Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sengketa Kewenangan Antar Lembaga Negara

Sengketa Kewenangan Antar Lembaga Negara

Ratings: (0)|Views: 1,026|Likes:
Published by Lawan Michel

More info:

Published by: Lawan Michel on Jan 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

 
 
SENGKETA KEWENANGAN LEMBAGA NEGARADAN HUKUM ACARANYA
 OLEH MARUARAR SIAHAAN.PENDAHULUAN
Pembicaraan tentang sengketa antar lembaga negara dalam konteks kewenanganMahkamah Konstitusi dalam UUD 1945 setelah perubahan, sesungguhnya harusdilakukan dalam rangka pembahasan organisasi dan kelembagaan negara. Pembicaraandemikian hanya dapat dimasuki dengan tepat apabila kita juga membicarakan hakikatkekuasaan negara, yang disusun dalam struktur organisasi secara melembaga. Haltersebut erat kaitannya dengan filsafat hukum dan negara serta perkembangan sejarah baik secara umum maupun secara nasional dimasing-masing negara, yang juga akantercermin dalam konstitusi negara tersebut. Dalam kaitan itu ajaran teori kedaulatan yangdikenal dalam sejarah, yaitu masing-masing Kedaulatan Tuhan, Kedaulatan Raja,Kedaulatan Hukum, Kedaulatan Rakyat dan Kedaulatan Negara, bertumbuh dan menjadilandasan penyusunan kekuasaan negara yang kemudian dirumuskan dalam konstitusi.Menurut Prof. Dr. Jimly Asshidiqie SH, tiga faham kedaulatan yaitu kedaulatan Tuhan,kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat dapat dikatakan berlaku secara simultan dalamkhasanah pemikiran bangsa ini tentang kekuasaan negara, dimana kekuasaan kenegaraandalam wadah NKRI pada dasarnya adalah derivat dari kesadaran kolektif bangsamengenai kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan dalam fahamkedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat.
1
Selanjutnya dikatakan prinsip kedaulatanhukum diwujudkan dalam gagasan
rechtsstaat 
atau
the rule of law
serta prinsip supremasihukum, dimana dalam perwujudannya kebijakan hukum harus disusun melalui
1
Dalam Firmansyah dkk, Lembaga Negara Dan Sengketa Kewenangan Antar lembaga Negara, KonsorsiumReformasi Hukum Nasional (KRHN) cet 1, 2005 hal x-xi.
 
mekanisme demokrasi yang lazim sesuai dengan ketentuan sila kerakyatan yang dipimpinoleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
2
 Ajaran kedaulatanrakyat akan tercermin bukan hanya dalam pembentukan hukum dan pengambilankebijakan dalam penyelenggaraan negara, akan tetapi secara formal juga tercermin dalamstruktur dan organisasi pemegang kekuasaan penyelenggaraan negara.Faham kedaulatan rakyat yang dalam sejarah sangat mengenal doktrin
Trias Politika
dari Montesqieu, menekankan diperlukannya penyusunan kekuasaan negara dengan tidak memusatkan kekuasaan negara dalam satu tangan atau badan saja, untuk menjamin perlindungan kebebasan warga negara.
Trias politika
tersebut didasarkan pada pemisahan kekuasaan negara yang lazim dikenal dengan
 separation of powers,
tetapi beberapa sarjana menyebut bahwa karena tidak terdapat pemisahan kekuasaan secaraabsolut, maka yang terjadi sesungguhnya adalah pembagian kekuasaan (
division of  powers)
. Kekuasaan negara dibagi dan dipisahkan dalam tiga kekuasaan pokok, yaitu,
eksekutif, legislatif dan judikatif.
Ketiga kekuasaan tersebut kemudian dirinci dandilaksanakan dalam banyak organ, badan atau lembaga yang melaksanakan kekuasaanatau sebagian kekuasaan negara tersebut yang diperlukan dalam menyelenggarakankehidupan bersama untuk tujuan yang ditentukan secara bersama pula. Pembagiankekuasaan negara tersebut dapat terjadi secara horizontal, yaitu diantara cabang eksekutif,legislatif dan judikatif yang dirinci dalam organ, badan atau lembaga ditingkat pusatyang setara, dan sebagai akibat tidak dianutnya ajaran pemisahan kekuasaan secaramutlak, maka konsekwensi logis dari padanya adalah terjadinya proses
chekcs and balances
diantara cabang-cabang kekuasaan tersebut.
Checks and balances
tersebutmerupakan mekanisme pembatasan dan keseimbangan dari satu cabang kekuasaanterhadap cabang kekuasaan yang lain.Secara vertikal pembagian kekuasaan
  
 bukan hanya dalam sistem federal, dalamnegara kesatuan seperti Indonesia
  
 juga dilakukan antara Pemerintah Pusat denganPemerintah Daerah, yaitu daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota. Pasal 18 ayat (1), ayat(2) dan ayat (5) menegaskan pembagian kekuasaan tersebut dengan memberikan kepadaPemerintahan Daerah untuk menjalankan otonomi seluas-luasnya, dengan hak untuk 
2
Ibid.
2
 
menetapkan peraturan daerah dan peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagaiurusan Pemerintah Pusat.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->