Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
118Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cara Kerja Kalorimeter Bom

Cara Kerja Kalorimeter Bom

Ratings: (0)|Views: 4,154 |Likes:
Published by epri_putra

More info:

Published by: epri_putra on Jan 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

 
CARA KERJA KALORIMETER BOMKalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilaikalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O
2
berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yangtercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh apilistrik dari kawat logam terpasang dalam tabung. Kalorimeter bom terdiri dari tabung bajatebal dengan tutup kedap udara.Sejumlah tertentu zat yang akan diuji ditempatkan dalam cawan platina dan sebuah"kumparan besi´ yang diketahui beratnya (yang juga akan dibakar) ditempatkan pula padacawan platina sedemikian sehingga menempel pada zat yang akan diuji. Kalorimeter bomkemudian ditutup dan tutupnya lalu dikencangkan. Setelah itu "bom" diisi dengan O2 hinggatekanannya mencapai 25 atm. Kemudian "bom" dimasukkan ke dalam kalorimeter yang diisiair. Setelah semuanya tersusun, sejumlah tertentu aliran listrik dialirkan ke kawat besi dansetelah terjadi pambakaran, kenaikan suhu diukur. Kapasitas panas (atau harga air) ³bom´,kalorimeter, pengaduk, dan termometer ditentukan dengan percobaan terpisah denganmenggunakan zat yang diketahui panas pembakarannyadengan tepat (Biasanya asam benzoat)Cara Kerja1. Susun alat kalorimeter.
 
2. Isi gelas kimia dengan 50ml NaOH3. Isi gelas kimia dengan 50ml HCL 0,1M. Ukur dan cata suhu setiap larutan.4. Tuangkan 100ml NaOH 1M ke dalam calorimeter, disusul 100ml HCL M. Tutup kalorimeter dengan karet penyumbat lalu aduk campuran larutan. Catat suhu campuran larutan.Puslitbang tekMIRA memiliki beberapa laboratorium yang digunakan untuk menganalisissifat-sifat fisika maupun kimia dari batubara. Sifat-sifat fisika maupun kimia yang dapatdianalisis antara lain:1.
 
 Nilai kalor batubara (coal calorific value)Salah satu parameter penentu kualitas batubara ialah nilai kalornya, yaitu seberapa banyak energi yang dihasilkan per satuan massanya. Nilai kalor batubara diukur menggunakan alat yang disebut bom kalorimeter.Gambar 1. Bomb calorimeter digunakan untuk menentukan nilai kalor dalam batubara.Kalorimater bom terdiri dari 2 unit yang digabungkan menjadi satu alat. Unit pertamaialah unit pembakaran di mana batubara dimasukkan ke dalam bejana dan dibakar dengan pasokan udara/oksigen pembakar. Unit kedua ialah unit pendingin(kondensor) yang pada gambar di atas terletak pada bagian kanan.2.
 
Titik leleh abu (ash melting point)Gambar 2. Beberapa sampel abu (ash) batubara dari berbagai sumber yang berbeda.
 
Abu (ash) merupakan produk samping proses pembakaran batubara. Apabila proses pembakaran terjadi pada temperatur di atas titik leleh abu, abu yang terbentuk akanmeleleh dan menimbulkan penyumbatan di dalam reaktor (slagging). Hal tersebutmenyebabkan nilai titik leleh abu penting sangat penting untuk diketahui secara pasti.Titik leleh abu merupakan suhu yang menunjukkan perubahan karakteristik abu batubara apabila dipanaskan pada kondisi standar. Prosedur analisa dimulai denganmembentuk abu batubara menjadi seperti kerucut dengan bantuan cetakan. Abu yangtelah berbentuk kerucut tersebut kemudian dipanaskan di dalam furnace. Gambar 2menunjukkan beberapa sampel batubara dari berbagai sumber. Abu batubara yangmasih berbentuk seperti bedak ini kemudian dicetak dengan cetakan kerucut seperti pada Gambar 3 kiri.Gambar 3. Alat yang digunakan untuk mencetak abu (ash) sehingga membentuk kerucut (kiri). Sebuah ilustrasi yang menggambarkan bentuk abu selama proses pelelehan (kanan).Furnace dilengkapi dengan kamera yang terhubung dengan komputer untuk memantau karakteristik sampel di dalam furnace sehingga dapat ditentukan pada suhu berapa sampel mulai mengalami deformasi, membentuk sperikal, hemisperikal, danakhirnya mulai meleleh. Proses perubahan bentuk dapat dilihat pada Gambar 3 kanan.Anda tahu berapa temperatur furnace yang digunakan untuk analisis titik leleh abuini? 1170°C.

Activity (118)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
muhalir09 liked this
Nastiti liked this
Indah Fatriana liked this
penyabu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->