Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
154Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konflik Palestina Dan Israel

Konflik Palestina Dan Israel

Ratings:

4.86

(59)
|Views: 34,154|Likes:
Published by Ryan Ananta
Tugas dari Matakuliah Hubungan Internasional di wilayah Timur Tengah.
Tugas dari Matakuliah Hubungan Internasional di wilayah Timur Tengah.

More info:

Published by: Ryan Ananta on Nov 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/22/2014

pdf

text

original

KONFLIK PALESTINA DAN ISRAEL
I.
Latar Belakang Masalah

Keberadaan negara Israel yang diproklamirkan oleh David Ben Gourion pada tanggal 14 Mei 1948 tentu tak terlepas dari cita-cita awal pergerakan zionis yang didirikan Theodore Herzl pada tahun 1896 itu. Konggres pertama gerakan zionis di Basle-Swiss tahun 1897 merekomendasikan, berdirinya sebuah negara khusus bagi kaum Yahudi yang tercerai berai di seluruh dunia. Pada konggres kedua tahun 1906, gerakan zionis pimpinan Herzl itu baru merekomendasikan secara tegas, mendirikan sebuah negara bagi rakyat Yahudi di tanah Palestina.

Situasi politik di Eropa akibat Perang Dunia I, memberi awal peluang bagi gerakan zionisme itu untuk menggapai cita-citanya tersebut. Inggris yang terlibat dalam Perang Dunia I melawan Jerman, ternyata bekerja sama dengan gerakan zionis pimpinan Herzl dan bangsa-bangsa Arab yang berada di bawah otoritas dinasti Ottoman (Khalifah Usmaniyah).

Inggris di satu pihak mendorong bagi bangkitnya nasionalisme Arab untuk melawan kekuasaan dinasti Ottoman yang memihak Jerman saat itu. Di pihak lain, Inggris memberi janji pula sebuah negara di Palestina pada gerakan zionisme saat itu, hingga terjadi semacam konspirasi internasional yang membentangkan jalan berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina.

Ada dua peristiwa sejarah penting yang menjadi fondasi bagi berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina.Pertama, Perjanjian Skyes-Picot tahun 1916 antara Inggris dan Perancis, yang membagi peninggalan dinasti Ottoman di wilayah Arab. Pada perjanjian tersebut ditegaskan, Perancis mendapat wilayah jajahan Suriah dan Lebanon, sedang Inggris memperoleh wilayah jajahan Irak dan Jordania. Sementara Palestina dijadikan status wilayah internasional.

Kedua, Deklarasi Balfour tahun 1917, yang menjanjikan sebuah negara Yahudi di

tanah Palestina pada gerakan zionis. Di bawah payung legitimasi Perjanjian Skyes-Picot dan Deklarasi Balfour tersebut, warga Yahudi di Eropa mulai melakukan imigrasi ke tanah Palestina pada tahun 1918.

1

Namun proses imigrasi Yahudi besar-besaran dari Eropa ke tanah Palestina dimulai pada tahun 1930-an. Impian gerakan Zionis itu baru terwujud ketika Majelis Umum (MU) PBB mengeluarkan resolusi No. 181 pada 19 November tahun 1947 yang menegaskan membagi tanah Palestina menjadi negara Yahudi dan Arab. Resolusi PBB No. 181 tersebut, mengantarkan David Ben Gourion memproklamirkan negara Yahudi pada 14 Mei tahun 1948.

Ideologi Zionisme secara singkat dapat didefinisikan sebagai kepercayaan tentang kembalinya orang-orang dan bangsa Yahudi dari diaspora mereka selama berabad-abad, sehingga dapat menyelamatkan mereka dari kekuasaan orang-orang non-Yahudi (gentiles), bahaya asimilasi dengan orang-oranggent iles, ancaman anti Semitisme (baca : Anti Yahudi) dari masyarakat lain. Karena itu Zionisme bertujuan untuk mewujudkan sebuah negara bangsa yang sepenuhnya Yahudi dalam etos dan karakter setelah berada di diaspora selama lebih dari 2000 tahun dan, dengan demikian, mereka mampu bertahan di muka bumi.

Pencarian sebuah wilayah negara-bangsa Yahudi, yang biasa mereka sebut sebagai \u2018promised land\u2019, tanah air yang dijanjikan, karena itu, merupakan program pokok Zionisme sejak ideologi ini pertama kali dirumuskan mantan wartawan Theodore Herzl pada 1979. Pencarian dan penetapan \u201ctanah air yang dijanjikan\u201d itu pun melalui proses yang rumit; mulai dari kawasan tertentu di Amerika Selatan, dan Afrika, sampai akhirnya kemudian bangsa Yahudi dan gerakan Zionis Internasional menetapkan Palestina sebagai \u201cpromised land\u201d.

Theodore Herzl (1860-1904), pendiri gerakan Zionisme mengatakan pada tahun 1895, \u201c Kami akan berusaha sekuat tenaga mengusir orang-orang Arab ke negeri tetangga dan akan menutup pintu masuk dan pekerjaan bagi mereka di negeri kami ini.\u201d Ia lalu berseru kepada warga Yahudi, \u201cKamu sekalian tidak akan menemukan kebahagian bila masih ada penduduk selain Yahudi di tanah Palestina.

Aksi pengusiran massal warga Palestina terjadi lagi seusai tiga perang besar Timur tengah (1948, 1956, 1967). Pemerintah negara baru Israel, setelah perang 1948, berhasil mengusir jumlah besar penduduk Palestina ke Mesir, Suriah, Yordania, dan Lebanon.

Tahun 1967, pengusiran warga Palestina lebih bersifat individul dan ditujukan pada
tokoh-tokoh berpengaruh. Hal ini berkaitan dengan berdirinya Organisasi Pembebasan2
Palestina (PLO) tahun 1969. Pemerintah pendudukan Israel bertindak keras terhadap
tokoh-tokoh Palestina yang diketahui sebagai simpatisan PLO.
II.
Konflik Antara Bangsa Arab dan Israel

Perang Arab-Israel pertama pun meletus pada tahun 1948, kemudian disusul Perang Suez tahun 1956, Perang Arab-Israel tahun 1967 dan tahun 1973 serta perang Lebanon tahun 1982.

Perang Arab Israel 1948 atau disebut juga sebagai "Perang Kemerdekaan" atau

"Perang Pembebasan" oleh orang Israel, adalah konflik bersenjata pertama dari serangkaian konflik yang terjadi antara Israel dan tetangga-tetangga Arabnya dalam konflik Arab-Israel. Bagi orang-orang Palestina, perang ini menandai awal dari rangkaian kejadian yang disebut sebagai "Bencana" (Bahasa Inggris: "The Catastrophe").

Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim. Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Muslim dan Kristen, akan dijadikan kota internasional.1

Kelahiran Israel pada 14 Mei 1948 telah menginisiasi konflik berkepanjangan antara Arab dengan Israel. Konflik bersenjata pertama antara Arab dengan Israel terjadi beberapa hari sesudah diproklamasikannya kemerdekaan Israel. Pada saat itu, Israel belum memiliki angkatan bersenjata yang resmi, dan hanya mengandalkan organisasi paramiliter seperti Haganah, Irgun, Palmach yang berjuang tanpa komando. Sementara bangsa Arab di Palestina juga mengandalkan organisasi paramiliter Futuwa dan Najjada. Namun setelah itu, bangsa Arab didukung oleh negara-negara Arab disekitar Israel seperti Irak, Yordania dan Mesir untuk mendukung perlawanan Arab terhadap Israel. Di tengah- tengah peperangan, organisasi paramiliter Israel dilebur menjadi sebuah angkatan bersenjata yang disebut dengan Israeli Defense Forces, sehingga mereka memiliki kekuatan militer yang lebih terkomando dan rapi. Peperangan 1948 atau yang dikenal

1 Artikel diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Arab-Israel_1948, pada tanggal 22 September
2008
3

Activity (154)

You've already reviewed this. Edit your review.
MoMo RaRa liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Muhamad Syahmi liked this
agam_clark liked this
Ria Manalu liked this
Deni Nax Dhubels liked this
Trika Yuliana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->