Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendampingan Sosial

Pendampingan Sosial

Ratings: (0)|Views: 219|Likes:
Published by mamantara

More info:

Published by: mamantara on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/08/2012

pdf

text

original

 
Pendampingan Sosial
http://hafismuaddab.wordpress.com/2010/04/28/pendampingan-sosial/ 
 Apa itu pendampingan sosial? Apa tujuannya?· Siapa saja yang termasuk keluarga miskin dan fakir miskin? Apa ciri-cirinya? Bagaimanamenyeleksi keluarga yang paling miskin (fakir miskin) dari keluarga miskin?· Apa itu pemberdayaan masyarakat? Apa tujuannya? Apa ciri-ciri keluarga yang telah berdaya?Bagaimana mengukurnya?· Mengapa keluarga miskin perlu didampingi? Apa kaitannya dengan pemberdayaan?· Bagaimana mendampingi keluarga miskin? Apa tugas-tugas pendamping? Bagaimana agar tugas-tugas tersebut dapat dilakukan di lapangan dengan berhasil, apa saja prinsip-prinsipnya?Dalam merespon pertanyaan di atas, makalah ini membahas tiga materi utama yang meliputi:· Pengertian pendampingan sosial· Dimensi kemiskinan dan indikator kemiskinan· Dimensi dan indikator pemberdayaan· Pendampingan sosial sebagai strategi pemberdayaan masyarakat miskin.Materi ini merupakan bahan bacaan bagi pelatih dari STKS Bandung dan Depsos. Meskipunbahan ini bernuansa akademik, pelatih diharapkan dapat menjelaskan materi ini dengan bahasayang mudah dipahami dan disertai dengan contoh praktis. Misalnya, ketika menjelaskan peran-peran pendamping, pelatih merujuk pada kegiatan-kegiatan usaha ekonomis produktif yangsecara praktis dapat dilakukan oleh para keluarga binaan.
PENDAMPINGAN SOSIAL
Pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai tindakan sosial dimana penduduksebuah komunitas mengorganisasikan diri dalam membuat perencanaan dan tindakan kolektif untuk memecahkan masalah sosial atau memenuhi kebutuhan sosial sesuai dengankemampuan dan sumberdaya yang dimilikinya. Dalam kenyataannya, seringkali proses ini tidakmuncul secara otomatis, melainkan tumbuh dan berkembang berdasarkan interaksi masyarakatsetempat dengan pihak luar atau para pekerja sosial baik yang bekerja berdasarkan dorongankaritatif maupun perspektif profesional. Para pekerja sosial ini berperan sebagai pendampingsosial.Masyarakat miskin seringkali merupakan kelompok yang tidak berdaya baik karena hambataninternal dari dalam dirinya maupun tekanan eksternal dari lingkungannya. Pendamping sosial
 
kemudian hadir sebagai agen perubah yang turut terlibat membantu memecahkan persoalanyang dihadapi mereka. Pendampingan sosial dengan demikian dapat diartikan sebagai interaksidinamis antara kelompok miskin dan pekerja sosial untuk secara bersama-sama menghadapiberagam tantangan seperti; (a) merancang program perbaikan kehidupan sosial ekonomi, (b)memobilisasi sumber daya setempat (c) memecahkan masalah sosial, (d) menciptakan ataumembuka akses bagi pemenuhan kebutuhan, dan (e) menjalin kerjasama dengan berbagaipihak yang relevan dengan konteks pemberdayaan masyarakat.Pendampingan sosial sangat menentukan kerberhasilan program penanggulangan kemiskinan.Mengacu pada Ife (1995), peran pendamping umumnya mencakup tiga peran utama, yaitu:fasilitator, pendidik, perwakilan masyarakat, dan peran-peran teknis bagi masyarakat miskinyang didampinginya.1. Fasilitator. Merupakan peran yang berkaitan dengan pemberian motivasi, kesempatan, dandukungan bagi masyarakat. Beberapa tugas yang berkaitan dengan peran ini antara lainmenjadi model, melakukan mediasi dan negosiasi, memberi dukungan, membangunkonsensus bersama, serta melakukan pengorganisasian dan pemanfaatan sumber.2. Pendidik. Pendamping berperan aktif sebagai agen yang memberi masukan positif dandirektif berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya serta bertukar gagasan denganpengetahuan dan pengalaman masyarakat yang didampinginya. Membangkitkan kesadaranmasyarakat, menyampaikan informasi, melakukan konfrontasi, menyelenggarakan pelatihanbagi masyarakat adalah beberapa tugas yang berkaitan dengan peran pendidik.3. Perwakilan masyarakat. Peran ini dilakukan dalam kaitannya dengan interaksi antarapendamping dengan lembaga-lembaga eksternal atas nama dan demi kepentinganmasyarakat dampingannya. Pekerja sosial dapat bertugas mencari sumber-sumber,melakukan pembelaan, menggunakan media, meningkatkan hubungan masyarakat, danmembangun jaringan kerja.4. Peran-peran teknis. Mengacu pada aplikasi keterampilan yang bersifat praktis. Pendampingdituntut tidak hanya mampu menjadi µmanajer perubahan´ yang mengorganisasi kelompok,melainkan pula mampu melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan berbagaiketerampilan dasar, seperti; melakukan analisis sosial, mengelola dinamika kelompok,menjalin relasi, bernegosiasi, berkomunikasi, memberi konsultasi, dan mencari sertamengatur sumber dana.
DIMENSI DAN INDIKATOR KEMISKINAN
Berdasarkan definisi kemiskinan dan fakir miskin dari BPS dan Depsos (2002), jumlahpenduduk miskin pada tahun 2002 mencapai 35,7 juta jiwa dan 15,6 juta jiwa (43%) diantaranyamasuk kategori fakir miskin. Secara keseluruhan, prosentase penduduk miskin dan fakir miskinterhadap total penduduk Indonesia adalah sekira 17,6 persen dan 7,7 persen. Ini berarti bahwasecara rata-rata jika ada 100 orang Indonesia berkumpul, sebanyak 18 orang diantaranyaadalah orang miskin, yang terdiri dari 10 orang bukan fakir miskin dan 8 orang fakir miskin(Suharto, 2004:3).Pengertian Kemiskinan
 
· Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimaluntuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002:3).· Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhanminimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan (povertyline) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiahyang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non-makanan yang terdiri dariperumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasalainnya (BPS dan Depsos, 2002:4).· Kemiskinan pada umumnya didefinisikan dari segi pendapatan dalam bentuk uangditambah dengan keuntungan-keuntunan non-material yang diterima oleh seseorang.Secara luas kemiskinan meliputi kekurangan atau tidak memiliki pendidikan, keadaankesehatan yang buruk, kekurangan transportasi yang dibutuhkan oleh masyarakat (SMERUdalam Suharto dkk, 2004).· Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhikebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber matapencaharian tetapi tidak memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan(Depsos, 2001).· Kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaansosial. Basis kekuasaan sosial meliputi: (a) modal produktif atau asset (tanah, perumahan,alat produksi, kesehatan), (b) sumber keuangan (pekerjaan, kredit), (c) organisasi sosialdan politik yang dapat digunakan untuk mencapai kepentingan bersama (koperasi, partaipolitik, organisasi sosial), (d) jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang, dan jasa,(e) pengetahuan dan keterampilan, dan (f) informasi yang berguna untuk kemajuan hidup(Friedman dalam Suharto, dkk.,2004:6).
Dimensi Kemiskinan
Kemiskinan merupakan fenomena yang berwayuh wajah. David Cox (2004:1-6) membagikemiskinan kedalam beberapa dimensi:· Kemiskinan yang diakibatkan globalisasi. Globalisasi menghasilkan pemenang danpengkalah. Pemenang umumnya adalah negara-negara maju. Sedangkan negara-negaraberkembang seringkali semakin terpinggirkan oleh persaingan dan pasar bebas yangmerupakan prasyarat globalisasi.· Kemiskinan yang berkaitan dengan pembangunan. Kemiskinan subsisten (kemiskinanakibat rendahnya pembangunan), kemiskinan pedesaan (kemiskinan akibat peminggiranpedesaan dalam proses pembangunan), kemiskinan perkotaan (kemiskinan yang sebabkanoleh hakekat dan kecepatan pertumbuhan perkotaan).· Kemiskinan sosial. Kemiskinan yang dialami oleh perempuan, anak-anak, dan kelompokminoritas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->