Stable angina adalah tipe yang paling umum dari angina, dan adalah apa yang dimaksudkan oleh kebanyakan orang-orang ketika mereka merujuk pada angina. Orang-orang dengan stable angina mempunyai gejala-gejala angina pada basis yang reguler dan gejala-gejalanya sedikit banyaknya dapat diprediksi (contohnya, menaiki tangga-tanggamenyebabkan nyeri dada). Untuk kebanyakan pasien-pasien, gejala-gejalanya terjadi selama pengerahan tenaga danumumnya berlangsung kurang dari lima menit. Mereka dibebaskan dengan istirahat atau obat, seperti nitroglycerindibawah lidah.
Unstable angina
Unstable angina adalah kurang umum dan lebih serius. Gejala-gejala lebih parah dan kurang dapat diprediksidaripada pola-pola dari stable angina. Lebih dari itu, nyeri-nyerinya lebih sering, berlangsung lebih lama, terjadiwaktu istirahat, dan tidak dibebaskan dengan nitroglycerin dibawah lidah (atau pasien perlu untuk menggunakanlebih banyak nitroglycerin daripada biasanya). Unstable angina tidaklah sama seperti serangan jantung, namun iamemerlukan kunjungan segera pada dokter anda atau departemen darurat rumah sakit karena pengujian jantunglebih jauh sangat diperlu
kan. Unstable angina seringkali adalah pendahuluan pada serangan jantung.
Penyebab Angina
Penyebab yang paling umum dari angina adalah penyakit arteri koroner. Penyebab yang kurang umum dari anginaadalah spasme (kekejangan) dari arteri-arteri koroner.
Penyakit Arteri Koroner
Arteri-arteri koroner mensuplai darah yang beroksigen pada otot jantung. Penyakit arteri koroner berkembang ketikakolesterol mengendap di dinding arteri, menyebabkan pembentukan senyawa yang keras dan tebal yang disebut plak kolesterol. Akumulasi dari plak kolesterol dari waktu ke waktu menyebabkan penyempitan dari arteri-arteri koroner, proses yang disebut arteriosclerosis. Arteriosclerosis dapat dipercepat dengan merokok,tekanan darah tinggi,kolesterol yang naik, dandiabetes. Ketika arteri-arteri koroner menjadi sempit lebih dari 50% sampai 70%, merekatidak lagi memenuhi permintaan oksigen darah yang meningkat oleh otot jantung selama latihan atau stres.Kekurangan oksigen pada otot jantung menyebabkan nyeri dada (angina).
Coronary artery spasm
Dinding-dinding dari arteri-arteri dikelilingi oleh serat-serat otot. Kontraksi yang cepat dari serat-serat otot inimenyebabkan penyempitan yang tiba-tiba (spasm) dari arteri-arteri. Spasme dari arteri-arteri koroner mengurangidarah ke otot jantung dan menyebabkan angina. Angina sebagai akibat dari spasme (kekejangan) arteri koroner disebut
"variant" angina
atau
Prinzmetal angina
. Prinzmetal angina secara khas terjadi waktu istirahat, biasanyadi jam-jam pagi dini. Spasme dapat terjadi pada arteri-arteri koroner normal serta pada yang disempitkan oleharteriosclerosis.Spasme arteri koroner dapat juga disebabkan oleh penggunaan atau penyalahgunaan cocaine. Spasme dari dindingarteri yang disebbkan oleh cocaine dapat begitu signifikan sehingga ia sebenarnya dapat menyebabkan serangan jantung.
Penyebab-Penyebab Lain Dari Nyeri Dada
Dalam merawat pasien-pasien dengan nyeri dada, dokter membedakan apakah nyeri berhubungan dengankekurangan oksigen pada otot jantung (seperti pada angina atau serangan jantung), atau disebabkan oleh proses yanglain. Banyak kondisi-kondisi dipertimbangkan yang dapat menyebabkan nyeri dada yang serupa pada yang dariserangan jantung atau angina. Contoh-contoh termasuk yang berikut: