Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
07-Rini-Manajemen_lingkungan

07-Rini-Manajemen_lingkungan

Ratings: (0)|Views: 350|Likes:
Published by g33ztha_27

More info:

Published by: g33ztha_27 on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah – Vol.7 No.2, Desember 2009
177
KORELASIONAL ANTARA MANAJEMEN LINGKUNGAN, SOSIAL-EKONOMIDAN KELEMBAGAAN DENGAN PRODUKSI TAMBAKDI WILAYAH KOTA SEMARANG(
The Correlational of Environmental Management, Social-Economy and OrganizationThat Influence to Product of Silvofishery in Semarang Distric
)
Rini Budi Hastuti
ABSTRACT
The research is held in Northern Coast of Semarang city. The important role of environmental management, social-economic condition, and institution is determiningsuccess of a program of coastal society welfare improvement through the program of intercropping embankment (
Wanamina
), in the other hand, generally, the role and functionare not optimally completed. The experiment is to acknowledge the influencing dominantfactors toward
wanamina
embankment production. The purpose of the research is toacknowledge the correlation between enviromental management, social-economy, andinstitution.The factor of management, social-economy, and institution either separately or jointly is strongly related in positive way with the embankment production. The strongrelationship is shown upon the coefficient correlation, which is management variable (r =0,638), social-economic variable (r = 0,817), and institutional variable (r = 0,870).Whereas, jointly, those three variables possess strong relationship (r = 0,941, to 1) againstthe embankment production.
Key words:
Correlation, environmental management, social-economy, institution,embankment production
PENDAHULUANLatar Belakang
 Menurut Kusmana dan Onrizal(1998), luas total kawasan yangberpotensi mangrove di Provinsi JawaTengah baik di Pantai Utara maupunPantai Selatan Jawa Tengah kurang lebih95.338,02 Ha. Berdasarkan tingkatkerusakannya, kawasan berpotensimangrove di Provinsi Jawa Tengahumumnya rusak berat dan rusak sedangdengan luas masing-masing adalah61.194,16 Ha (64,19 %) dan 31.237,53Ha (32,76 %) sedangkan yang tergolongtidak rusak hanya 2.902,33 Ha (3,05 %)saja. Masyarakat di sekitar kawasan hutanmangrove/pesisir pada umumnyakehidupannya masih kurang sejahtera.Kota Semarang merupakan bagiandari wilayah Pantai Utara (Pantura)Provinsi Jawa Tengah yang memilikipanjang pantai 24,75 km, luas tambak kurang lebih 700 ha. Kondisi fisik danlingkungan saat ini pantai mengalamidegradasi, sering terjadi Rob, terjadireklamasi pantai dan adanya pelanggaranterhadap tata Ruang Wilayah (RTRW).Di lain pihak kondisi sosial-ekonomimasyarakat di kawasan pesisir kurangsejahtera, kelembagaan belum mantapserta manajemen lingkungan yang masihlemah. Kondisi semacam ini didugamenyebabkan tingkat kesejahteraan
 
 Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah – Vol.7 No.2, Desember 2009
178masyarakat masih rendah atau kurangsejahtera.Penelitian sebelumnya menunjuk-kan bahwa banyak faktor-faktor yangberpengaruh terhadap rusaknya hutanmangrove, produktivitas tambak, dankurang sejahteranya masyarakat pesisir(Anwar, 2005). Dalam naskah ini penulismencoba melakukan kajian terhadapsalah satu aspek kesejahteraan melaluiupaya tumpangsari tambak polawanamina, yaitu dengan mengkajikorelasional antara manajemenlingkungan, sosial-ekonomi dankelembagaan dengan produksi tambak.
Maksud dan Tujuan
Kajian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentangkorelasional antara manajemenlingkungan, sosial-ekonomi, dankelembagaan dengan produksi tambak diwilayah pantai utara Kota Semarang.Dengan diketahuinya faktor dominanyang mempunyai hubungan positif erat,maka akan dapat diambil langkah-langkah strategis penanganan tindak lanjutnya.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor dominan yangmempunyai hubungan erat terhadapproduksi tambak, sehingga dapat dipakaisebagai acuan pengambilan keputusanbagi para pihak yang berkepentingan.
Materi dan Metode
Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kualitatif denganmenggunakan metoda survei, kuisioner,wawancara, yang dilakukan di wilayahPantai Utara Kota Semarang. Pemilihanpetani responden dilakukan secara
 purposive sampling
sesuai dengan variasimodel, yaitu Kelurahan MangkangKulon, Mangkang Wetan danMangunharjo.Masing-masing kelurahandiambil 15 responden, sehingga secarakeseluruhan diperlukan 45 res- ponden(sampel). Penelitian ini dilakukan selama3 (tiga) bulan, dimulai bulan Mei 2009sampai dengan Juli 2009.Guna mendapatkan sejumlah datadan informasi dalam penelitian ini, makadiperlukan 4 (empat) skor distribusi datayaitu : (1). skor produksi tambak; (2).manajemen lingkungan (3) sosial-ekonomi; dan (4). kelembagaan. Keempat skor tersebut dijaring denganmenggunakan instrumen berupa kuisioneryang disusun secara berkala oleh penelitisesuai dengan dimensi dan indikator yangdibangun dengan kriteria respondenberdasarkan jenis kelamin, pendidikan,pekerjaan, pendapatan dan derajatkesehatan.
Metode Analisis
 Data setiap variabel akandianalisis pendahuluan denganmenggunakan statistik deskriptif.Selanjutnya data yang sama digunakanstatistik dalam analisis deskriptif. Tahapberikutnya, data yang sama digunakandalam analisis statistik inferensial untuk menguji hipotesis terlebih dahuludilakukan uji persyaratan analisis, yaituuji normalitas dan uji homogenitas.Pengujian hipotesis dilakukan dengananalisis korelasi sederhana, jamak, sertaanalisis regresi sederhana dan jamak.Selanjutnya untuk mengetahui pengaruhperlakuan dilakukan uji F. Apabilaperlakuan berpengaruh sangat nyata ataunyata, maka analisis dilanjutkan denganmenggunakan analisis regresi denganrumus umum sebagai berikut (Draper &Smith, 1981) :
Y = b
o
+ b
1
x
Keterangan :Y = nilai penduga kualitashutan mangroveb
o
dan b
1
= konstantax = nilai peubah
 
 Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah – Vol.7 No.2, Desember 2009
179
HASIL DAN PEMBAHASANHasil Analisis
Hasil penelitian dan análisishubungan antara manajemen lingkungan,sosial-ekonomi dan kelembagaan denganproduksi tambak sebagaimana Tabel 1.
No. VariabelIndependentVariabeldependentNilai rdanRadj-square
1 ManajemenLingkunganProduksiTambak0,638dan0,4562 SosialEkonomiProduksiTambak0,817dan0,5723 Kelembagaan ProduksiTambak0,870dan0,761
Tabel 1: Nilai r dan Radj-square Hubunganantara Manajemen Lingkungan, Soosial-ekonomi
dan Kelembagaan denganProduksi Tambak.
 
Hasil analisis hubungan tunggalantara variable manajemen lingkungan,dengan produksi tambak di KotaSemarang menunjukkan hubungan yangkuat bernilai positif dengan r sebesar0,638 (r > 0,5). Hal ini berarti setiapkenaikan kualitas manajemen akanmeningkatkan produksi tambak dansebaliknya. Bentuk persamaan regresiyang dipenuhi adalah Y = 12,1 + 0,68 x,dengan Y adalah produksi tambak dan xadalah manajemen. Melihat nilai
 Radjusted square
yang mencapai 0,456menunjukkan kontribusi komponenmanajemen terhadap produksi tambak hanya sebesar 45,6 %. Adapun sisanyasebesar 54,4% merupakan kontribusifaktor lain termasuk komponen kondisisoail ekonomi maupun kelembagaan.Aksomkoae (1993), menyatakan bahwapengelolaan hutan mangrove yang baik akan berpengaruh terhadap kondisilingkungan dan sosial ekonomimasyarakat di sekitarnya.Adapun persamaan regresi yangdiperoleh seperti tergambar dalam gafik (gambar 1)
HUTMANGR
SOSEK
3020100 262422201816141210ObservedLinear
 
Gambar 1 : Hubungan antara manajemen dengan produksi tambak di Kota Semarang.
Y = 12,1 + 0,68 x
 
PRODUKSI TAMBAKMANAJEMEN
TON PER HEKTAR

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->