Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tinjauan Kritis Terhadap Perbankan Syari'ah

Tinjauan Kritis Terhadap Perbankan Syari'ah

Ratings: (0)|Views: 572|Likes:
Published by Ani Mawarni

More info:

Published by: Ani Mawarni on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
 
STUDI KRITIS TERHADAP PERBANKAN SYARIAH
Oleh : Kholid Syamhudi, Lc
Pendahuluan
Dewasa ini semarak penggunaan kata syari’at dalam kalangan muslimindinegara ini. Pantas untuk disyukuri karena secara langsung atau tidak telahmenunjukkan semangat kaum muslimin untuk kembali merujuk agamanya. Namun juga harus diperhatikan dan disadari jangan sampai hal ini hanya sebagai nama dan jorgan semata tanpa kesesuaian dengan syari’at yang suci dan mulia ini. Karenaitulah perlu adanya upaya meluruskan istilah dan nama syari’at tersebut agar benar-benar mewakili syari’at islam yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Diantaranama dan istilah ini adalah perbankan syari’ah atau bank syari’at yang didefinisikandengan insitusi atau lembaga yang melakukan aktivitas langsung perbankan diatasasas dasar islam dan kaedah-kaedah fikihnya.
1
Institusi ini mulai merata danmenampakkan jati dirinya ditengah-tengah banyaknya bank-bank konvensionaldinegara ini.
Realita Pahit Praktek Ribawi
Sudah dimaklumi dalam syari’at islam bahwa riba adalah sesuatu yangdiharamkan, namun ironisnya didapatkan banyak sekali kaum musliminmenggandrunginya. Bahkan kita dapati jaringan ribawi ini telah tersebar dalamkehidupan masyarakat umum seperti tersebarnya pembuluh darah dalam tubuhmanusia sehingga merusak tatanan masyarakat islam dan merusak keindahan islamdimata pemeluknya. Tidak hanya sebatas ini saja bahkan banyak kaum musliminberkeyakinan dan memandang praktek ribawi adalah satu-satunya caramenumbuhkan perekonomian Negara dan masyarakatnya. Demikianlah sisaimplikasi buruk penjajahan yang telah menanamkan kedalam Negara jajahannya
1
Lihat definisi ini pada kitab al-Bunuk al-Islamiyah baina an-Nazhoriyah wa at-Tathbiq, Abdullah ath-Thoyaar hal. 88.
 
muamalah ribawiyah ini, sebab system ribawi ini masuk kedalam Negara-negaraislam melalui tangan dan jerih payah mereka.Kaum muslimin akhirnya mengimport system ini dari Negara kafir yangmenjajahnya baik Negara barat atau timur dan melupakan system perekonomianislam. Hendaknya mereka mengetahui bahwa Negara kafir tidak pernah pedulipada pertumbuhan keagamaan dan memisah agama dari kehidupan ekonomi.Sebab mereka tidak memiliki timbangan akhlak bahkan yang kuat dan kayalah yangakan berkuasa walaupun mereka mendapatkannya dengan bantuan orang-orangfakir dan miskin. Sedangkan islam menginginkan satu system ekonomi yang adilsehingga yang kuat tidak menindas yang lemah dan yang kaya menjajah yangmiskin. Juga agar harta tidak hanya berputar pada orang-orang kaya saja sehinggamenghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Allah berfirman:
ﺎﺑﺮﻟﺍ
 
ﻡﺮﺣﻭ
 
ﻊﻴﺒﻟﺍ
 
ﷲﺍ
 
ﻞﺣﺃﻭ
)
ﺓﺮﻘﺒﻟﺍ
:
275
(
Dan Allah telah menhalalkan jual beli dan mengharamkan Riba (QS. 2:275)
Tentunya syari’at islam memiliki system ekonomi yang bebas dari riba dantidak memiliki ketergantungan kepadanya dalam menumbuhkan tingkatperekonimian, kemasyarakatan dan kemanusiaan. Kita yakini dengan pasti adanyasystem ekonomi islam yang bebas dari riba baik dalam bidang perbankan atau yanglebih bersifat umum lainnya. Karenanya sudah menjadi kewajiban bagi kaummuslimin untuk meneliti dan mempelajari tatanan system tersebut yang tidakbertentangan dan menyimpang dari syari’at islam yang sempurna nan suci.Bersama jalannya waktu banyak orang yang sadar akan realita pahit praktekribawi ini. Krisis dan keguncangan ekonomi duniapun tidak dapat dielakkankembali sehingga orangpun berfikir solusi atas hal ini.Beberapa riset penelitian membuktikan bahwa orang yang berhutang denganbunga riba akan sulit atau membutuhkan waktu yang lama sekali untuk melunasihutang dan bunganya tersebut dan kenyataan umumnya mereka tidak mampumelunasinya. Hal ini akhirnya memaksa mereka untuk melepas atau menjual hartamiliknya yang menjadi sebab peminjaman hutang tersebut. Ini untuk dikeluarkanpada kemaslahatan produksi ditambah lagi pengaruh bunga hutang tersebut dalam
 
meninggikan biaya produksi yang berlanjut pada kenaikan harga. Sebabperusahaan yang mengambil hutang ribawi akan memasukkan nilai bunga hutangtersebut yang membuat naik biaya produksinya sehingga otomatis menaikkanharganya lebih tinggi.
2
Terbukti bahwa krisis-krisis yang menimpa perekonomian dunia umumnyamuncul dari hutang-hutang yang menumpuk atas perusahaan-perusahaan. Inidiketahui Negara-negara besar modern sehingga mereka terpaksa mengambillangkah pembatasan prosentase ribanya. Namun hal ini belum bisa mengurangibahaya riba.
3
 
Kemunculan Perbankan Syariah
Krisis demi krisis melanda ekonomi dunia hingga banyak sekali bank-bankkonvensional yang gulung tikar. Lihat saja dinegara Indonesia saja dalam tahun2001 M –versi buku Bank Syari’at dari teori ke praktek- telah ada 63 Bank yangsudah tutup, 14 bank telak di take over dan 9 bank lagi harus direkapitulasi denganbiaya ratusan triliyun rupiah. Ditambah harapan banyak kaum muslimin yangingin kembali menerapkan ajaran islam dalam seluruh aspek kehidupannyakhususnya dalam masalah ekonomi dan perbankan dan munculnya kebangkitanislam diera tahun tujuh puluhan. Semua ini mendorong para peneliti bertekadmenerapkan system ekonomi islam (Islamic economic system) dengan mengkonsepperbankan syari’at sebagai alternative pengganti perbankan konvensional. Namunwaktu itu keadaan dan situasi yang menyelimuti Negara-negara islam belummendukung harapan, pemikiran dan tekad tersebut.Kemudian mulailah adanya usaha-usaha riil untuk menerapkannya danmencari trik dan cara yang beraneka ragam untuk mengeluarkan profit keuntungandan sejenisnya dari lingkaran riba. Kemudian muncul setelah itu dalam dunia islamusaha-usaha yang lebih riil berupa penolakan terhadap realita yang diimport daribarat dizaman penjajahan. Usaha-usaha ini mengarah kepada realisasi pengganti
2
Lihat al-Mu’amalah al-Mashrofiyah al-Mu’ashorah Wa Ra’yu al-Islam Fihaa, DR. Muhammad Abdullah al-‘Arabi hal 13. (dinukil dari ar-Ribaa wa al-Mu’amalat al-Mashrafiyah, DR. Umar abdulaziz al-Mutrik hal 171
3
Ar-Ribaa wa al-Mu’amalat al-Mashrafiyah hal 171.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->