mengindikasikan perlunya pemberian oksigen tambahan. Kadar normal PO2 adalah80-100 mmHg
y
PCO2, menggambarkan gangguan pernafasan. Pada tingkat metabolisme normal,PCO2 dipengaruhi sepenuhnya oleh ventilasi. PCO2 yang tinggi menggambarkanhipoventilasi dan begitu pula sebaliknya. Pada kondisi gangguan metabolisme, PCO2dapat menjadi abnormal sebagai kompensasi keadaan metabolik. Nilai normal PCO2adalah 35-45 mmHg
y
HCO3-, menggambarkan apakah telah terjadi gangguan metabolisme, sepertiketoasidosis. Nilai yang rendah menggambarkan asidosis metabolik dan begitu pulasebaliknya. HCO3- juga dapat menjadi abnormal ketika ginjal mengkompensasigangguan pernafasan agar pH kembali dalam rentang yang normal. Kadar HCO3-normal berada dalam rentang 22-26 mmol/l
y
Ba
se excess
(BE), menggambarkan jumlah asam atau basa kuat yang harusditambahkan dalam mmol/l untuk membuat darah memiliki pH 7,4 pada kondisiPCO2 = 40 mmHg dengan Hb 5,5 g/dl dan suhu 37C
0
. BE bernilai positif menunjukkan kondisi alkalosis metabolik dan sebaliknya, BE bernilai negatif menunjukkan kondisi asidosis metabolik. Nilai normal BE adalah -2 sampai 2 mmol/l
y
Saturasi O2, menggambarkan kemampuan darah untuk mengikat oksigen. Nilainormalnya adalah 95-98 %Dari komponen-komponen tersebut dapat disimpulkan menjadi empat keadaan yangmenggambarkan konsentrasi ion H+ dalam darah yaitu:
Asidosis respiratorik
Adalah kondisi dimana pH rendah dengan kadar PCO2 tinggi dan kadar HCO3- juga tinggisebagai kompensasi tubuh terhadap kondisi asidosis tersebut. Ventilasi alveolar yanginadekuat dapat terjadi pada keadaan seperti kegagalan otot pernafasan, gangguan pusat pernafasan, atau intoksikasi obat. Kondisi lain yang juga dapat meningkatkan PCO2 adalahkeadaan hiperkatabolisme. Ginjal melakukan kompensasi dengan meningkatkan ekskresi H+dan retensi bikarbonat. Setelah terjadi kompensasi, PCO2 akan kembali ke tingkat yangnormal.
Alkalosis respiratorik
Perubahan primer yang terjadi adalah menurunnya PCO2 sehingga pH meningkat. Kondisiini sering terjadi pada keadaan hiperventilasi, sehingga banyak CO2 yang dilepaskan melaluiekspirasi. Penting bagi dokter untuk menentukan penyebab hiperventilasi tersebut apakahakibat hipoksia arteri atau kelainan paru-paru, dengan memeriksa PaO2. Penyebabhiperventilasi lain diantaranya adalah nyeri hebat, cemas, dan iatrogenik akibat ventilator.Kompensasi ginjal adalah dengan meningkatkan ekskresi bikarbonat dan K+ jika prosessudah kronik.
Asidosis Metabolik
Ditandai dengan menurunnya kadar HCO3-, sehingga pH menjadi turun. Biasanyadisebabkan oleh kelainan metabolik seperti meningkatnya kadar asam organik dalam darahatau ekskresi HCO3- berlebihan. Pada kondisi ini, paru-paru akan memberi respon yang cepatdengan melakukan hiperventilasi sehingga kadar PCO2 turun. Terlihat sebagai pernafasankussmaul. Pemberian ventilasi untuk memperbaiki pola pernafasan justru akan berbahaya,