Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
65Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ikterus neonatorum

Ikterus neonatorum

Ratings: (0)|Views: 2,336|Likes:
Published by Fernia Stevani

More info:

Published by: Fernia Stevani on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

 
Fernia stevani 10 2009 127Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
BAB I
 
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Ikterus neonatorum (Ikterus: kuning , Neonatorum: bayi baru lahir)adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaputmata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (disebut jugahiperbilirubinemia). Warna kekuningan pada bayi baru lahir umumnyamerupakan kejadian alamiah (fisologis), namun adakalanya menggambarkansuatu penyakit (patologis). Bayi berwarna kekuningan yang alamiah(fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga50% bayi baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cukup), dan persentasenya lebih tinggi pada bayi prematur.Ikterus adalah gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit danmukosa karena adanya deposisi produk akhir katabolisme hem yaitu bilirubin.Secara klinis, ikterus pada neonatus akan tampak bila konsentrasi bilirubinserum lebih 5 mg/dL. Hiperbilirubinemia adalah keadaan kadar bilirubindalam darah >13 mg/dL.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mempelajari tentang ikterus baik dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, gejala klinis, patofisiologi, epidemiologi, etiologi, pengobatan, prognosis, dan pencegahannya.
 
 
Fernia stevani 10 2009 127Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
BAB IIPembahasan
I
.
 
Anamnesis
Anamnesis adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara.Anamnesis dapat dilakukan langsung kepada pasien, yang disebutautoanamnesis, atau dilakukan terhadap orang tua, wali, orang yang dekatdengan pasien, atau sumber lain, disebut sebagai aloanamnesis. Termasuk didalam aloanamnesis adalah semua keterangan dokter yang merujuk, catatanrekam medik, dan semua keterangan yang diperoleh selain dari pasiennyasendiri. Oleh karena bayi dan sebagian besar anak belum dapat memberikanketerangan, maka dalam bidang kesehatan anak aloanamnesis mendudukitempat yang jauh lebih penting dari pada autanamnesis. Yang perlu dilakukan pada anamnesis pada anak adalah sebagai berikut:
1
a.
 
Identitas :
 
 Nama (+ nama keluarga)
 
U
mur/ usia
o
 
 Neonatus/ bayi
o
 
Balita/ prasekolah
o
 
Sekolah
o
 
Akil balik 
 
J
enis kelamin
 
 Nama orang tua
 
Alamat
 
U
mur/ pendidikan/ pekerjaan orang tua
 
Agama dan suku bangsa b.
 
Riwayat penyakit :Keluhan utama
 
Keluhan/ gejala yang menyebabkan pasien dibawa berobat
 
Tidak harus sejalan dengan diagnosis utamac.
 
Riwayat perjalanan penyakit :
 
Fernia stevani 10 2009 127Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
 
C
erita kronologis, rinci, jls ttg keadaan pasien sblm ada keluhansampai dibawa berobat
 
Pengobatan sebelumnya dan hasilnya (macam obat dll)
 
Tindakan sebelumnya (suntikan, penyinaran)
 
Reaksi alergi
 
Perkembangan penyakit ± gejala sisa/ cacat
 
Riwayat penyakit pada anggota keluarga, tetangga
 
Riwayat penyakit lain yg pernah diderita sebelumnyad.
 
Hal ± hal yang perlu ditanyakan tentang keluhan / gejala :
 
Lama keluhan
 
M
endadak, terus-menerus, perlahan-lahan, hilang timbul, sesaat
 
Keluhan lokal: lokasi, menetap, pindah-pindah, menyebar 
 
Bertambah berat/ berkurang
 
Yang mendahului keluhan
 
Pertama kali dirasakan/ pernah sebelumnya
 
Keluhan yang sama adalah pada anggota keluarga, orang serumah,sekelilingnya
 
U
 paya yang dilakukan dan hasilnyaAnamnesis ikterus pada riwayat onstetri sebelumnya sangat membantu dalammenegakan diagnosis hiperbilirubnemia pada bayi. Termasuk anamnesismengenai riwayat inkompabilitas darah, riwayat transfusi tukar atau terapisinar pada bayi sebelumnya. Disamping itu faktor risiko kehamilan dan persalinan juga berperan dalam diagnosis dini ikterus/hiperbilirubinemia pada bayi. Faktor risiko itu antara lain adalah kehamilan dengan komplikasi, obatyang diberikan pada ibu selama hamil/persalinan, kehamilan dengan diabetesmellitus, gawat janin, malnutrisi intrauterine, infeksi intranatal, dan lain-lain.
II
.
 
Pemeriksaan
 Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, sistemik, dan penunjang.
II
.
I
Pemeriksaan fisis
Pemeriksaan fisis yang baik diawali dengan anamnesis yg sistematisuntuk mengetahui riwayat penyakit pasien. Yang dinilai pada pemeriksaanfisis anak adalah

Activity (65)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aditya Nugraha liked this
farafariha liked this
KonNy Sua liked this
Zyunna Nana liked this
nafira00 liked this
utamidian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->