Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Difusi Inovasi Bab11_EfekDifusi

Difusi Inovasi Bab11_EfekDifusi

Ratings: (0)|Views: 298 |Likes:
Published by Abdillah Hanafi
Apa dan bagaimana dampak penyebaran inovasi ke masyarakat
Apa dan bagaimana dampak penyebaran inovasi ke masyarakat

More info:

Published by: Abdillah Hanafi on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2014

pdf

text

original

 
BAB 11
KONSEKUENSI INOVASI
Mengubah kebiasaan orang merupakan suatu hal yang bahkan lebih sulit daripadaoperasi pembedahanEdward H. Spicer (1952)Human Problems ini Technological Change, p.13Konsekuensi adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada seseorang atausistem sosial sebagai hasil pengadopsian atau penolakan suatu inovasi. Suatu inovasipunya efek kecil sampai ia tersebar ke anggota sistem dan menggunakannya. Jadi,invensi dan difusi merupakan jalan/alat untuk mencapai tujuan akhir; konsekuensipengadopsian suatu inovasi. Walaupun konsekuenasi ini penting, hanya sedikit kajian yang dilakukan olehpeneliti difusi. Lebih jauh, data yang kami punya tentang konsekuensi sifat agak ”lunak”; banyak penelitian tentang hal ini berupa studi kasus, walaupun tahun-tahunterakhir ini para peneliti survai juga mengkaji konsekuensi. Kekurangan perhatianpenelitian dan sifat data seperti ini menjadikan sulit membuat generalisasi tentangkonsekuensi. Kami dapat memerikan konsekuensi dan membuat kategori untuk pengklasifikasian konsekuensi, tetapi tidak dapat memprediksi kapan dan bagaimanakonsekuensi itu akan terjadi.Tidak hanya para peneliti yang kecil perhatiannya terhadap konsekuensi, paraagen pembaru begitu juga. Mereka sering menduga bahwa pengadopsian inovasitertentu hanya akan menghasilkan keuntungan bagi pengadopsinya. Asumsi-asumsiini condong pro-inovasi, telah dibahas di Bbab 3. agen pembaru harusnya menyadaritanggung-jawab mereka terhadap konsekuensi inovasi yang mereka perkenalkan.Mereka harus dapat memperkirakan keuntungan dan kerugian inovasi biladiperkenalkan ke binaan mereka, tapi ini jarang dilakukan.Pemerkenalan mobilsalju ke pemburu kijang Lapp di Finlandia Utaramenggambarkan sulitnya memperkirakan efek suatu teknologi. Setiap inovasimenghasilkan rekasi-reaksi sosial dan ekonomis yang terjadi dikeseluruhan struktursosial sistem binaan.REVOLUSI MOBILSALJU DI ARTIC
1
 Di AS kita berpikir bahwa mobil-salju merupakan alat penting untuk rekreasimusim dingin. Sejak penemuan ”Ski-Doo”, suatu kendaraan salju perorangan(seperti sepeda-motor salju) oleh Joseph Armand Bombadier dari Quebecpada 1958, pengadopsian mobil-salju menyebar secara dramatis, dan dalam belasan tahun saja lebih dari sejuta kendaraan jenis ini digunakan di AmerikaUtara. Beberapa teriakan menentang ski-doo (nama sebutan kendaraanmobil-salju) disuarakan, berkenaan dengan polusi suara yang dihasilkanmotor-salju ini di area terbuka yang tadinya damai di AS dan Kanada.Tetapi di kalangan Skolt Lapps, pemburu rusa di Finlandia Utara yang tinggaldi atar Lingkar Artik, pemerkenalan yang begitu cepat mobil-saljumenyebabkan konsekuensi yang berjangkau-jauh yang bagi para anthropologmengistilahkan ”bencana” (Pelto, 1973). Kami berusaha mengungkap kembaliadegan-per-adegan peristiwa itu dalam catatan kami ini, dalam upaya
1
Paparan konsekuensi inovasi mobilsalju di kalangan Skolt Lapps ini didasarkan pada kajian Pelto (193),Pelto dan Muller-Wille (1972), dan Pelto dkk (1969).
 
menggambarkan satu metode penyelidikan konsekuensi suatu inovasiteknologis. Dalam pendekatan ini, sebagaimana kebanyakan penyelidikankonsekuensi, seorang ilmuwan sosial (biasanya antropologis) mengkaji secaraintensif suatu komunitas kecil dan terisolasi. Dr. Perrti Pelto dari UniversitasConnecticut telah tinggal bersama Skolt Lapps di daerah Sevettijarvi diFinlandia Utara selama beberapa tahun, mulai tahun 1958, sebelumdiperkenalkannya mobil-salju pada tahun 1962-1963. pelto kembali kekomunitas ini berulangkali pada dekade berikutnya dalam rangka menilaidampak revolusi mobil-salju melalu observasi partisipan, wawancarapersonal, dengan Lapps, dan melalui kerjasama dengan seorang asistenriset/informan kunci (yang adalah Skolt Lapp pertama kali membeli mobil-salju). Pelto memilih untuk memusatkan perhatian pada inovasi teknologitunggal karena konsekuensinya lebih jelas dann relatif lebih mudah dilacak.Kabanyakan dampaknya tak menyenangkan. Pelto beralasan bahwa mobil-salju merupakan representasi kelas inovasi teknologis yang mengalihkanenergi lokal ke energi dari luar (misalnya, dalam hal ini kereta luncur rusasalju) dengan suatu ketergantungan pada sumbersumber luar (mobil-saljudan bensin)Sebelum pemerkenalan mobil-salju, Skolt Lapps tergantung pada kawananrusa kutub yang dijinakkan untuk kehidupan mereka. Seperti halnya ikan,daging rusa-kutub merupakan makanan utama mereka. Kereta luncur rusa-kutub merupakan alat transportasi utama, dan kulit rusa-kutub digunakanuntuk bahan baju dan sepatu. Kelebihan daging dijual ke toko untuk membelitepung, gula, teh, dan bahan pokok lainnya. Para Lapps memandang dirinyasebagai pemburu rusa-kutub, dan prestise diperoleh lelaki dengan untaianrusa-kutub buruan. Masyarakat Lapps bersistem egaliter di mana setiapkeluarga punya jumlah binatang yang hampir sama jumlahnya. Anak-anak Skolt menerima sebuah ”gigi rusa-kutub pertama”, sebuah ”name-day reindeer” dan hadiah pada saat-saat tertentu, termasuk hadiah perkawinanrusa-kutub, sehingga suatu keluarga baru mulai dengan kumpulan kecil binatang kesayangan. Orang-orang Lapps merasakan suatu hubungan khususdengan rusa-kutub mereka, dan memperlakukan mereka dengan penuh kasihsayang. Dapat dipastikan rusa-kutub merupakan obyek utama dalam budayaLapp.Pada akhir tahun 1961 sebuah Bombadier Ski-Doo dari Kanadadipertontonkan di Rovaneimi, ibukota kota Finnish Lapland. Seorang gurusekolah membeli mobil-salju ini untuk kendaraan rekreasi, tetapi kemudiandiketahui bahwa kendaraan ini bermanfaat untuk mengankut kayu dan barang belanjaan dari toko. Kemudian mobil-salju juga digunakan untuk  berburu kawanan rusa-kutub oleh Lapp yang tinggal di utara Sevettigarvi, dimana lahannya terdiri dari
 padang
 
tundra
tanpa pohon. Dalam setahun(1962-1963) dua ski-do dibeli untuk perburuan rusa-kutub di Sevettigarvi, yang lahannya berupa hutan dan bebatuan. Para pemburu rusa-kutub lelakiharus mengemudikan kendaraannya dengan berdiri di atas pijakan kaki ataudengan lutut di tempat duduk, tidak sebagaimana pengemudi lazimnya(seperti naik sepeda-motor). Mobil-salju dirancang untuk kendaraan rekreasi,dan Lapps harus mengemudikannya tegak agar mereka dapat melihat rusa-kutub dari jarak jauh dan dapat mengemudi di antara bebatuan, pohon-pohon, dan rintangan lainnya. Tetapi berkendara gaya tegaknya Lapps sangat berbahaya ketika mereka menabrak halangan, karean pengemudi akanterlempar ke depan. Berantakannya mobil-salju sering terjadi di wilayahSevettigarvi.Meskipun ada masalah seperti itu, tingkat adopsi mobil-salju sangat cepat dikalangan Lapps. Tiga mobil-salju diadopsi pada tahun kedua difusi (1963 –1964), lima lagi pada tahun 1964 -1965, delapan lagi pada 1965 – 1966, dan
 
kemudia enambelas pada 1966 – 1967; pada 1971 hampir semua orang dari 72keluarga di Sevettigarvi setidaknya punya satu mobil-salju. Tahun 1966 –1967 merupakan tahun yang menonjol di mana kecepatan adopsi inovasimelonjak, sebagian karena suatu model yang diperbarui, Motoski,diperkenalkan dari Sweden. Ia punya motor yang lebih kuat dan lebihnyaman dikendarai di lahan yang buruk.Keuntungan utama mobil-salju adalah perjalanan jauh lebih cepat. Perjalanan berputar dari Sevettigarvi untuk membeli barang belanjaan di pertokoanNorwegian berkurang dari 3 hari jika menggunakan kereta rusa-kutubmenjadi hanya 5 jam dengan menggunakan mobil-salju. Dalam beberapatahun saja dari pemerkenalannya, mobil-salju telah menggantikansepenuhnya perjalanan dengan menggunakan ski dan kereta-luncur rusa-kutub. Malangnya, dampak mobil-salju terhadap rusa-rusa-kutub Lappadalah bencana. Kebisingan mesin dan bau knalpot menurunkan rusa-kutubhampir mendekati wilayah liar. Hubungan pertemanan antara Lapps dan binatang-binatang mereka terganggu oleh mesin-mesin berkecepatan tinggiitu. Rusa-rusa-kutub yang lari ketakutan menyusutkan jumlah anak rusa-kutub yang lahir per-tahunnya. Sebagai akibatnya, rata-rata jumlah rusa-kutub per-keluarga di Sevettigarvi berkurang dari 52 sbelum hari-hari adanyamobil-salju menjadihanya 12 pada tahun 1971, satu dekade setelahnya.Kenyataannya, rata-rata ini keliru karena sekitar dua-pertiga rumahtanggaLapps berhenti memelihara rusa-kutub karena mobil-salju; kebanyakan tidak dapat menemukan pekerjaan lain dan menganggur. Di pihak lain, satukeluarga di Sevettigarvi, yang relatif awal membeli mobil-salju, membangunpeternakan besar rusa-kutub, dan pada tahun 1971 menguasai sepertiga darisemua rusa-kutub di komunitas itu.Tidak hanya ketakutan rusa-rusa-kutub itu yang lebih sedikit punya anak,tetapi cepat merosotnya jumlah rusa-kutub juga terjadi karena banyak  binatang itu yang disembelih ntuk dijual dagingnya, agar dapat membelimobil-salju, BBM, suku cadang dan biaya pemeliharaannya. Sebuah mobil-salju baru harganya sekitar $ 1.000, dan BBM serta reparasi menghabiskanuang sekitar $ 425 pertahun. Mengabaikan relatif tingginya ongkos (bagiSkolt Lapps, yang berdasar kehidupan subsisten), mobil-salju dipandangsebagai kebutuhan rumahtangga, dan naik kendaraan bermotor dianggap jauh lebih berprestise daripada naik kendaraan ski atau kereta-tarik rusa-kutub. Revolusi mobil-salju mendorong Skolt Lapp terperangkapketergantungan pada uang tunai, hutang dan pengangguran.Orang boleh heran mengapa Lapps, memberikan kecintaan mereka terhadaprusa-kutub dan dampak bencana antar peternakan rusa-kutub yangdisebabkan mobil-salju, tidak menolak inovasi teknologis ini. Alasannya,menurut Dr Pelto (1973) karena tidak ada penjelasan apapun dalampemerkenalan dan difusi mobil-salju itu yang dapat dikaji dan didiskusikankemungkinan akibat di masa yang akan datang , dan apakah proses itu perluditeruskan atau tidak. Penilaian dampak teknologi itu mungkin telahdilakukan pada awal tahun 1960an, namun itu tidak dilakukan, sebagiankarena Lapps secara teknis tak mampu mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi jangka panjang mobil-salju itu. Lagipula komunitas Lapps itusangat individualistik, dan keuntungan teknologi itu pada para pengadopsiawalnya (yang cenderung lebih kaya dan lebih muda dari kebanyakanpenduduk), pengadopsian sama sekali tidak bisa dicegah.Maka sekarang, budaya berpusat rusa-kutub suku Skolt Lapp telah rusak parah. Kebanyakan keluarga menganggur dan tergantung pada subsidi sosialpemerintah. Revolusi mobil-salju di Artic membawa pada konsekuensi yangmencelakakan bagi rusa-kutub dan Lapp yang bergantung pada merekadalamkehidupannya.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Mi Au liked this
Mi Au liked this
Mi Au liked this
Reza Alfian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->