Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Skripsi

Skripsi

Ratings: (0)|Views: 2,239 |Likes:
Published by AnaZz Hatake

More info:

Published by: AnaZz Hatake on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG
Dalam rentang sejarah bangsa-bangsa, pemuda selalu berada di garisdepan dalam hingar bingar pembangunan. Idealisme telah membentuk  pemuda menjadi sosok yang ingin mengubah dunia menjadi lebih baik. Bagi bangsa-bangsa yang sedang mengejar kemajuan, komponen masyarakat yang paling vital dalam pengembangan modal sosial adalah pemuda. Dalam hal inisiswa, pelajar dan mahasiswa yang menjadi sorotan karena mereka-merekalahyang akan menjadi penerus bangsa dan mereka juga rentan terpengaruh kehal-hal yang negatif.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkansuasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya , masyarakat, bangsa dan Negara.Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar 
 
2
 pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadaptuntutan perubahan zaman.Perkembangan zaman, baik yang terjadi dinegara maju maupun dinegara yang sedang berkembang membawa dampak yang sangat banyak.Dampak yang ditimbulkan dapat berupa dampak positif maupun dampak negatif, dimana dampak-dampak tersebut ternyata sangat berpengaruhterhadap masyarakat. Pada saat ini kehidupan masyarakat mulai berubahkhususnya pada kalangan remaja. Mereka beranggapan bahwa seiring dengankemajuan zaman mereka dapat bebas dalam segala hal, baik dalam pergaulanmaupun yang lain. Anggapan serta pola pikir remaja yang salah terhadapkebebasan dalam melakukan segala hal, khususnya dalam hal bergaul, salahsatu penyebab adalah kurangnya pengetahuan remaja tentang apa yangdimaksud dengan kebebasan itu sendiri yang akhirnya dapat menyebabkantimbulnya perilaku yang menyimpang, salah satunya adalah kecenderungan perilaku delikuensi ( kenakalan remaja ) yang akhir-akhir ini banyak terjadi.Derasnya arus informasi dan teknologi yang kian canggih seperti saatsekarang ini, masuknya budaya barat ke Indonesia pun semakin banyak.Bebagai mode, trend dan gaya menjadi bagian tersendiri bagi kaum muda-mudi dalam bergaul khususnya anak sekolah. Searah ilmu pengetahuan danteknologi para generasi penerus` bangsa terkdang menyelewengkannya kearah negatif. Pesatnya arus teknologi membuat siswa dengan mudahnya
 
3
membuka situs website yang tidak seharusnya dibuka, dan makin hebatnyailmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran yang gampang diselewengkankearah negatif, contohnya seperti penyalahgunaan obat-obatan dan zat adiktif yang dilarang dipergunakan dan dijual bebas. Dua hal ini ternasuk dalamkategori kenakalan remaja yang sudah sangat kompleks dan sudah menjadi bagian tersendiri dalam suatu bangsa termasuk Indonesia.Masalah penyalahgunaan narkotika,psikotropika, dan zat adiktilainnya yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika danBahan/Obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yangmemerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkankerjasama multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yangdilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen, dan konsisten. Menurutsoedjono D, SH dalam bukunya narkotika dan remaja, khususnya di Indonesiamengenai penyalahgunaan narkotika menjangkau masyarakat sejak puluhantahun silam. Penggunaan narkoba akan menjadi kontrol diri mennjadi sangat berkurang atau hilang, rasa malu menipis, kesadaran memudar dan semua inimemudahkan terjun dalam kegiatan-kegiatan yang negatif seperti seks bebas,mencuri, perkelahian dan keonaran di masyarakat. Kebutuhan yang mendesak tidak kenal kompromi, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan narkoba.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Yuli Fatmi liked this
kakarlak liked this
miftakeuren liked this
Hami Sibagariang liked this
Rendra Saputra liked this
Ikrom liked this
Imam Solihin S liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->