Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II

BAB II

Ratings: (0)|Views: 185|Likes:

More info:

Published by: Iteng Cindtta Kecan Hoptiech on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2012

pdf

text

original

 
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Sistem Pengangkatan Pemimpin di Suku Baduy atau Kanekes
Masyarakat Kanekes atau Baduy mengenal dua sistem pemerintahan, yaitu;1.
 
S
istem nasional, yang mengikuti aturan Negara Kesatuan Republik 
 
Indonesia.2.
 
S
istem adat yang mengikuti adat istiadat yang dipercaya masyarakat.Kedua sistem tersebut digabung atau diakulturasikan sedemikian rupa
 
sehingga tidak terjadi perbenturan.
S
ecara nasional penduduk Kanekes
 
dipimpin oleh kepala desa yang disebut sebagai jaro pamarentah, yangada di bawah camat, sedangkan secara adat tunduk pada pimpinan adatKanekes yang tertinggi, yaitu ³
 PUUN 
´
.
S
truktur pemerintahan secaraadat Kanekes adalah sebagaimana tertera pada Gambar dibawah ini.
 
Pemimpin adat tertinggi dalam masyarakat Kanekes adalah ³puun
´
yang adadi tiga kampung tangtu. Jabatan tersebut berlangsung turun-temurun, namuntidak otomatis dari bapak ke anak, melainkan dapat juga kerabat lainnya.
 
Jangka waktu jabatan puun tidak ditentukan, hanya berdasarkan padakemampuan seseorang memegang jabatan tersebut.Pelaksana sehari-hari pemerintahan adat kapuunan (kepuunan) dilaksanakan
 
oleh jaro, yang dibagi ke dalam empat jabatan, yaitu:
 
1.
 
Jaro Tangtu.Jaro tangtu bertanggung jawab pada pelaksanaan hukum adat pada
 
warga tangtu dan berbagai macam urusan lainnya
 
2.
 
 jaro dangka.Jaro dangka bertugas menjaga, mengurus, dan memelihara tanah titipan
 
leluhur yang ada di dalam dan di luar Kanekes. Jaro dangka berjumlah 9orang, yang apabila ditambah dengan 3 orang jaro tangtu disebutsebagai jaro duabelas. Pimpinan dari jaro duabelas ini disebut sebagai jaro tanggungan.3.
 
 jaro pamarentah.Adapun jaro pamarentah secara adat bertugas sebagai penghubungantara masyarakat adat Kanekes dengan pemerintah nasional, yang
 
dalam tugasnya dibantu oleh pangiwa, carik, dan kokolot lembur atautetua kampung (Makmur, 2001).
2.2 Sistem Penyelesaian Kasus Pidana di Suku Baduy atau Kanekes
H
ukuman disesuaikan dengan kategori pelanggaran, yang terdiri atas
 
 pelanggaran berat dan pelanggaran ringan.
H
ukuman ringan biasanyadalam bentuk pemanggilan sipelanggar aturan oleh Pu¶un untuk diberikan peringatan. Yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran ringan
 
antara lain cekcok atau beradu-mulut antara dua atau lebih wargaBaduy.
H
ukuman Berat diperuntukkan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat. Pelaku pelanggaran yang mendapatkan hukuman inidipanggil oleh Jaro setempat dan diberi peringatan.
S
elain mendapat
 
 peringatan berat, siterhukum juga akan dimasukan ke dalam lembaga pemasyarakatan (LP) atau rumah tahanan adat selama 40 hari.
S
elainitu, jika hampir bebas akan ditanya kembali apakah dirinya masih mau
 
 berada di Baduy Dalam atau akan keluar dan menjadi warga BaduyLuar di hadapan para Pu¶un dan Jaro. Masyarakat Baduy Luar lebihlonggar dalam menerapkan aturan adat dan ketentuan Baduy.
S
etiap pelanggaran hokum berdasarkan hokum adat yang berlaku di
S
uku
 
Baduy atau Kanekes.
2.3 Sistem Penyelesaian Kasus Perdata di Suku Baduy atau Kanekes2.3.1 Dalam Bidang Perkawinan
Di dalam proses pernikahan pasangan yang akan menikah selaludijodohkan dan tidak ada yang namanya pacaran. Orang tua laki-lakiakan bersilaturahmi kepada orang tua perempuan dan memperkenalkankedua anak mereka masing-masing.
S
etelah mendapatkan kesepakatan, kemudian dilanjutkan dengan proses
 
3 kali pelamaran. Tahap Pertama, orang tua laki-laki harus melapor keJaro (Kepala Kampung) dengan membawa daun sirih, buah pinang dangambir secukupnya. Tahap kedua, selain membawa sirih, pinang, dan
 
gambir, pelamaran kali ini dilengkapi dengan cincin yang terbuat dari baja putih sebagai mas kawinnya. Tahap ketiga, mempersiapkan alat-alat kebutuhan rumah tangga, baju serta seserahan pernikahan untuk 
 
 pihak perempuan. Uniknya, dalam ketentuan adat, Orang Baduy tidak 
 
mengenal poligami dan perceraian. Mereka hanya diperbolehkan untuk menikah kembali jika salah satu dari mereka telah meninggal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->