Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan

Ratings: (0)|Views: 386|Likes:
Published by 19863107

More info:

Published by: 19863107 on Jan 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/11/2012

pdf

text

original

 
 
Pajak Bumi dan Bangunan
3
24209523
 
 Fitri
OBJEK PAJAK, SUBJEK PBB
PBB
dikenakan terhadap
Objek Pajak berupa tanah dan bangunan
yangdidasarkan pada asas kenikmatan dan manfaat dan dibayar setiap tahun.
PBB
 pengenaannya didasarkan pada Undang-Undang No. 12 tahun 1985 sebagaimanatelah diubah dengan Undang-Undang No.12 tahun 1994 Tentang
P
erubahan atasUndang-Undang No.12 Tahun 1985 tentang
P
ajak
B
umi dan
B
angunan. Dalam babI diatur tentang Ketentuan Umum yang memberikan penjelasaan tentang istilah-istilah teknis atau definisi-definisi
PBB
seperti pengertian :
Bumi
adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya.
P
engertian ini berarti bukan hanya tanah permukaan bumi saja tetapibetul-betul tubuh bumi dari permukaan sampai dengan magma, hasiltambang, gas material yang lainnya.
Bangunan
adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkansecara tetap pada tanah dan/atau perairan.Objek
P
ajak yang tidak dikenakan
P
ajak diatur dalam
P
asal 3 UU No.12tahun 1985 sebagaimana telah dirubah terakhir dengan Undang-Undang No.12Tahun 1994 mengatur bahwa :1.
 
Objek
P
ajak yang tidak dikenakan
PBB
adalah objek pajak yang :a.
 
Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidangibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yangtidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan;b.
 
Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenisdengan itu;c.
 
Merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, tamannasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh Desa, dan tanahnegara yang belum dibebani suatu hak;d.
 
Digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asasperlakuan timbal-balik;e.
 
Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yangditentukan oleh Menteri Keuangan.2.
 
Objek
P
ajak yang digunakan oleh Negara untuk penyelenggaraanpemerintahan, penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan
P
eraturan
P
emerintah.3.
 
B
esarnya Nilai Jual Objek
P
ajak Tidak Kena
P
ajak ditetapkan sebesar Rp8.000.000,00 untuk setiap Wajib
P
ajak.4.
 
P
enyesuaian besarnya NJO
P
TK
P
sebagaimana dimaksud pada ayat (3)ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
P
elaksanaan perhitungan pengenaan pajak
PBB
ditentukan berdasarkanNilai Jual Objek
P
ajak (NJO
P
) setelah dikurangi dengan NJO
P
Tidak Kena
P
ajaksebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan R.I. Nomor:201/KMK.04/2000 tentang
P
enyesuaian
B
esarnya Nilai Jual Objek
P
ajak TidakKena
P
ajak Sebagai Dasar
P
enghitungan
PBB
, yang berlaku pada tahun pajak
 
 
Pajak Bumi dan Bangunan
4
24209523
 
 Fitri
2001 sampai dengan ditetapkannya
P
eraturan
P
emerintah atau sampai saat inimengatur untuk perhitungan
PBB
adalah:1.)
 
Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Jual Objek
P
ajak (NJO
P
)2.)
 
Kepada
s
etiap wajib pajak
diberikan Nilai Jual Objek
P
ajak Tidak Kena
P
ajak (NJO
P
TK
P
).
P
enetapan besarnya NJO
P
TK
P
sebagaimana dimaksud dalam
P
eraturantersebut di atas untuk setiap Daerah Kabupaten/Kota, ditetapkan oleh KepalaKantor Wilayah Direktorat Jenderal
P
ajak atas nama Menteri Keuangan denganmempertimbangkan pendapat
P
emerintah Daerah setempat.Kemudian dengan terbitnya
P
eraturan
P
emerintah Nomor 25 tahun 2002tanggal 13 Mei 2002 Tentang
P
enetapan
B
esarnya Nilai Jual Kena
P
ajak Untuk
P
enghitungan
PBB
, besarnya Nilai Jual Kena
P
ajak (NJK
P
) sebagai dasarpenghitungan pajak yang terutang sebagaimana dimaksud dalam
P
asal 6 ayat (3)Undang-Undang Nomor 12 tahun 1985 tentang
PBB
sebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang No.12 Tahun 1994, ditetapkan untuk :1.)
 
Objek
P
ajak
P
erkebunan, Kehutanan dan
P
ertambangan sebesar 40 %dari NJO
P
.2.)
 
Objek pajak lainnya :Sebesar 40 % dari Nilai Jual Objek
P
ajak apabila Nilai Jual Objek
P
ajaknya Rp 1.000.000.000,00 atau lebihSebesar 20 % dari Nilai Jual Objek
P
ajak apabila Nilai Jual Objek
P
ajaknya kurang dari Rp 1.000.000.000,00.
Subjek Pajak
Subjek
P
ajak berdasarkan Undang-Undang
PBB
adalah orang atau badanyang mendapatkan manfaat atau kenikmatan atas sebidang tanah dan ataubangunan yang dikuasainya. Hal ini dapat kita lihat pada
P
asal 4 ayat (1),
 
yangpada intinya menyatakan bahwa yang menjadi Subjek
P
ajak adalah orang ataubadan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi, dan/ataumemperoleh manfaat atas bumi, dan/atau memiliki, menguasai, dan/ataumemperoleh manfaat atas bangunan. Selanjutnya orang atau badan atau dapatdisebut Subjek
P
ajak yang dikenakan kewajiban membayar pajak disebut sebagai
Wajib Pajak.
Pendaftaran PBB
P
endaftaran, Surat
P
emberitahuan Objek
P
ajak (S
P
O
P
), Surat
P
emberitahuan
P
ajak Terutang (S
PP
T) dan Surat Ketetapan
P
ajak (SK
P
) diaturdalam
P
asal 9, yang isinya adalah:Dalam rangka pendataan subjek pajak wajib mendaftarkan objekpajaknya dengan mengisi Surat
P
emberitahuan Objek
P
ajak (S
P
O
P
).S
P
O
P
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diisi dengan jelas,benar, dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan kepadaDirektorat Jenderal
P
ajak yang wilayah kerjanya meliputi letak Objek
 
 
Pajak Bumi dan Bangunan
5
24209523
 
 Fitri
P
ajak, selambatlambatnya 30 hari setelah tanggal diterimanya S
P
O
P
olehSubjek
P
ajak.Melihat pasal ini prinsip
self asesment 
dapat kita lihat pada saatpendaftaran dan pendataan, yang atas kemauan Subjek
P
ajak melaksanakan apayang ada dalam
P
asal tersebut. Kemudian selanjutnya dalam pelaksanaanadministrasi mengingat tingkat kemampuan masyarakat dari Sabang sampaiMerauke sangat berjenjang, pendaftaran dan pendataan Wajib
P
ajak/Subjek
P
ajak yang mempunyai kriteria pengetahuan, maka perlu dibantu dandipermudah dengan melaksanakan
P
asal 9 ayat (3) yang menyatakan bahwapelaksanaan dan tata cara Objek
P
ajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)dan ayat (2) diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan.
Pengenaan PBB
B
erdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang
PBB
pasal 5Tarif 
P
ajak yang dikenakan pajak atas Objek
P
ajak adalah sebesar 0,5 %.Disamping itu sesuai dengan perintah pasal 6 dalam Undang-Undang No.12Tahun 1985 yang menetapkan
P
eraturan
P
emerintah No.25 Tahun 2002 tentangbesarnya NJK
P
untuk perhitungan
PBB
dan Keputusan Menteri KeuanganNo.201/KMK.04/2000 yang memutuskan tentang penyesuaian besarnya NJO
P
 TK
P
sebgai dasar perhitungan
PBB
, maka Rumus untuk pengenaan
PBB
adalahsebagai berikut:
Contoh NJOP TKP untuk perhitungan pajak:
1.
 
Seorang Wajib
P
ajak hanya mempunyai objek pajak berupa bumi dengannilai sebagai berikut :Nilai Jual Objek
P
ajak
B
umi= Rp. 3.000.000,-Nilai Jual Objek Tidak Kena
P
ajak = Rp. 8.000.000,-Karena NJO
P
berada dibawah NJO
P
TK
P
, maka objek pajak tersebuttidak dikenakan
PBB
atau Nihil.2.
 
Seorang Wajib
P
ajak bernama
P
arto mempunyai dua objek pajak berupabumidan bangunan masing-masing di Desa A dan Desa
B
dengan nilaisebagai berikut :
Objek di De
s
a A
Nilai Jual Objek
P
ajak
B
umi= Rp. 8.000.000,00Nilai Jual Objek
P
ajak
B
angunan = Rp. 5.000.000,00
Objek di De
s
a B
Nilai Jual Objek
P
ajak
B
umi = Rp. 5.000.000,00Nilai Jual Objek
P
ajak
B
angunan = Rp. 3.000.000,00
    
 
     
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->