Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Pelanggaran HAM

Artikel Pelanggaran HAM

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,902 |Likes:

More info:

Published by: Ilham Ibn Ishak AlBantany on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
Tema : HAK ASASI MANUSIANama : IlhamE-mail (Penulis) : ilham_sy@rocketmail.comMahasiswa : Pendidikan Kimia A Pada Fakultas TArbiyah dan Keguruan UIN SGDBandungTopik : Pelanggaran HAMPELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA PADA KASUS MESUJI
 
Manusia, pada hakikatnya, secara kodrati dinugerahi hak-hak pokok yang sama olehTuhan Yang Maha Esa. Hak-hak pokok ini disebut hak asasi manusia (HAM). Hak asasimanusia adalah sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang melekat pada diri manusia, bersifat kodrati, universal dan abadi, berkaitan dengan harkat dan martabat manusia. Padagilirannya, hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagaianugerah Tuhan Yang Maha Esa, di mana hak-hak asasi ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang lain.Umumnya, kita, masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam (sebagaiakibat dari pola pendidikan ala Barat yang dikembangkan semenjak jaman penjajahanBelanda dan diteruskan di era republik pasca proklamasi kemerdekaan hingga kini) mengenalkonsepsi HAM yang berasal dari Barat. Kita mengenal konsepsi HAM itu bermula darisebuah naskah Magna Charta, tahun 1215, di Inggeris, dan yang kini berlaku secara universalmengacu pada Deklarasi Universal HAM (DUHAM), yang diproklamasikan PBB, 10Desember 1948.Padahal, kalau kita mau bicara jujur serta mengaca pada sejarah, sesungguhnyasemenjak Nabi Muhammad S.A.W. memperoleh kenabiannya (abad ke-7 Masehi, atau sekiralima ratus tahun/lima abad sebelum Magna Charta lahir), sudah dikenalkan HAM sertadilaksanakan dan ditegakkannya HAM dalam Islam. Atas dasar ini, tidaklah berlebihankiranya bila sesungguhnya konsepsi HAM dalam Islam telah lebih dahulu lahir tinimbangkonsepsi HAM versi Barat. Bahkan secara formulatif, konsepsi HAM dalam Islam relatif lebih lengkap daripada konsepsi HAM universal.Hak-hak dasar yang terdapat dalam HAM menurut Islam ialah : (1) Hak Hidup; (2)Hak-hak Milik; (3) Hak Perlindungan Kehormatan; (4) Hak Keamanan dan KesucianKehidupan Pribadi; (5) Hak Keamanan Kemerdekaan Pribadi; (6) Hak Perlindungan dariHukuman Penjara yang Sewenang-wenang; (7) Hak untuk Memprotes Kelaliman (Tirani); (8)Hak Kebebasan Ekspresi; (9) Hak Kebebasan Hati Nurani dan Keyakinan; (10) Hak 
 
Kebebasan Berserikat; (11) Hak Kebebasan Berpindah; (12) Hak Persamaan Hak dalamHukum; (13) Hak Mendapatkan Keadilan; (14) Hak Mendapatkan Kebutuhan Dasar HidupManusia; dan (15) Hak Mendapatkan Pendidikan.
1
 
Pelanggaran Hak Asasi Manusia
adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yangsecara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak AsasiManusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999tentang HAM).Salah satu contoh pelanggaran HAM berat yang sekarang ini banyak di bicarakan olehkhalayak umum yaitu dugaan adanya pembantaian di Mesuji Sumatera Selatan. Dari tahunketahun Mesuji selalu bersimbah darah meski dalam pembukaan UUD 1945 telahdiamanatkan bahwa pemerintah negara Indonesia wajib melindungi segenap bangsaIndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam kenyataannya pemerintah belummampu melindungi tumpah darah Indonesia. Hal ini bisa kita lihat sekurangnya dalam kasusyang menimpa warga Desa Sodong Kec. Mesuji Propinsi Sumatera Selatan, Desa Sritanjung,Kagungan Dalam dan Nipah Kuning Kabupaten Mesuji dan Desa Talang Batu Kab. MesujiPropinsi Lampung. Warga di ketiga lokasi ini telah menjadi korban perampasan Hak AtasTanah dan ketidakadilan perlakuan oleh korporasi dan aparat penegak hukum. Bahkantindakan tak beradab dan keji menimpa warga desa.Kasus yang mencuat saat ini di Mesuji terdapat tiga kasus, walau sesungguhnya masihada kasus yang tinggal menunggu bom waktu. Ketiga kasus tersebut, pertama adalah kasus pengelolaan lahan milik adat di areal kawasan Hutan Tanaman Industri Register 45 WayBuaya tepatnya di Talang Pelita Jaya Desa Gunung Batu telah mencuat pada februari 2006dan puncaknya berujung kematian Made Asta pada 6 Nopember 2010. Kedua, kasus sengketatanah lahan sawit seluas 1533 ha antara warga Desa Sei Sodong dengan PT. Sumber WangiAlam yang berakhir dengan tragedi pembantaian terhadap dua orang petani tak bersenjataditengah kebun sawit pada 21 April 2011. Dan ketiga kasus tanah lahan sawit seluas 17 ribuha antara warga Desa Sritanjung, Kagungan Dalam dan Nipah kuning dengan PT. BaratSelatan Makmur Investindo yang puncaknya berujung kematian Zaini pada 10 Nopember 2011.
1
 
 Arief Achmad Mangkoesapoetra
 
 
Tindakan biadab dan keji ini tidak pernah oleh negara disebut sebagai pelanggaranHAM Berat. Malah ditengah situasi duka, aparat masih menjalankan upaya kriminalisasikepada warga yang menjadi korban walau masyarakat sejak awal telah mengadu kepadaPolisi dan pemerintah setempat. Demikian pula terhadap Komnas HAM, warga DesaSritanjung melapor kepada Komnas HAM sejak Baharudin Lopa masih menjabat hinggamenjelang satu hari sebelum terjadi penembakan oleh Brimob. Kasus di Desa Sodong telah pula di koordinasikan sejak Mei 2011 kepada Komnas HAM.Dari ketiga kasus ini kami melihat bahwa pemicu konflik terkait perkebunan sawitadalah karena pihak perkebunan sawit telah merampas dan menguasai tanah warga dalamwaktu yang lama mulai 10 ± 17 tahun. Dan warga tidak satu rupiah-pun mendapatkanmanfaat dari hasil kebun sawit itu.Tindakan sewenang-wenang perusahaan ini selalu berlindung atas UU perkebunan Nomor 18 tahun 2004. Dimana UU ini telah memberikan legalitas yang sangat kuat kepada perusahaan-perusahaan perkebunan untuk mengambil tanah-tanah yang dikuasai rakyat.Pasal-pasal dalam UU ini dengan jelas memberikan ruang yang besar kepada perusahaan perkebunan baik swasta maupun pemerintah untuk terus melakukan tindakan kekerasan dankriminalisasi terhadap petani
2
.Sedangkan pemicu konflik diareal HTI Reg 45 Way Buaya adalah karena pemerintahtelah memperluas luas kawasan hutan dimana sebagian lahan merupakan tanah adat/ulayat.Tuntutan warga Desa Gunung Batu atas lahan seluas 7 ribu ha, hanya dikabulkan 2300 hauntuk kemudian di enclave dari kawasan HTI. Dan ketika warga adat memberikan lahanuntuk dikelola kepada warga lokal pihak perusahaan dan aparat telah menstigma pengelolasebagai perambah hutan.Menjadi pertanyaan besar karena keterlibatan aparat polisi dalam semua kasus justeru bukan untuk meredam konflik melainkan melindungi perusahaan. Jangan heran jikaorganisasi masyarakat sipil mengkatagorikannya sebagai Centeng Perusahaan. Mengapademikian karena polisi bukan menjadi pangayom atau sekurangnya hadir disaat ketenganganterjadi, akan tetapi polisi memang telah bermarkas di areal kebun sawit seperti di dapati diPT. BMSI. Kondisi inilah yang telah memperumit situasi. Dan polisi pun dengan mudahmemuntahkan peluru kearah masyarakat tanpa mengikuti SOP.
2
 
 Ruslan Burhani.
http://gurupkn.wordpress.com/
2008
/
02
/
22
/pengertian-pengertian-hak-asasi-manusia/
(
diakses
 
tanggal
20 D
esember
2011
pukul
19
:
00)

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mey Ca Kirei liked this
Ardelia Ufairah liked this
Linda Wati liked this
Mugi Azmiidang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->