Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penentuan sulfat

Penentuan sulfat

Ratings:

4.6

(1)
|Views: 3,101|Likes:
Published by Noor Yudhi

More info:

Published by: Noor Yudhi on Nov 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
PENENTUAN SULFAT SECARA POTENSIOMETRINoor YudhiPusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, Kawasan Puspiptek, Serpong, 15310
ABSTRAKPENENTUAN SULFAT SECARA POTENSIOMETRIK
. Telah dilakukanpenelitian penentuan sulfat secara potensiometrik dengan metoda back titration, contoh larutandiendapkan sebagai barium sulfat dengan cara menambahkan barium klorida berlebihan,kelebihan Barium dititrasi dengan larutan NaEDTA menggunakan elektroda ion selektif kalsium. Perbedaan antara barium klorida yang ditambahkan dengan kelebihan barium yangdititrasi merupakan barium sulfat yang diendapkan. Tujuan dari percobaan ini adalahmelakukan analisis penentuan sulfat di dalam larutan standar Na
2
SO
4
Dalam percobaandigunakan sulfat standar 1000 ppm, larutan Ba Cl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm dan larutantiter EDTA 0,01 M. Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari 2, 5, 10 dan20 ppm, dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisisberkisar dari 5 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar antara 1,70 dan 2,40 % dengan batasdeteksi terendah sebesar 2 ppm . Hasil analisis penentuan sulfat di dalam FeSO
4
7H
2
O danNa
2
SO
4
sebesar 33,95 dan 59,86 %.KATA KUNCI : Analisis, sulfat (ppm), potensiometri.
1. PENDAHULUAN
Dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan analisis kimia di Laboratorium UjiBahan PTBN, maka pelayanan analisis Uji Bahan perlu ditingkatkan diantaranya analisissulfat. Analisis ini perlu dilakukan untuk menentukan sulfat di dalam batuan untuk keperluanindustri dan untuk menentukan sulfat di dalam air minum, seperti yang dipersyaratkan olehWHO maksimum yang diperbolehkan sebesar 200 ppm.Sulfur terkandung di dalam mineral sebagai pyrite, gypsum dan batubara. Kandungansulfur di dalam batubara dapat mencapai 4%, sulfur dapat berbentuk pyrite sebagai S
2
dansulfat sebagai SO
4
. Sulfat di dalam senyawa organik terdapat sebagai thiophenols danthiophenes. Batubara dengan kandungan sulfur tinggi ketika dibakar akan terbentuk sulfurdioksida yang dapat menyebebkan polusi di dalam udara. Ada beberapa metode analisis sulfat :yang pertama adalah metode gravimetri, sampel yang mengandung sulfat dikeringkan,ditimbang dan dilarutkan dengan larutan HCl. Tambahkan larutan barium klorida berlebihansampai terbentuk endapan barium sulfat, dan endapan yang ada di dalam larutan dipanaskankemudian disaring dengan kertas saring dan panaskan pada suhu 110 s/d 115
 o
C. Dari beratsampel dan endapan sulfat dapat dihitung persentase kandungan sulfat di dalam sampel. Yangkedua secara titrimetri, larutan yang mengandung sulfat ditambah larutan barium kloridaberlebihan sampai terbentuk endapan sulfat kelebihan barium klorida dititrasi dengan larutankalium sulfat mengunakan indikator sodium rhodizonic,
 
C
6
O
4
(ONa)
2
sampai terbentuk endapan merah dari barium rhodizonic. Dari selisih antara barium klorida ditambahkan dengan
 
1
 
barium klorida yang dititrasi merupakan barium sulfat yang terendapkan, dapat dihitungkandungan sulfat di dalam sampel.Yang ketiga secara potensiometri, caranya sama dengantitrimetri bedanya penentuan titik akhirnya menggunakan elektroda ion selektif kalsium.
(1)
Percobaan ini bertujuan melakukan analisis penentuan sulfat di dalam standar sulfat,dari standarisasi diperoleh kurva standar, presisi akurasi dan kesalahan analisis pada setiaptitik-titik konsentrasi pengukuran larutan standar. Berdasarkan pengukuran larutan standardiatas dapat ditentukan pula jangkauan analisis dan batas minimal konsentrasi sulfat yangdapat dianalisis di dalam larutan sampel.Metoda yang digunakan dalam analisis sulfat adalah prosedur Metrohm, ApplicationBulletin No 140/e3 yaitu titrasi potensiometri. Di dalam percobaan ini digunakan satu set alattitroprocessor Metrohm yang dilengkapi dengan elektroda utama, ion selektif kalsium6.0504.100 dan elektroda pembanding Ag/AgCl 6.0733.100
(2)
2. TATA KERJABAHAN
Na2SO4 standarCa(NO3)2 standarBaCl2Asam kloridaNaEDTALarutan
buffer 
pH 10Ferro sulfatNH
4
OHNH
4
Cl
ALAT
Potensiometer- Titroprocessor Metrohm 672- Buret Dosimet Metrohm 655- Pengaduk magnit Metrohm 649Peralatan gelasTimbangan analitik SartoriusPipet Ependorf 
CARA KERJA
Dibuat larutan titer, Na EDTA 0,01 M ( 3,7226 g Na EDTA dilarutkan dalam 1 L2
 
larutan NaOH 0,5 M), larutan BaCl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm, larutan SO4 1000 ppm danlarutan buffer pH 10 (9 g NH
4
Cl dan 60 mL NH
4
OH 25% dilarutkan dalam 1 L air.Parameter percobaannya yaitu variasi konsntrasi larutan ion sulfat, tiap tiap parameterdilakukan pengulangan 7 kali. Percobaan dilakukan dengan membuat larutan ion sulfat dengankonsentrasi 2, 5, 10 dan 20 ppm dari larutan ion sulfat 1000 ppm, dengan cara dipipetsebanyak 100, 250, 500 dan 1000 mikro L, dilarutkan dalam 50 mL air suling. Tambahkanmasing masing parameter 0,5 ml larutan Ca 1000 ppm, 5 mL larutan
buffer 
pH 10, 2 mLlarutan BaCl2 0,01 M dan dititrasi dengan larutan titer Na EDTA 0,01 M. Titrasi dilakukandengan alat
titroprocessor.
Untuk analisis sampel cair diambil 1 mL masukkan ke dalam beker 100 mL asamkandengan asam klorida sampai pH<4, sedangkan untuk padat timbang 0,1 g sampel larutkandengan 2 mL asam klorida 5 M encerkan sampai volume 25 mL. Pipet 0,5 mL masukkandalam beker 100 mL. Ke dalam kedua beker tambahkan 2 mL BaCl2 0,01 M, 0.5 mL larutanCa 1000 ppm dan 5 mL larutan buffer pH 10 dan dititrasi dengan larutan Na EDTA 0,01 M.Penentuan sulfat dihitung dengan rumus 1 :
(2)
Kadar kalsium = EP1xCO1xCO2xCO3 (ppm)COORS = EP2-EP1Kadar sulfat = (C30-RS)xCO1xCO2xCO4 (ppm)COOKeterangan :EP1 = end-point pertama, volume larutan NaEDTA yang bereaksi dengan kalsium, mL.RS = (EP2-EP1), mL, volume larutan Na EDTAyang bereaksi dengan kelebihan barium (ygtidak bereaksi dengan sulfat).CO1 = 0,01 M, molaritas Na EDTA.CO2 = 1000, konversi ke ppm.CO3 = 40, berat atom kalsium.CO4 = 96, berat molekul sulfat.C30 = mL Na EDTA blangko (mL barium sulfatyang ditambahkan).Pengamatan diasumsikan pada tingkat kepercayaan 95%, dengan rumus perhitungansebagai berikut :Hasil pengukuran analit = pengukuran rerata analit ± 2 standar deviasi.3

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Afini Muawanah liked this
Desta Wiratama liked this
Araya Sedyati liked this
Noor Yudhi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->