i
RINGKASAN EKSEKUTIF
Banjir yang terjadi pada awal tahun 2002 hampir merata terjadi di daerah pantaiutara pulau Jawa. Didasari oleh keinginan untuk memberikan sumbangsih solusi banjir,maka BTP DAS Surakarta melakukan investigasi di tiga lokasi sampel yaitu DASCiliwung (Bogor - Jakarta), DAS Lampir (Batang – Jawa Tengah) dan DAS Sampean(Bondowoso – Jawa Timur). Berdasarkan investigasi yang dilengkapi dengan hasil-hasilkajian yang berkaitan dengan banjir maka disusunlah suatu paper tentang Banjir,Penyebab dan Solusinya.Berdasarkan fakta di lokasi sampel dan hasil kajian maka dapat diidentifikasibeberapa penyebab banjir secara biofisik mencakup :1.
Curah hujan tinggi2.
Karakteristik DAS yang responsive terhadap banjir3.
Penyempitan saluran drainase4.
Perubahan penutupan lahanSedangkan secara sosial ekonomi dan budaya, banjir disebabkan :1.
Tidak tegasnya penegakan hukum2.
Perilaku masyarakat yang kurang sadar akan lingkungan3.
Timpangnya pembangunanCurah hujan saat terjadinya banjir merata di semua tempat dan dengan intensitasyang tinggi. Curah hujan harian berkisar dari 100 sampai 200 mm. Dengan curah hujanyang begitu tinggi, vegetasi penutup yang ada tidak lagi bisa mengendalikan aliranpermukaan. Kondisi ini didukung oleh karakteristik DAS yang sangat terjal di daerahhulu dan tiba-tiba menjadi datar di daerah hilir. DAS menjadi sangat responsive dalammengalirkan aliran permukaan. Di daerah hilir dengan perkembangannya yang sangatpesat menyebabkan saluran drainase yang ada sudah tidak dapat lagi menampung aliranpermukaan yang dihasilkan di daerah hulu maupun daerah hilir sendiri. Akibatnya aliranmeluap menggenangi daerah di sekitarnya. Dengan semakin pesatnya pertumbuhanpenduduk maka perubahan penggunaan lahan hampir tidak dapat dihindari. Perubahanpenggunaan lahan tersebut dapat berupa perubahan dari lahan bervegetasi menjadi lahanpemukiman ataupun dari tanaman keras menjadi tanaman semusim. Jika kondisinya tidak berubah maka banjir akan terus terjadi dan makin besar, baik intensitasnya maupun luasgenangannya. Dari empat faktor fisik yang menyebabkan banjir, dua yang pertama sangatsulit dirubah, sedangkan kesempatan merubah tinggal dua yang terakhir yaitu perbaikansaluran drainase dan penanganan perubahan penggunaan lahan. Dari faktor sosial,ekonomi dan budaya sebetulnya dapat dirubah semuanya tetapi membutuhkan kemauanyang kuat dari semua elemen masyarakat dan durasi yang relatif lama.Untuk penanganan bajir direkomendasikan menggunakan dua tahapan yaitu jangka pendek dan jangka panjang