Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Syok Hipovolemik

Syok Hipovolemik

Ratings: (0)|Views: 989|Likes:
Published by Gembroth's Caqyl

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Gembroth's Caqyl on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/25/2013

pdf

text

original

 
 Syok Hipovolemik  Kukuh Pambudi  Poltekkes Kemenkes Semarang 2011 
Syok Hipovolemik Pengertian
Syok hipovolemik merupakan kondisi medis atau bedah dimana terjadi kehilangan cairandengan cepat yang berakhir pada kegagalan beberapa organ, disebabkan oleh volumesirkulasi yang tidak adekuat dan berakibat pada perfusi yang tidak adekuat. Paling sering,syok hipovolemik merupakan akibat kehilangan darah yang cepat (syok hemoragik).Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma, baik olehkarena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. Perdarahan yangterlihat, perdarahan dari luka, atau hematemesis dari tukak lambung. Perdarahan yang tidak terlihat, misalnya perdarahan dari saluran cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa,kehamilan di luar uterus, patah tulang pelvis, dan patah tulang besar atau majemuk.
Tanda dan Gejala Syok 
 
 Sistem Kardiovaskuler 
 - Gangguan sirkulasi perifer - pucat, ekstremitas dingin. Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah.- Nadi cepat dan halus.- Tekanan darah rendah. Hal ini kurang bisa menjadi pegangan, karena adanya mekanismekompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3 dari volume sirkulasi darah.- Vena perifer kolaps. Vena leher merupakan penilaian yang paling baik.- CVP rendah.
 Sistem Respirasi 
 - Pernapasan cepat dan dangkal.
 Sistem saraf pusat 
 - Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi. Bila tekanan darah rendah sampaimenyebabkan hipoksia otak, pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar. Obat sedatif dan
 
 Syok Hipovolemik  Kukuh Pambudi  Poltekkes Kemenkes Semarang 2011 
analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karenakesakitan.
 Sistem Saluran Cerna
 - Bisa terjadi mual dan muntah.
 Sistem Saluran Kencing 
 - Produksi urin berkurang. Normal rata-rata produksi urin pasien dewasa adalah 60 ml/jam(1/5--1 ml/kg/jam).
Penanggulangan Syok 
 Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan; memperbaiki oksigenasi tubuh; dan mempertahankan suhu tubuh. Tindakanini tidak bergantung pada penyebab syok. Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapatdiberikan pengobatan kausal.Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Jalan nafas (A =
air way
) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. Pernafasan (B =
breathing 
) harus terjamin, kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberianoksigen 100%. Defisit volume peredaran darah (C =
circulation
) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik, syok neurogenik, dan syok anafilaktik) harusdiatasi dengan pemberian cairan intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer.Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat, yang juga bisa merupakan penyebab syok. Pada syok septik, sumber sepsis harus dicari danditanggulangi.Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapisyok:Posisi Tubuh
 
 Syok Hipovolemik  Kukuh Pambudi  Poltekkes Kemenkes Semarang 2011 
1.
 
Posisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. Secara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital.2.
 
Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang, penderita jangan digerakkansampai persiapan transportasi selesai, kecuali untuk menghindari terjadinya luka yanglebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas.3.
 
Penderita yang mengalami luka parah pada bagian bawah muka, atau penderita tidak sadar, harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan cairan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalannafas oleh muntah atau darah. Penanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bahwa saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia.4.
 
Penderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. Tidak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.5.
 
Kalau masih ragu tentang posisi luka penderita, sebaiknya penderita dibaringkandengan posisi telentang datar.6.
 
Pada penderita-penderita syok hipovolemik, baringkan penderita telentang dengankaki ditinggikan 30 cm sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanandarah menjadi meningkat. Tetapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali.Pertahankan Respirasi1.
 
Bebaskan jalan napas. Lakukan penghisapan, bila ada sekresi atau muntah.2.
 
Tengadah kepala-topang dagu, kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas(
G
udel/oropharingeal airway
).3.
 
Berikan oksigen 6 liter/menit4.
 
Bila pernapasan/ventilasi tidak adekuat, berikan oksigen dengan pompa sungkup(
 Am
bu bag 
) atau ETT.Pertahankan SirkulasiSegera pasang infus intravena. Bisa lebih dari satu infus. Pantau nadi, tekanan darah, warnakulit, isi vena, produksi urin, dan (CVP).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->