Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
219Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KERAJAAN PADJADJARAN

KERAJAAN PADJADJARAN

Ratings:

4.13

(8)
|Views: 35,977 |Likes:
Published by susanto

More info:

Published by: susanto on Nov 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
KERAJAAN PADJADJARANKerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu yang diperkirakanberibukotanya di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kunonusantara, kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda,Pasundan, atau berdasarkan nama ibukotanya yaitu Pakuan Pajajaran.Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti SanghyangTapak.SejarahSejarah kerajaan ini tidak dapat terlepas dari kerajaan-kerajaanpendahulunya di daerah Jawa Barat, yaitu Kerajaan Tarumanagara,Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, dan Kawali. Hal ini karenapemerintahan Kerajaan Pajajaran merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan tersebut. Dari catatan-catatan sejarah yang ada, dapatlahditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai ibukota Pajajaran yaituPakuan. Mengenai raja-raja Kerajaan Pajajaran, terdapat perbedaan urutanantara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan CaritaWaruga Guru.Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkansejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:Prasasti Batu Tulis, BogorPrasasti BatutulisPrasasti Batutulis terletak di jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis,Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulismemiliki luas 17 x 15 meter. Batu Prasasti dan benda-benda lainpeninggalan kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu iniberukir kalimat-kalimat dengan huruf Sunda Kuno.Isi PrasastiWangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun,diwastu diya wingaran prebu guru dewatapranadi wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu hajj di pakwan pajajaranseri sang ratu dewatapun ya nu nyusuk na pakwandiva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) curahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarangya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyanlsa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawae(m) ban bumiTerjemahanTerjemahan bebasnya kira-kira seperti iniSemoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhumDinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,
 
dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di PakuanPajajaran Sri Sang Ratu Dewata.Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucuRahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan,membuat undakan untuk hutan Samida[1], membuat Sahiyang Telaga RenaMahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka "Panca Pandawa MengembanBumi"[2].Catatan kaki^ Lokasi hutan samida ini konon yang sekarang dipakai sebagai KebunRaya Bogor.^ Ini adalah sangkala yang artinya adalah 5 5 4 1 atau kalau dibalik adalah1455 Saka (1533 Masehi)Prasasti Sanghyang Tapak, SukabumiPrasasti Kawali, CiamisPrasasti Astana GedePrasasti Astana Gede atau Prasasti Kawali merujuk pada beberapa prasastiyang ditemukan di kawasan Kabuyutan Kawali, kabupaten Ciamis, JawaBarat, terutama pada prasasti "utama" yang bertulisan paling banyak (Prasasti Kawali I). Adapun secara keseluruhan, terdapat enam prasasti.Kesemua prasasti ini menggunakan bahasa dan aksara Sunda (Kaganga).Meskipun tidak berisi candrasangkala, prasasti ini diperkirakan berasal dariparuh kedua abad ke-14 berdasarkan nama raja.Berdasarkan perbandingan dengan peninggalan sejarah lainnya sepertinaskah Carita Parahyangan dan Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara,dapat disimpulkan bahwa Prasasti Kawali I ini merupakan sakakala atautugu peringatan untuk mengenang kejayaan Prabu Niskala Wastu Kancana,penguasa Sunda yang bertahta di Kawali, putra Prabu Linggabuana yanggugur di Bubat.Isi teksTeks di bagian muka:nihan tapa kawa-li nu sang hyang mulia tapa bha-gya par
ĕ
bu raja wastumangad
ĕ
g di kuta ka-wali nu mahayuna kadatuansura wisesa nu marigi sa-kuliling day
ĕ
h. nu najur sakaladesa aja manu panderi pak 
ĕ
nagawe ring hayu pak 
ĕ
n hebel jaya dina buanaTeks di bagian tepi tebal:hayua diponah-ponah
 
hayua dicawuh-cawuhinya neker inya anggerinya ninycak inya rempagAlihbahasaTeks di bagian muka:Inilah jejak (tapak) (di) Kawali (dari) tapa beliau Yang Mulia Prabu RajaWastu (yang) mendirikan pertahanan (bertahta di) Kawali, yang telahmemperindah kedaton Surawisesa, yang membuat parit pertahanan disekeliling wilayah kerajaan, yang memakmurkan seluruh pemukiman.Kepada yang akan datang, hendaknya menerapkan keselamatan sebagailandasan kemenangan hidup di dunia.Teks di bagian tepi tebal: Jangan dimusnahkan! Jangang semena-mena!Ia dihormati, ia tetap.Ia menginjak, ia roboh.Tugu Perjanjian Portugis (padraõ), Kampung Tugu, JakartaTaman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor.Daftar raja PajajaranSri Baduga Maharaja (1482 – 1521)Sri Baduga MaharajaSri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zamanPajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). Pada masainilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan duakali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima Galuh dari ayahnya(Prabu Dewa Niskala) yang kemudian bergelar Prabu Guru Dewapranata. Yang kedua ketika ia menerima Tahta Kerajaan Sunda dari mertuanya,Susuktunggal. Dengan peristiwa ini, ia menjadi penguasa Sunda-Galuh dandinobatkan dengar gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan PajajaranSri Sang Ratu Dewata. Jadi sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, setelah"sepi" selama 149 tahun, Jawa Barat kembali menyaksikan iring-iringanrombongan raja yang berpindah tempat dari timur ke barat. Untuk menuliskan situasi kepindahan keluarga kerajaan dapat dilihat padaPindahnya Ratu Pajajaran1 Prabu Siliwangi2 Biografi2.1 Masa muda2.2 Perang Bubat3 Kebijakan Sri Baduga dan Kehidupan Sosial4 Peristiwa-peristiwa di masa pemerintahannya4.1 Carita Parahiyangan4.2 Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2.Prabu Siliwangi

Activity (219)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hero Wijaya liked this
bnyak kalimat yag g aq ngerti. ksih ringkasnya aja donk....
Rezza Nanda Prasetya added this note
Susah Buat Copy+Pastenya... wkwkwkw
gag lengkap nihh
Sopiyan Sopi liked this
Febby Adjha added this note
kalau ringkasannya tidak ada , ya ?
Doni Nurramdan liked this
Atila Narifa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->