solusi alternatif bagi masalah kelangkaan bahan bakar fosil yangmelanda dunia belakangan ini, termasuk Indonesia. Namun, stabilitas oksidasi biodieselmasih rendah sehingga diperlukan hidrogenasi parsial untuk mengatasinya. Penelitianini bertujuan mengetahui pengaruh hidrogenasi parsial terhadap angka iodium dankomposisi biodiesel. Selain itu, diamati kondisi operasi yang paling optimalberdasarkan stadard EN 14214.Penelitian dilakukan menggunakan dua jenis biodiesel, yaitu biodiesel yang berasal dariolein sawit dan minyak jarak. Hidrogenasi parsial dilakukan selama dua jam untuk masing-masing run pada pasangan temperatur-tekanan-kecepatan pengadukan yangbervariasi, yaitu: 80
o
C-1 atm-500 rpm, 80
o
C-3 atm-500 rpm, 120
o
C-3 atm-500 rpm, dan120
o
C-3 atm-1000 rpm. Katalis yang digunakan adalah Pd/C dan sampel diambil setiapsetengah jam.
Purging
dilakukan dengan gas H
2
sebelum reaksi dan diulangi setiapsetelah pengambilan sampel untuk menghilangkan udara selain H
2
dari dalam reaktor.Hasil analisis menunjukkan bahwa hidrogenasi parsial dapat meningkatkan stabilitasoksidasi biodiesel jarak dan sawit yang ditunjukkan dengan penurunan angka iodiumdan komposisi asam lemak tidak jenuh. Kondisi operasi yang menunjukkan penurunanpaling tinggi adalah pada temperatur 120
o
C, tekanan 3 atm, dan kecepatan pengaduk 1000 rpm. Angka iodium biodiesel sawit turun dari 68,28 menjadi 32,30, sedangkanbiodiesel jarak turun dari 97,88 menjadi 79,12. Komposisi asam lemak tidak jenuh turunhingga 75,49% pada sawit, sedangkan pada jarak turun hingga 36,28%. Kondisi operasihidrogenasi yang paling optimal berdasarkan EN 14214 dan SNI untuk jarak adalahpada suhu 80
o
C, tekanan 1 atm, dan kecepatan pengadukan 500 rpm. Sedangkanbiodiesel sawit tidak memerlukan hidrogenasi parsial karena telah sesuai denganstandard yang berlaku.Kata kunci: stabilitas oksidasi, hidrogenasi parsial, biodiesel