Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manaqib Habib Miqdad Baharun - Menantu Habib Muhammad Bin Syekh Bin Yahya (Kang Ayip Muh) Cirebon

Manaqib Habib Miqdad Baharun - Menantu Habib Muhammad Bin Syekh Bin Yahya (Kang Ayip Muh) Cirebon

Ratings: (0)|Views: 1,064|Likes:
Published by Irfan Irawan Cbn
Manaqib Habib Miqdad Baharun - Menantu Habib Muhammad Bin Syekh Bin Yahya (Kang Ayip Muh) Cirebon
Manaqib Habib Miqdad Baharun - Menantu Habib Muhammad Bin Syekh Bin Yahya (Kang Ayip Muh) Cirebon

More info:

Published by: Irfan Irawan Cbn on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/25/2014

pdf

text

original

 
Manaqib Ulama
– 
www.almuhibbin.com
1
Berkhidmat kepada Dua Habib MuhammadTiba-tiba Habib Muhammad menangis dan berbisik ke telingan Habib Miqdad,
 “Man ya’tani bi dinihim? –
siapa yang akan memperhatikan urusan agama mereka?
Suatu ketika Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki datang ke Bangil dan menjadi tamu di pesantren
Darul Lughah wad Da’wah, asuhan Habib Hasan bin Ahmad Baharun. Seperti biasa seorang santri
diperintahkan untuk menyampaikan kalimat tahrib (selamat datang), dan yang menyampaikannya adalahseorang santri bernama Quraisy, adik Habib Miqdad sendiri. Rupanya Abuya terkesan dengan sambutanbahasa Arab dari santri cilik itu, dan menanyakan ke Habib Hasan, bagaimana jika ia dibawa ke Makkah untuk belajar di sana. Tentunya Habib Hasan senang mendengarnya, namun sang ibu masih khawatir karenausianya baru 12 tahun waktu itu. Abuya menanyakan kembali, kalau ada kakak nya, tidak apa. Dan disitulahHabib Miqdad yang lahir di Sumenep 16 Agustus 1967 di tanya oleh Abuya, sudah berapa lama nyantri, kitabapa saja yang telah di kaji, mau tidak belajar di Makkah. Habib Miqdad menyanggupinya meskipun syarat nyalumayan berat karena selama menempuh pendidikan disana tidak boleh di jenguk selama 7 tahun olehkeluarga dan kerabatnya.Tanpa membuang waktu, sepekan setelah itu Habib Miqdad berangkat bersama Abuya ke Arab Saudikediaman Abuya di tahun 1983, 4 tahun pertama beliau ditempatkan di Madinah, di bawah asuhan guru yangditugaskan Abuya, tiap tahun beliau sempatkan untuk berhaji, hingga tahun 1987 beliau dipindahkan keMakkah tepatnya di Rusaifan di bawah didikan langsung Abuya. Dengan konsen sisiplin ilmu Hadist, sirah,usul fiqih, dan tafsir. Guru beliau diantanya, Habib Salim bin Umar Assegaf, Syaikh Abdullah al Lahji, Syaikh
 
Manaqib Ulama
– 
www.almuhibbin.com
2
 Ahmad bin Jabir Jibran, Sayyid Ahmad Ar Ruqami al Yamani, Syaikh Farhan al Misri, Syaikh Muhammadd bin Ali Ash Shabuni pakar tafsir al Quran terkemuka.
Hari Hari Bersama Abuya
Selain belajar aktifitas Habib miqdad adalah berkhidmat kepada Abuya, semua kebutuhan sang guru mulia,bersih bersih lingkungan tempat belajar, sepekan sekali mencuci mobil Abuya. Beliau jalani semua denganpenuh suka cita, dengan keyakinan penuh keberkahan bersama sang guru, sampai sempat beiau di tugaskanuntuk mengangkat A 
C berukuran besar naik turun rumah Abuya 4 lantai, beliau hanya berujar “semua itumemberi keberkahan pada diri ana saat ini” dengan senuyuman beliau ceritakan kisahnya.
 Pagi hari setelah tugas mencuci mobil selesai sekitar pukul 09.00 semua santri beristirahat, setalah mandi
sarapan dan sebagainya, dilanjutkan jam 9.30 ta’lim bersama Abuya di kamar pribadinya sampai 1.30 siang.
Biasanya sampai membaca tiga kitab, setelahnya dilanjut sholat Dzuhur berjamaah, dan istirahat sampaiwaktu Ashar. Ketika Ashar tiba, sholat berjamaah dipimpin Abuya di Musholah, semua santri setelahnya
membaca wirid Hizbul Bahr, setelahnya ada ta’lim lagi selesai pukul 5.00 sore. Setelahnya sholat magrib
berjamaah, Abuya mengajar santri nya sampai sekitar 8.30 malam, lalu sholat isya berjamaah.
 
Manaqib Ulama
– 
www.almuhibbin.com
3
Setelah santri bubar untuk istirahat ke kamar masing masing, Abuya menerima tamu, dengan segalakeperluannya, baru Abuya pulang ke rumah untuk menemui istri, ibu, dan anak beliau, setelahnya baru Abuyake meja kerja beliau untuk menulis agenda dan sebagainya, sampai tengah malam baru Abuya beristirahat.
 Abuya tidak pernah tidur di ranjang, melainkan tidur di bawah beralaskan kasur tipis, sambil berkata “saya
malu kepada Rasulullah, Beliau s.a.w tidur di tikar, bagaimana mungkin saya tidur d
i kasur”, suatu ketika ada
yang menanyakan kebiasaannya itu. Saat subuh juga seperti biasa Abuya sudah berada di mushola terlebih
dahulu dari para santrinya, setelah berjamaah, wirid, dilanjutkan ta’lim. Bisa dikatakan dari subuh sampai
9.30 malam adalah waktu untuk santri dan umat, selebihnya untuk keluarga.Dan tepatnya pada tahun 1993 Habib Miqdad mendapatkan tugas khusus menjadi sekertaris pribadi Abuya,
yang tugas utamanya adalah menulis apa yang diperintahkan Abuya dan memastikan kesiapan semua ta’li
m Abuya, membersihkan ruangan belajar, menyalakan AC, sampai memegang kunci majelis. Setelah semuapersiapan selesai baru para santri masuk, ketika semua bubar pun, beliau masih menemani Abuya terutamaketika Abuya menerima tamu.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->