Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah fikih

makalah fikih

Ratings: (0)|Views: 555|Likes:
Published by HeriHerwanto

More info:

Published by: HeriHerwanto on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/07/2012

pdf

text

original

 
Bab llPEMBAHASAN
1.
 
HIBAH
 
A
.
 
Pengertian
H
ibah
Hibah ialah anugerah, pemberian atau hadiah yang melibatkan suatu akadyang mengandung pemberian hak milik oleh pemilik harta kepada seseorangsecara rela hati semasa hayatnya atas dasar kasih sayang dan kemanusiaan tanpamengharapkan balasan atau tukaran.Kata hibah berasal dari bahasa Arab yang sudah diadopsi menjadi bahasaIndonesia, kata ini merupakan mashdar dari kata  yang berarti pemberian.Sedangkan pengertian hibah secara terminologi adalah :    Terjemahnya :
Akad yang menjadikan kepemilikan tanpa adanya penggantiketika masih hidup dan dilakukan secara sukarela.´.Hibah diatur oleh Pasal 1666 KUH Perdata, dan merupakan tindakan persetujuan dari si pemberi hibah pada waktu hidupnya, dengan cuma-cuma dantidak dapat ditarik kembali untuk menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah. Undang-undang tidak mengakui hibah yang terjadi diantaraorang-orang yang masih hidup. Akta hibah berdasarkan Pasal 1682 harus dibuat dimuka NotarisSeperti dalam KUHP Perdata tentang perikatan pasal 1666 :
 
Penghibahanadalah suatu persetujuan, dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentinganseseorang yang menerima penyerahan barang itu.
3
 
B.
 
Perspektif Kompilasi Hukum Islam Terhadap HibahKompilasi Hukum Islam tidak terlalu banyak memberikan pengaturanmengenai hibah, yakni dalam Pasal 210 sampai dengan Pasal 214 dan sebelumnyadalam Pasal 171 butir g Kompilasi Hukum Islam. Ditemukan Kompilasi HukumIslam, bahwa hibah itu adalah pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpaimbalan dari seseorang kepada orang lain yang masih hidup untuk dimiliki.Karenanya orang yang menghibahkan harta bendanya tersebut harus sudahdewasa, dalam artian minimal berumur 21 tahun dan berakal sehat serta adanyaunsure paksaan, kekhilafan ataupun penipuan. Agaknya kompilasi Hukum Islam berpandangan bahwa hibah setara dengan wasiat. Hanya saja, wasiat dipandangsebagai hibah yang digantungkan pada kejadian tertentu, yaitu matinya seseorang(pewasiat). Buktinya adalah baik wasiat maupun hibah ada pembatasannya, yakni paling banyak sepertiga dari seluruh harta kekayaan pewasiat atau penghibah (A.Rachmad Budiono, 1999:183). Hal ini demikian ini ditegaskan dalam ketentuan pasal 210 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam, bahwa seseorang dapatmenghibahkan sebayak-banyaknya sepertiga harta bendanya kepada orang lainatau lembaga yang ditunjuknya.C.
 
Rukun HibahMenurut ulama Hanafiyah, rukun hibah adalah ijab dan qabul sebab keduannyatermasuk akad seperti halnya jual-beli. Sedangkan menurut jumhur ulama rukunhibah ada empat :1.Wahib (pemberi)2.Mauhud lah (penerima)3.Mauhud (barang yang dihibahkan)4.Ijab dan qabul
4
 
D. Syarat HibahSyarat hibah menurut ulama Hanabilah ada 11 :1.Hibah dari harta yang boleh di tasharrufkan2.Terpilih dan sungguh-sungguh3.Harta yang diperjualbelikan4.Tanpa adanya pengganti5.Orang yang sah memilikinya6.Sah menerimanya7.Walinya sebelum pemberi dipandang cukup waktu8.Menyempurnakan pemberian9.Tidak disertai syarat waktu10.Pemberi sudah dipandang mampu tasharruf (merdeka, dan mukallaf)11.Mauhub harus berupa harta yang khusus untuk dikeluarkanE.. Macam-macam Hibah1.Hibah barang2.Hibah manfaatDi antara hibah manfaat adalah hibah muajjalah (hibah bertempo), µariyyah(pinjaman), dan minhah (pemberian). Ada pula hibah yang disyaratkan masanyaselama orang yang diberi hibah masih hidup dan disebut hibah umri (hibahseumur hidup), seperti jika seseorang memberikan tempat tinggal kepada oranglain sepanjang hidupnya. Hibah seperti ini diperselisihkan oleh para ulama dalamtiga pendapat :Pertama, bahwa hibah tersebut merupakan hibah yang terputus sama sekali.Yakni bahwa hibah tersebut adalah hibah terhadap pokok barangnya (ar-raqabah), pendapat ini dikemukakan oleh Syafi¶i, Abu Hanifah, ats-Tsauri, Ahmad, dansekelompok fuqaha lainnya.
5

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->