Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bayi tabung menurut pandangan islam dan sains

bayi tabung menurut pandangan islam dan sains

Ratings: (0)|Views: 2,071|Likes:
Published by rioandriwiranata

More info:

Published by: rioandriwiranata on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/12/2013

pdf

text

original

 
MAKALAHBayi Tabung Menurut Persepsi Islam Dan SainsUntuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Islam kesehatanDISUSUN OLEH :1.Edi Kasturi2.Galuh3.Rio Andri W4.Angga5.Yogik6.Siti Komaryah7.YudiUniversitas Muhammadiyah PonorogoD3 Keperawatan2011KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah agamaislam ini dengan judul “ Bayi Tabung Menurut Persepsi Islam Dan Sains“. Makalah inidi susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah agama islam Program Studi D3 Keperawatan.Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun gunasempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.Penulis,DAFTAR ISIKata Pengantar …i.Daftar isiiiBAB 1 PENDAHULUAN11.1Latar Belakang.11.2Tujuan..21.3Rumusan Masalah.2BAB 2 ISI.32.1 Sejarah Bayi Tabung………………………….32.2 Pengertian Bayi Tabung……………………...62.3 Faktor-Faktor yang mempengaruhi mengapa bayi tabung diadakan.6
 
2.4 Hukum Bayi Tabung.82.5 Manfaat Dan Akibat Dari Bayi Tabung.102.6 Macam Proses Bayi Tabung...112.7 Bayi Tabung Menurut Sains………...14BAB 3 PENUTUP163.1 Kesimpulan163.2 Saran17 BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGSekarang ini sudah muncul berbagai kecanggihan yang dapat di gunakanuntuk mengatasi kendala-kendala kehidupan..Salah satunya adalah kesulitan mempunyai anak dengan berbagai faktor.Tetapi terkadang kecanggihan teknologi mempengaruhi etika-etika terhadap islam. Kemungkinan kehamilan dipengaruhi oleh usia anda dan kadar FSH basal. Secara umum, makin muda usia makin baik hasilnya. Kemungkinan terjadinya kehamilan juga tergantung pada jumlah embrio yang dipindahkan. Walaupun makin banyak jumlah embrio yang dipindahkan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan, tapi kemungkinan terjadinya kehamilan multipel dengan masalah yang berhubungan dengan kelahiran prematur juga lebih besar. Pengertian mandul bagi wanita ialah tidak mampu hamil karena indung telur mengalami kerusakansehingga tidak mampu memproduksi sel telur. Sementara, arti mandul bagi pria ialah tidak mampu menghasilkan kehamilan karena buah pelir tidak dapat memproduksisel spermatozoa sama sekali.Baik pria maupun wanita yang mandul tetap mempunyai fungsi seksual yang normal.Tetapi sebagian orang yang mengetahui dirinya mandul kemudian mengalami gangguanfungsi seksual sebagai akibat hambatan psikis karena menyadari kekurangan yangdialaminya.Tetapi istilah mandul seringkali digunakan untuk menyebut pasangan suami istri yang belum mempunyai anak walaupun telah lama menikah. Padahal pasangan suami istri yang belum mempunyai anak setelah lama menikah tidak selalu mengalami kemandulan. Yang lebih banyak terjadi adalah pasangan yang infertil atau pasangan yangtidak subur.Tulisan tentang bayi tabung ini dimaksudkan agr masyarakat terutamadari kalangan agama memberikan tanggapan dan masukan tentang proyek/tim pengembangan Bayi tabung Indonesia yang mulai terbuka untuk peminat bayi tabung.Sebagaiakibat dari kemajuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi kedokteran dan biologi yang canggih,maka teknologi bayi tabung juga maju dengan pesat,sehingga kalauteknologi bayi tabung ini ditanagani oleh orang-orang yang kurang beriman dan bertaqwa,dikhawatirkan dapat merusak peradaban umat manusia,bias merusak nilai-nilai agama,moral,dan budaya bangsa. 1.2TUJUANUntuk memenuhi tugas Pendidikan Agama IslamMempelajari hal-hal yang ada dalam medis yang dilarang oleh islam dan mengetahuan tentang hukum-hukum nya.Mendapatkan informasi tentang perkembangan teknologi dan kesesuaian dengan agama1.1RUMUSAN MASALAHApakah ada perbedaan pandangan tentang bayi tabung dari segi medis dan dari segiagama?Apakah hukum bayi tabung menurut pandangan agama islam?Bagaimanakah proses dari bayi Tabung
 
BAB IIISI2.1 Sejarah Bayi TabungBayi tabung pertama Louis Brown dari Inggris lahir 30 tahun lalu. Pembuahan buatan sudah merupakan prosedur standar kedokteran, untuk menolong pasangan yang sulit punya anak secara alami. Jumlah pasangan suami-istri yang melaksanakan program bayi tabung dari tahun ke tahun juga meningkat. Sebuah pemecahan praktis yang juga harus disadari mengandung risiko. Prosedurnya saja sudah amat menegangkan, melelahkan dan bahkan sering memicu rasa frustrasi. Belum lagi mengintai bahaya kecacatan pada bayi dan dampak lainnya. Seberapa besar risiko program bayi tabung itu, kini menjadi tema penelitian sejumlah dokter dan ilmuwan Jerman.Metode umum yang digunakan sejak 30 tahun lalu, adalah pembuahan dalam tabung reaksi atau istilahnya pembuahan in-vitro. Secara sederhana caranya adalah denganmembuahi sel telur dengan sel sperma di luar rahim ibu. Setelah terjadi pembuahan, barulah sel telur itu kembali dicangkokan ke dalam rahim ibu.Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Louise Brown,bayi tabung pertama, ketika berumur 1 tahunPembuahan in-vitro benar-benar program bayi tabung, karena sel telur dan spermadipertemukan dalam tabung reaksi. Selain itu juga dikembangkan metode terbaru, berupa pembuahan buatan di dalam rahim menggunakan bantuan semacam pipet untuk menyuntikan sperma. Metodenya disebut intra-cytoplasma dengan menyuntikan sperma.Di Jerman anak pertama yang dibuahi dengan metode intra-cytoplasma ini dilahirkan tahun 1994 lalu, dari pasangan yang suaminya tidak mampu membuahi sel telur istrinya secara alami.Belum diketahui apakah ketidakmampuan ayahnya untuk melakukan pembuahan secara alami, juga akan diturunkan kepada anaknya. Namun diketahui, pembuahan intra-cytoplasma lebih berisiko dibanding pembuahan dalam tabung atau in-vitro. Risikonyaadalah bayi dengan cacat bawaan. Seperti yang dijelaskan Prof. Hilke Bertelsmann, pakar ilmu kesehatan dan sekaligus juga pakar biologi Jerman.“Cacat bawaan adalah cacat yang kelihatan maupun yang tidak, seperti kelainan padajantung, ginjal dan organ tubuh lainnya. Kekhawatiran lainnya adalah, sel sperma dan sel telur mengalami kerusakan akibat panas atau manipulasi. Karena itu ditakutkan semakin banyak kasus cacat bawaan dari metode pembuahan menggunakan pipet yang disuntikan ke sel telur, ketimbang pembuahan dalam tabung reaksi.“Berlandaskan dugaan semacam itu, Prof. Bertelsmann mengimbau komisi kedokteran federal di Jerman, yang merupakan lembaga tertinggi administrasi kedokteran dengan anggota para dokter, rumah sakit dan asuransi kesehatan, untuk melakukan penelitian terpadu serta penelitian data secara sistematis. Tujuannya untuk menelitirisiko munculnya cacat bawaan pada berbagai metode pembuahan buatan.Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Seorang doktersedang melakukan proses pembuahan buatan.Sejauh ini memang belum diketahui secara pasti apa Penyebab meningkatnya kasus cacat bawaan pada bayi tabung itu. Dalam 10 kasus yang diamati, menyangkut perbedaan metode in-vitro dan intra-cytoplasma, sejauh ini tidak ditemukan hasil yang signifikan. Artinya, kemungkinan besarmetode intra-cytoplasma juga tidak meningkatkan risiko munculnya cacat bawaan.Prof.Hilke Bertelsmann lebih lanjut mengatakan, “Walaupun begitu kami harus mengatakan, kami tidak tahu, apakah hal itu disebabkan metode kedokteran dari pembuahan buatan, atau dari meningkatnya risiko pada orang tua. Karena pada dasarnya akibat risiko itulah mengapa mereka tidak bisa mendapatkan anak dengan cara alami.“Yang sudah pasti, kasus cacat bawaan lebih banyak terjadi pada anak-anak yang dilahirkan dengan cara pembuahan buatan, baik itu dengan metode in-vitro maupun intra-cytoplasma, ketimbang pada anak-anak yang dilahirkan dari pembuahan secara alami.Selain itu, kuota keberhasilan pembuahan buatan juga relatif rendah. Hanya 40 persen pembuahan buatan yang sukses menimbulkan kehamilan. Sementara jumlah sukseskehamilan hingga melahirkan anak jauh lebih rendah lagi, yakni hanya 15 persendari seluruh kehamilan melalui metode pembuahan buatan. Karena itulah, cukup banyak pasangan suami istri yang memutuskan, melakukan pembuahan buatan beberapa se

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Supardi Saminja added this note|
hidup adalah perjuangan
Nelly Yanti liked this
masykura liked this
Hafizah Anawi liked this
hanifahrafa liked this
Dian Hardianti liked this
Kurniadin Yayan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->