1
WARTA BEA CUKAI
EDISI 401 APRIL 2008
IZIN DEPPEN:
NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483
PELINDUNG
Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
PENASEHAT
Direktur Penerimaan & PeraturanKepabeanan dan Cukai:
Drs. Hanafi Usman
Direktur Teknis Kepabeanan
Ir. Agung Kuswandono, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
Drs. Kusdirman Iskandar
Direktur Cukai
Drs. Frans Rupang
Direktur Penindakan & Penyidikan
Drs. R.P. Jusuf Indarto
Direktur Audit
Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
Dr. Heri Kristiono, SH, MA
Kepala Pusat Pendidikan danPelatihan Bea dan Cukai
Drs. Endang Tata
Inspektur Bea dan Cukai
Edy Setyo
Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC
Drs. Bambang Prasodjo
Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC
Drs. Erlangga Mantik, MA
Tenaga Pengkaji Bidang PengembanganKapasitas & Kinerja Organisasi KC
Susiwijono, SE
KETUA DEWAN PENGARAH
Sekretaris Direktorat JenderalBea dan Cukai:
Drs. Kamil Sjoeib, MA
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
Sonny Subagyo, S.Sos
DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi,Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA.Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M.Hendi Budi Santosa,Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA.Maimun, Ir. Agus Hermawan, MA.
PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
REDAKTUR
Aris Suryantini,Supriyadi Widjaya,Zulfril Adha Putra
FOTOGRAFER
Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
`Hulman Simbolon
(Medan)
, Abdul Rasyid
(Medan)
, Ian Hermawan
(Pontianak)
Donny Eriyanto (Makassar)Bambang Wicaksono (Ambon)
KOORDINATOR PRACETAK
Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
Kitty Hutabarat
PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
TATA USAHA
Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M.,Untung Sugiarto
IKLAN
Kitty Hutabarat
SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana
BAGIAN UMUM
Rony Wijaya
PERCETAKAN
PT. BDL Jakarta
ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
Kantor Pusat Direktorat JenderalBea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 478 65608, 478 60504,4890308 Psw. 154Fax. (021) 4892353majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO a/n :
MIRA PUSPITA DEWIBANK BNI 1946 CABANG CIPINANGRAWAMANGUN, JAKARTA TIMURNomor Rekening : 131339374
Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-
TERBIT SEJAK
25 APRIL 1968
D A R I R E D A K S I
AKSI MELAWAN GENG NARKOBA
ulan Maret lalu redaksi
WBC
berkunjung ke beberapa daerah untukmeliput kegiatan kantor-kantor bea cukai. Beberapa diantaranyayang termuat pada edisi ini misalnya peresmian rumah dinas diBandung dan persiapan KPPBC Tanjung Perak Surabaya yangakan segera menjadi kantor pelayanan utama. Dalam edisi ini pularedaksi melaporkan mutasi dan promosi pejabat DJBC eselon II yangdilakukan pada akhir bulan Februari lalu dan menyusul kemudian di awalbulan Maret terhadap eselon III.Sementara itu, dalam rubrik laporan utama, redaksi menurunkan tulisantentang peredaran gelap narkotika dan obat terlarang, atau lebih sering dikenaldengan nama narkoba, dan peran DJBC dalam melakukan pengawasan. Topikini selaras dengan tema yang diusung WCO pada perayaan Hari PabeanInternasional yaitu “
The Fight against Drugs Trafficking
”.Sebenarnya, masalah narkoba tidak akan pernah habis dibahas, dan itudisebabkan perang terhadap peredaran gelap narkoba tampaknya tidak akanpernah berakhir. Di Indonesia, perputaran uang dari bisnis gelap narkobakabarnya mencapai 1 hingga 2 triliun per hari, sedangkan korban akibatpenyalagunaan narkoba mencapai 3,2 juta jiwa, dan dari jumlah tersebut, lebihdari 1,1 juta jiwa adalah para pelajar dan mahasiswa.Angka-angka tersebut sangat fantastis, untuk itu instansi-instansipenegak hukum yang ada harus bekerja keras untuk meredam korban-korban baru berjatuhan. DJBC sebagai penjaga pintu perbatasan,memiliki peran sangat vital untuk menjaga wilayah darat, laut, dan udaradari keluar masuknya narkoba illegal. Peran petugas bea cukai setiap kalimelakukan tangkapan narkoba (termasuk barang-barang selundupanlainnya) sering mendapat apresiasi dari masyarakat awam. Saya seringmendengar komentar-komentar dari masyarakat seperti, “Eh, kemarin beacukai
nangkep
narkoba ya .., atau, “Hebat ya bea cukai tangkap kurirnarkoba”. Sementara, saya belum pernah mendengar masyarakat biasabilang, “Hebat ya target penerimaan bea cukai terpenuhi”.Tanpa bermaksud menafikan peran bea cukai dalam mengumpulkanpenerimaan buat negara serta membantu kalangan industri, kerja keraspencegahan dan penindakan yang dilakukan DJBC terhadap lalu lintasnarkoba illegal membentuk citra yang sangat positif bagi institusi bea cukai danpara petugas di lapangan. Di Amerika Serikat, industri filmnya (Hollywood)cukup banyak memperlihatkan aksi petugas US Customs berperang melawankartel heroin atau kokain dalam beberapa film
action
. Di luar masalah citra,saya percaya, penggambaran sepak terjang agen pabean dalam tugasnyapaling tidak memperkuat moral para petugas dilapangan.Sayangnya, di Indonesia, hingga saat ini (mudah-mudahan saya tidaksalah) belum ada film yang memperlihatkan bagaimana petugas bea cukaiikut berperang melawan geng narkoba. Selain film action masih jarang,film di Indonesia sekarang lebih banyak yang bergenre drama percintaandan horor. Pertimbangannya, selain karena faktor biaya untuk film aksi,mungkin karena petugas bea cukai dianggap tidak cukup keren untukberaksi di depan kamera, dan penonton Indonesia sepertinya lebih sukamenonton pocong atau suster ngesot.
Lucky R. Tangkulung
B