Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekatan RME Untuk Meningkatkan Pemahaman Operasi Pengurangan Bilangan Bulat Negatif Pada Pembelajaran Matematika Di SDN Sukalerang I Kabupaten Sumedang

Pendekatan RME Untuk Meningkatkan Pemahaman Operasi Pengurangan Bilangan Bulat Negatif Pada Pembelajaran Matematika Di SDN Sukalerang I Kabupaten Sumedang

Ratings: (0)|Views: 996|Likes:
Published by Rifki Nur Riyadi
jurnal matematika oleh rifki
jurnal matematika oleh rifki

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rifki Nur Riyadi on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/29/2012

pdf

text

original

 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
Pendekatan RME untuk MeningkatkanPemahaman Operasi Pengurangan Bilangan BulatNegatif Pada Pembelajaran Matematika di SDNSukalerang I Kabupaten Sumedang
Respaty Mulyanto Abstrak 
Kurikulum 2004 yaitu KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi yang kemudian disempurnakan oleh kurikulum2006 KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, menuntut para guruuntuk dapat mengembangkan danmeningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar efektif mencapai target-target yang telah ditentukan. Untuk itu para guru harus memiliki wawasan yang luas tentang cara, teknik, metode, pendekatandan strategi belajar mengajar. Karena hal ini merupakan modal utama para guru SD agar selalu dapat mengikuti  perkembangan didalam dunia pendidikan yang selalu berubah sesuai dengan kemajuan jaman. Guru SD sering jugadisebut guru borongan, karena memang dalam tugasnya sehari-hari, guru SD mempunyai kewajiban untuk mengajarkansemua bidang studi ( guru kelas ) kecuali agama dan pedidikan jasmani. Setiap bidang stdi memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga dalam cara, teknik, metode, pendidikan dan strategi belajar mengajarnya memerlikan kekhususan.Bidang studi matematika mempunyai empat wawasan, yaitu: aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis, sudah barang tentu memerlukan pendekatan yang beragam, jangankan untuk wawasan yang berbeda, untuk satu wawasanpundiperlukan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kekhususan atau karakteristik masing-masing pokok bahasan.Salah satu pokok bahasan pada materi aritmatika yaitu tentang bilangan bulat memerlukan pendekatan yang tepat,agar materi yang di sampaikan oleh guru dapat dengan mudah dipahami oleh para siswanya. Salah satu pendekatanyang dianggap sesuai untuk menjelaskan pokok bahasan bilanban bulat adalah melalui pendekatan realistic atau Realistic Mathematics Education.Metode Penelitian Tindakan Kelas deskriptif kualitatif metode siklus dengan langkah: perencanaan, tindakan,observasi dan reeksi. Subjeknya kelas IV SDN SukalerangI Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Tahun ajaran2995/2006. Pengumpulan data melalui observasi parsitipatif selama tindakan dan dokumen hasil pekerjaan memecahkan permasalahan matematika pokok bahasan operasi pengurangan bilangan bulat negative. Hasil penelitian tindakankelas: (1) pendekatan RME dapat efektif meningkatkan kemampuan pemahaman operasi bilangan bulat negative pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN Sukalerang I Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang, (2) perbaikan pembelajaran matematika SD dapat dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatanRME, (3) penggunaan RME efektif meningkatkan keterampilan dan kreativitas guru, (4) hambatan penelitian tindakankelas yaitu: kreativitas guru, waktu, biaya dan pengalaman dalam penelitian tindakan kelas.
Kata Kunci:
RME, pendekatan realistik, bilangan bulat negative, pembelajaran matematika
PENDAHULUAN
 B
idang studi matematika adalah salah satubidang studi yang diujikan pada ujian akhir Negara, baik di SD,smp maupun SMA. Hal inimenunjukkan bahwa bidang studi matematika merupakanbidang studi dasar yang penting, sehingga dijadikanprasyarat bagi para siswa untuk menentukan kelulusanmereka pada setiap jenjang sekolah.Kepentingan bidang studi matematika sebagai salahsatu mata pelajarandalam ujian akhir Negara, dilandasidengan acuan bahwa dalam belajar atau menuntut ilmuakan berlangsung secara efektif apabila dalam prosesbelajar tersebut terjadi komunikasi yang baik diantara gurudan siswa. Media komunikasi yang paling utama adalahbahasa. Secara umum bahasa komunikatif yang selamaini digunakan adalah bahasa Indonesia, sebagai bahasapengantar untuk semua bidabg studi, karena bahasaIndonesia merupakan bahasa nasional yang secaraformal digunakan sebagai pengantar pada proses belajar mengajar di sekolah. Untuk berpikir logis tidak cuikuphanya melalui atau menggunakan bahasa Indonesia saja,
akan tetapi diperlukan bahasa lain yang lebih spesik
untuk memfasilitasi domein logika, yaitu matematikayangpada prinsipnya matematika merupakan bahasa symbol.Ada beberapa pokok bahasan yang termasukpada materi pembelajaran matematika. Pokok bahasanbilangan merupakan pokok bahasan dasar yang sangatpenting dipahami oleh para siswa, karena merupakanlandasan untuk pokok-pokok bahasan lainnya. Salah satu
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
bagian dari pokok bahasan bilangan ini adalah bilanganbulat.Hasil observasi dilapangan dan didukung wawancaradengan guru sekolah dasar tentang prestasi belajar matematika siswa kelas IV SD Sukalerang I KecamayanCimalaka Kabupaten Sumedang berdasarkan nilai raportsemester satu dengan criteria nilai 5 kebawah dinyatakan“kurang” nilai 6 sampai dengan 7 dinyatakan “sedang”dan nilai 8 keatas dinyatakan “baik”, dari 38 siswa yangterdaftar menunjukkan sebaran sebagai berikut : 22siswa atau sekitar 57,8% mempunyai nilai “kurang”, 10siswa atau sekitar 26,3% mempunyai nilai “sedang”, dan6 siswa atau sekitar 15,9% dinyatakan “baik”. Hal inimenggambarkan bahwa sebagian besar siswa kelas IVyaitu 57,8% kemampuan pemahaman materi matematikakurang.Dari 4 wawasan matematika yaitu: aritmatika,aljabar, geometri, dan analisis materi, yang diajarkanpada kelas IV SD mereka menganggap bahwa operasibilangan bulat yang merupakan bagian dari wawasanaritmatika, merupakan materi yang paling sulit untukdipahami, khususnya pada operasi pengurangan bilanganbulat negative. Untuk mengetahui lebih kongkret tentangpermasalahan ini peniliti melakukan prates terhadapsiswa kelas IV SD Sukalerang I, melalui tes soal-soaloperasi pengurangan bilangan bulat negative. Darihasil tes tersebut didapatkan hasil dengan kriteria yangsama tergambar sebagai berikut: 71% menunjukkannilai “kurang”, 20% nilai “sedang”, 9% nilai “baik”. Darihasil wawancara yang dilakukakan terhadap siswamenanggapi hasil tes yang mereka hadapi tetangpemahaman materi operasi pengurangan bilangan bulatnegative diperoleh data sebagai berikut: 20 siswa atausekitar 52,6% menyatakan “tidak mengerti”, 11 siswaatau 28,9% menyatakan “kurang mengerti”, 2 siswa atau5,3% menyatakan “cukup mengerti”, 5 siswa atau 13,2%menyatakan “mengerti dengan baik”. Dari paparan datadiatas menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelasIV SD Sukalerang I dalam menyelesaikan soal operasipengurangan bilangan bulat negative sebagian besar adalah kurang, hal ini disebabkan karena sebagianbesar siswa “kurang mengerti” terhadap materi operasipengurangan biolangan bulat negative.Dari hasil wawancara dengan guru tentang prosesbelajar mengajar materi tentang operasi penguranganbilangan bulat negative, ,mereka menyatakan bahwakegiatan pembelajaran lebih menitik beratkan padaproses deduktif, yaitu siswa diberi hafalan-hafalanbagaimana rumusan yang tercetak pada buku paketbeserta contoh-contohnya. Guru merasa kesulitan untukmengkonkretkan operasi pengurangan bilangan bulatnegative secara nyata, memang dalam kehidupan sehari-hari tidak ada contoh konkret yang menggambarkanbilangan nigatif. Yang dilakukan oleh guru SDSukalerang I dalam prosespembelajaran konsep operasipenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, hanyamelalui garis bilangan bulat dengan kesatuan apabilaoperasi penjumlahan bergerak ke kanan, sebaliknyaapabila operasi pengurangan bergerak kea rah kiri. Untukbilangan-bilangan positif tidak terjadi masalah, tetapiubegitu bilangan pengoprasian bilangan negative siswamengalami kesulitan, dan guru pun merasa sulit untukmember penjelasan secara konkret.Pelaksanaan pembelajaran bidang studi matematikadi SD Suka lerang I Kecamatan CImalaka KabupatenSumedangseperti yang diuraikan diatas, memberikangambaran kepada peneliti tentang permasalahan yangmuncul yaitu: rendahnya pemahaman siswadalam materiaritmatika khususnya tentang operasi penguranganbilangan bulat negative. Penyebabnya: (a) belum tepatnyapendekatan yang digunakan pada proses belajar mengajar matematika untuk pokok bahasan operasi penguranganbilangan bulat negative; (b) tidak menggunakan mediadan model yang tepat dalam proses pembelajaran.Namun demikian ada beberapa siswayang cukup baikpemahamannya tentang materi operasi penguranganbilangan bulat negative akan tetapi presentasenya masihdibawah 30%. Oleh karena itu diperlukan perbaikanpembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas denganpendekatan realistic atau RME untuk pemahaman operasipengurangan bilangan bulat negative pada pembelajaranmatematika di SDN Sukalerang I Kecamatan CimalakaKabupaten Sumedang.Tujuannya adalah: (1) untuk mendeskripsikanhambatan dalam pembelajaran matematika di SDSukalerang I Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang;(2) untuk mendeskripsikan efektivitas pendekatanRealistic Matematics Education (RME) pada pembelajaranoperasi pengurangan bilangan bulat negative; (3) untukmendeskripsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitaspembelajaran matematika di SDN Sukalerang I KecamatanCimalaka Kabupaten Sumedang melalui RME.Manfaat hasi penelitian adalah: (1) bagi siswa lebihmeningkatkan konsentrasi, bermakna dan menarik,karena siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaranyang tidak hanya mengandalkan pendengaran danpenglihatannyasaja, tetapi juga mengalami secaraPraktis; (2) bagi guru kelas, untuk mengembangkankemampuan dalam merancang suatu pendekatanyang sesuai denmgan tuntutan pembelajaran, sertapengalaman praktis Penelitian Tindakan Kelas; (3) untukkepala sekolah, sebagai masukkan bagi pembinaan danpengelolaan sumber belajar melalui Penelitian TindakanKelas; (4) bagi penanggung jawab mata kuliah pendidikanmatematika di PGSD UPI Kampus Sumedang bermanfaatuntuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi keSDan melalui kerjasama Penelitian Tindakan Kelas.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif.Dilaksanakan di SDN Sukalerang I Kecamatan CimalakaKabupaten Sumedang dengan subjek penelitian siswakelas IV Tahun ajaran 2005/2006. Bentuk penelitiantindakan yang dilakukan adalah Penelitian TindakanSimulasi Terintegrasi, yang tujuan utamanya adalah duahal sekaligus yaitu memecahkan persoalan praktis dalampembelajaran matematika untuk materi aritmatika, pokokbahasan operasi pengurangan bilangan bulat negative,dan juga untuk menghasilkan suatu kajian ilmiah dalambidang pembelajaran tentang penerapan pendekatanRealistik dan Realistics Matematics Education (RME) dikelas.Rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang diambilyaitu model siklus, yang dilakukan secara berulang danberkelanjutan (siklus spiral). Model siklus tersebut disusunsedemikian rupa sehingga sehingga pada setiap siklus
terdiri atas ; perencanaan, tindakan, observasi dan reeksi.
Sesuai dengan medel tersebut langkah-langkah kegiatanadalah ;(a) permintaan izin, (b) observasi dan wawancarauntuk mengetahui kondisi awal pelaksanaan pembelajaranmatematika di SDN Sukaherang I kecamatan Cimalaka
Kabupaten Sumedang, (c) identikasi permasalahan
dalam proses belajar mengajar matematika di kelas IV,
(d) merumuskan spesikasi pendekatan realistic sesuai
dengan pokok bahasan yaitu operasi pengurangan
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
bilangan bulat negative,(e) melakukan kerja sama (dosenPGSD dengan guru SD) dalam membuat dan merancangpersiapan mengajar melalui pendekatan realistic atau RMEdan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menerapkanteknik pemantapan.Tentang siklus peneliatan Tindakan Kelas yangdilakukan adalah : (1) pada pembelajaran materi operasipengurangan bilangan bulat negative para siswamembentuk kelompok yang masing-masing kelompokberanggotakan 3 orang. Setiap kelompok diber tugas untukmembuat media belajar atau alat peraga dengan arahandari guru. Agar waktu yang digunakan efektif, maka setiapkelompok melakukan pembagian tugas para anggotanya.Alat peraga terbuat dari bahan sterofoam agar midah dancepat pengerjaannya.Steroform yang digunakan adalahsterofom yang mempunyai dua warna permukaan yangbiasanya sudah tersedia di pasaran. Seorang siswamembuat garis bilangan positif dengan ukuran 2cm x 20cmdengan warna tertentu kemuadian diberikan angka mulaidari angka 1 sampai dengan angka 10. Siswa yang keduamembuat garis bilangan negative dari bahan dan ukuranyang sama dengan garis bilangan positif, tetapi denganwarna yang berbeda dan kemudian diberikan skala angkadari -10 sampai dengan -1 kemudian digabungkan dandiantara bilangan positif 1 dengan bilangan -1 diselipkanbilangan nol (0) . Siswa ketiga membuat mobil-mobilandari bahan yang sama , untuk sisi positif haris denganwarna yang sama dengan warna garis bilangan positif,dan apabila mobil itu diletakan di titik nol maka arah mobiltersebut kea rah bilangan positif, agar memudahkanpengamatan pada badan mobil-mobilan tersebut dituliskankata “positif”. Pada sisi yang lain tentunya merupakankebalikan dari mobil “positif” yaitu mobil “negative” .seperti halnya mobil positif maka pada badan mobiltersebut dituliskan kata “negative”. Untuk memudakhanpengoperasian mobil-mobilan maka pada bagian depanmobil di kedua sisi digambarkan symbol “+” , dan padabagian belakang mobil dikedua sisi diberi gambar symbol“-“, (2) siklus II, untuk pembelajaran berikutnya setiapkelompok diberikan penjelasan tentang aturan ataucara bagaimana mengoperasikan mobil-mobilan yangdiletakan diatas garis bilangan sebagai contoh apabilaada soal berikut : 2 – (¬-3), maka angka 2, adalah sebagaiposisi awal mobil,(-3) menunjukan bilangan negative,maka mobil harus diarahkan pada sisi mobil negativeyang warna sisiinya sama dengan warna garis bilangannegative, dan symbol – menyatakan mobil harus mundur sebanyak tiga langkah karena bilangan pengoperasinya(-3). Selanjutnya ketika para siswa sudah memahamicara pengoperasiannya diberi beberapa soal bervariasigabungan antara pengurangan dan penjumlahan, agar mereka dapat menemukan sendiri pola yang terjadi padapenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negative.(3) Siklus III merupakan pembelajaran pemantapan darihasil siklus II, para siswa telah memiliki pola yang terjadipada permainan mobil-mobilan diatas garis bilangan,sehingga para siswa dapat menentukan rumusan atauprinsip pada operasi penjumlahan dan penguranganbilangan bulat negative. Dari kegiatan ini siswa dapatmenentukan apabila 5+ (-3) = 5 – 3 = 2 dan untuk soal 5 – (-3) = 5 + 3 = 8Pengumpulan data dilakukan dengan cara : (a)observasi partisipasi selama tindakan kelas berlangsingdi kelas IV, (b) dokumentasi hasil kerja kelompok siswa.Dari hasil ini tindakan selanjutnya dideskripsikan sesuaitujuan penelitian.
HASIL PENELITIAN
Kondisi awal pembelajaran matematika, khususnya pokokbahasan operasi pengurangan bilangan bulat negativedilakukan secara konvensional yaitu : (1) guru menjelaskansecara verbal tentang operasi pengurangan bilangan bulatnegative, (2) guru dalam memberikan pemahaman hanyamelalui gambar garis bilangan dengan penjelasan yangsangat terbatas, sehingga menimbulkan kebingunganpada para siswa, ketika materi sampai pada penguranganbilangan bulat negative. (3) materi yang diajarkan di kelasIV mengacu pada GBPP matematika KBK yang belumcukup dipahami secara baik. (4) factor yang menyebabkanhambatan pembelajaran matematika adalah kreativitasguru dalam mengembangkan pendekatan pembelajarandan pemanfaatan media belajar.Dari pelaksanaan tindakan kelas, hasilnyaadalah sebagai berikut: Siklus I pembelajaran materioperasi pengurangan bilangan bilangan bulat negativemelalui pendekatan RME, dimulai dengan para siswamembuat sendiri alat peraga atau media belajar melaluiarahan guru, yang dilakukan secara kelompok. Hasilmonitoring selama tindakan berlangsung adalah, dapatmeningkatkan antusiasme belajar siswa. Aktivitas belajar secara kelompok berjalan dengan baik, masing-masinganggota kelompok melakukan tugasnya sesuai dengantanggung jawab yang diembannya.Interaksi diantaramereka cukup efektif, karena ingin mencapai targer-targer tugas yang diberikan kepada mereka secara maksimal.Dari penelitian hasil pekerjaan atau tugas siswa adalah75% telah diselesaikan dengan baik, 25% hanya tinggalmemberikan symbol-simbol hal ini terjadi karena umumnyamereka melakukan pekerjaan sdambil bersenda gurau,sehingga diantaranya ada yang lupa pada tugasnya.Siklus II pembelajaran melalui realisasi dari persoalan-persoalan operasi pengurangan dan penjumlahanbilangan bulat negative dengan cara mengamatipergerakan mobil-mobilan diatas garis bilangan, masing-masing kelompok diberi delapan soal bervariasi. Dari 12kelompok 10 kelompok dapat menyelesaikan 5 menitlebih cepat dari waktu yang telah ditentukan, sedangkansisanya dapat menyelesaikan sesuai dengan waktu yangtelah ditentukan . Semua kelompok telah sampai padapemahaman konsep bilangan bulat negatif dengan baik .Siklus III pembelajran meteri operasi bilangan bulatnegatif . Pada tahap ini para siswa mencoba memantapkankemampuan yang siudah diperoleh pada siklus II melaluilatihan menyelesaikan 8 soal bervariasi, materi operasipengurangan bilangan bulat negative seraca perorangan.Sebagian besar dapat menyelesaikan lebih cepat dariwaktu yang sudah ditentukan, hanya senbagian kecilyang menyelesaikan sesuai dengan waktu yang telahditentukan.
PEMBAHASAN
Mengenai kondisi awal pembelajaran matematikamenunjukkan : (1) materi operasi pengurangan bilanganbulat negative disampaikan secara konvensional , (2) gurucenderung memberikan hafalan secara verbal dan hanyaditambah sedikit dengan gambar garis bilangan yang tidaksecara lengkap menyelesaikan seluruh permasalahan,(3) permasalahan yang dialami guru yaitu kemampuanmenentukan pendekatan yang sesuai dengan materibahasan dan kreativitas guru.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->