Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
GPP-SAP Politik Desentralisasi Dan Otonomi Daerah by Ondo Riyani

GPP-SAP Politik Desentralisasi Dan Otonomi Daerah by Ondo Riyani

Ratings: (0)|Views: 311|Likes:
Published by toenggoel

More info:

Published by: toenggoel on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2014

pdf

text

original

 
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)DAN SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
POLITIK DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH
DISUSUN OLEH :TIM PENGAJAR SUBJEK
Drs. H. Ondo Riyani, M.Si.Drs. H. A. Kadir Kastella, M.Si.
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERIJATINANGOR2011
 
2
POLITIK DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAHA.Pengantar
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib untuk seluruh program studi pada Fakultas Politik Pemerintahan IPDN dengan beban 3 (tiga)SKS. Dalam kuliah ini dibahas tentang konsepdesentralisasi dan otonomi daerah, perspektif dan tujuan desentralisasi (politik, administratif,fiskal, ekonomi, dan berkeseimbangan), tujuan desentralisasi dari perspektif negara-masyarakat(
state-society relation
), desentralisasi dan otonomi daerah di negara kesatuan dan negara federasi,sejarah perkembangan pemerintahan daerah dan perkembangan perundang-undangan otonomidaerah, pendekatan-pendekatan (
approaches
) implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomidaerah, elemen dasar entitas pemerintahan daerah, pembagian kewenangan dan fungsi-fungsidalam rangka desentralisasi, dan isu-isu kontemporer dan aktual implementasi desentralisasi danotonomi daerah dari perspektif politik.
B.Tujuan Pembelajaran
Kuliah ini memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang politik desentralisasi danotonomi daerah dan berbagai masalah yang erat kaitannya dengan implementasinya. Denganmempelajari mata kuliah ini, peserta didik (praja) diharapkan dapat memahami, mampumenjelaskan, membandingkan, dan menganalisis berbagai fenomenaimplementasi desentralisasidan otonomi daerah dari perspektif politik.
C.Metode Pembelajaran
Dalam upaya mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan di atas, proses belajar dan mengajardalam mata kuliah ini akan lebih menekankan pada kombinasi antara metode
lecture
,
tutorial
, dan
case study
. Metode
lecture
dilakukan dalam bentuk tatap muka di kelas untuk menguraikankonsep-konsep,teori, dan berbagai aturan normatif mengenai desentralisasi dan otonomi daerahserta implementasinya dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah. Metode
tutorial
ditekankan pada tanya jawab selama perkuliahan dan diskusi kelompok tentang tema-tema politik desentralisasi dan otonomi daerah yang aktual dan telah disepakati. Sedangkan metode
case study
dilakukan dengan mendiskusikan beberapa contoh studi kasus dalam kaitannya dengankontekstualisasi politikdesentralisasi dan otonomi daerah.Dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruhpeserta didik (praja) peserta kuliah. Dosen menjalankan fungsi sebagai fasilitator denganmengungkapkan substansi, argumen, dan perspektif dari literatur yang dijadikan rujukanperkuliahan dan diskusi. Sedangkan peserta didik (praja) diharapkan lebih banyak belajar secaramandiri atau berkelompok dengan mendiskusikan berbagai topik dan materi yang telah dan akandibicarakan di kelas, serta menambahkan beberapa literatur yang relevan dengan substansi materiperkuliahan. Dalam perkuliahan ini dikembangkan budaya akademik :
reading ability, writingability, speaking ability
, dan
accountability
.Agar proses transfer pengetahuan (
transfer of knowledge
) dan keterampilan (
transfer of skill
) dapatberkesinambungan dan terjaga dengan baik, peserta didik diharapkan untuk selalu hadir dalampertemuan kelas. Ketidakhadiran hanya diperbolehkan kalau ada pemberitahuan sebelumnya danatau dalam keadaan yang mendesak. Di luar itu, untuk kepentingan menjaga konsistensi dan situasiperkuliahan secara kondusif di kelas, peserta didik diharapkan tidak terlambat. Toleransiketerlambatan disepakati maksimal 15 menit.
D.Materi Mata Kuliah
Rencana perkuliahan (tatap muka) mulai dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuanterakhir dapat dilihat pada matriks GBPP dan SAP sebagai berikut:
 
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)
MATA KULIAH:POLITIK DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAHNOMOR KODE:DESKRIPSI SINGKAT:
Dalam kuliah ini dibahas tentang konsep desentralisasi dan otonomi daerah, perspektif dan tujuan desentralisasi(politik, administratif, fiskal, ekonomi, dan berkeseimbangan), tujuan desentralisasi dari perspektif negara-masyarakat (
state-society relation
), desentralisasi dan otonomi daerah di negara kesatuan dan negara federasi,sejarah perkembangan pemerintahan daerah dan perkembangan perundang-undangan otonomi daerah, pendekatan-pendekatan (
approaches
) implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, elemen dasar entitaspemerintahan daerah, pembagian kewenangan dan fungsi-fungsi dalam rangka desentralisasi, dan isu-isukontemporer dan aktual implementasi desentralisasi dan otonomi daerah dari perspektif politik.
STANDAR KOMPETENSI:
Setelah mengikuti perkuliahan ini, peserta didik (praja) diharapkan mampu memahami, dapat menjelaskan danmembandingkan, serta menganalisis tentang konsep dan implementasi desentralisasi dan otonomi daerah dariperspektif politik. Lebih lanjut diharapkan para peserta didik memiliki deskripsi dan kemampuan analisis mengenaiberbagai permasalahan dan pengembangan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia.
No.Kompetensi DasarPokok BahasanSub Pokok BahasanMediaAlokasiWaktuSumber Bacaan1234567
1Peserta didik (praja) dapatmemahami dan menjelaskantentang pengertian-pengertian :Politik, Desentralisasi, OtonomiDaerah, dan Politik Desentralisasidan Otonomi Daerah
PengertianPolitik,Desentralisasi, danOtonomi Daerah
1.Pengertian Politik 2.PengertianDesentralisasi3.PengertianPolitik Desentralisasi4.PengertianOtonomi Daerah5.Pengertian Politik Desentralisasidan Otonomi DaerahLaptopInfocustOHPSlideWhite-boardSpidol150 menitMiriam Budiardjo,2008.
Austin Ranney1996.
Diana Conyer, 1984.Parson, 1961Mawhood, 1987Smith, 1985Dennis A. Rondinellidan G. ShabbirCheema, 1983Slater, 1990BhenyaminHoessein,2003Ateng Syafrudin,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Subhan Haris liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->