Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
02 Melihat Islam Dari Luar Lahirlah Kesimpulan Yang Salah

02 Melihat Islam Dari Luar Lahirlah Kesimpulan Yang Salah

Ratings: (0)|Views: 55|Likes:
Published by Siti Sakinah Salleh

More info:

Published by: Siti Sakinah Salleh on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
MELIHAT ISLAM DARI LUAR, LAHIRLAHKESIMPULAN YANG SALAH
BAGIAN KEDUATulisan ini merupakan sambungan dari tulisan "Karena pihak non muslim melihatIslam hanya dari luarnya saja, maka lahirlah kesimpulan-kesimpulan yang salah.Bagian pertama" yang dipublisir pada tanggal 4 Nopember 1998.Dimana tulisan ini dibuat untuk menjawab tanggapan dan pemikiran SaudaraTheodores Sunardi yang dikirimkan kepada saya pada tanggal 2 Nopember 1998terhadap tulisan "Pandangan pihak non Muslim terhadap sikap dan perilaku penguasaMuslim dalam melakukan tugasnya sebagai penguasa yang bertindak diluar yangdiperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah" yang dipublisir pada tanggal 28Oktober 1998.Baiklah, Saudara Theodores Sunardi. Dalam tulisan Saudara yang berjudul "Islamadalah agama KKN", Saudara mengatakan bahwa "Nepotisme saya definisikansebagai pengikut-sertaan dengan mengutamakan anggota keluarga (baik keluarga jauhmaupun dekat) dalam usaha yang bukan miliknya sendiri atau dalam pemerintahan. Nabi Muhammad dan para sahabatnya adalah contoh Nepotisme yang mengerikan.Lebih dahsyat dari Soeharto. Coba perhatikan daftar para Khalifah setelah Nabi wafat:1. Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq adalah MERTUA Nabi Muhammad. 2. KhalifahUmar bin Khattab adalah MERTUA Nabi Muhammad. 3. Khalifah Utsman bin 'Affanadalah MENANTU Nabi Muhammad. 4. Khalifah Ali bin Abu Thalib adalahMENANTU dan SEPUPU Nabi Muhammad. Ketika rakyat yang sudah tidak tahanoleh praktek KKN ini berontak di bawah kepemimpinan Mu'awiyah, kalian umatIslam justru meng-kafirkan Mu'awiyah. Padahal Mu'awiyah adalah seorangReformist.Tapi Tuhan memberikan kemenangan kepada Reformasi itu, sehingga Ali bin Abu Thalib terpaksa harus LENGSER KEPRABON...Lalu lihat urutankeKhalifahan Islam setelah itu. Selalu yang menjadi Khalifah berikutnya adalah anak dari Khalifah sebelumnya. Nepotisme lagi. Oya… Utsman bin 'Affan itu juga terkenal banget amat mendahulukan keluarganya alias Nepotisme".Jawaban dan tanggapan saya adalah sekali lagi disinilah Saudara Theodores Sunardimenunjukkan kedangkalan dan kepicikan tentang sejarah ke-Khilafahan Khulafaur Rasyidin (Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifat Usman binAffan, Khalifah Ali bin Abi Thalib)(11 H-40 H, 632 M-661 M). Dimana menurutSaudara Theodores Sunardi para Khalifah ini diangkat menjadi Khalifah karena adahubungan famili dengan Rasulullah. Justru disinilah kesalahan Saudara TheodoresSunardi dalam menyimpulkan.Dimasa Khulafaur Rasyidin, pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah pertama,dilakukan di pendopo kaum anshar Bani Sa'idah, yang dipimpin oleh Sa'ad binUbbadah kepala suku Khazradj. Walaupun Abu Bakar sendiri pada mulanya menolak, bahkan beliau mengajukan dua calon khalifah yaitu Umar bin Khattab dan AbuUbaidah Amir bin Djarrah. Namun Umar dan Abu Ubaidah menolaknya, dengan
 
mengatakan "tidak mungkin jadi, selama tuan (Abu Bakar) masih berada di tengah-tengah kami". Kemudian mereka sepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagaikhalifah, lalu Umar bin Khattab maju kedepan langsung memberikan bai'atnya atas pengangkatan Abu Bakar. Besok harinya dipanggillah seluruh rakyat ke Masjid Nabiuntuk melakukan bai'at atas pemilihan dan pelantikan Abu Bakar sebagai khalifah.Yang tidak hadir dalam bai'at itu ada empat tokoh utama, yaitu Ali bin Abi Thalib,Abbas bin Abdul Mutthalib, Fatimah putri Nabi dan Sa'ad bin Ubbadah. Walaupunakhirnya setelah Abu Bakar berikhitiar untuk memperoleh bai'atnya dari mereka,maka ke empat tokoh tersebut memberikan bai'atnya. Disini dapat dilihat dengan jelas bahwa pemilihan khalifah pertama adalah dipilih oleh para utusan (ulil amri)walaupun tidak lengkap dan langsung semua rakyat melakukan bai'atnya.Pemilihan khalifah kedua yaitu Umar bin Khatthab dilakukan lebih teratur. SebelumKhalifah Abu Bakar meninggal, dilakukan terlebih dahulu perundingan dengan beberapa anggota ulil amri, diantaranya Abdur Rahman bin Auf tentang Kepala Negara yang akan menggantikannya. Dalam sidang ulil amri ini Abu Bakamengajukan calon khalifah yaitu Umar bin Khatthab, kemudian sidang ulil amrimenyetujui akan pencalonan Umar bin Khatthab untuk menjadi khalifah. Pada waktuitu juga Abu Bakar menandatangi suatu surat bai'at atas penganggkatan khalifahkedua ini. Disinipun kita lihat Khalifah Abu Bakar sebelum meninggal merundingkandahulu dengan para ulil amri untuk membicarakan siapa yang akan menjadi khalifahsepeninggalnya. Bukan melakukannya dengan paksaan, mengangkat begitu saja Umar  bin Khatthab menjadi khalifah.Pemilihan khalifah ke tiga, Usman bin Affan, dilakukan lebih sempurna lagi. Dimanadicalonkan enam calon khalifah yaitu Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zuber binAwwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah dan Abdur Rahman binAuf. Keenam calon khalifah ini diajukan oleh Khalifah Umar bin Khatthab. Darienam calon ini dua yang tinggal, yaitu Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.Kedua-duanya siap untuk menggantikan khalifah Ummar bin Khatthab. Namun dalamsidang ulil amri yang dipimpin oleh Abdur Rahman bin Auf, dipilih Usman bin Affansebagai khalifah. Sedangkan Ali bin Abi Thalib yang tidak terpilih, dia menerimadengan perasaan dan jiwa yang besar dan melakukan bai'at atas pengangkatan Usman bin Affan sebagai khalifah ketiga.Pemilihan khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib, dalam pemilihan khalifah inidiajukan tiga calon yaitu, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair binAwwam. Pemilihan khalifah ini diserahkan sepenuhnya kepada ulil amri, karenaKhalifah Usman bin Affan tidak sempat mengajukan pencalonannya, dikarenakantelah dibunuhnya oleh para pemberontak. Disinipun Ali bin Abi Thalib tidamenerima pencalonannya, namun setelah kedua calon lainnya yang mengundurkandiri dan memilih Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat, maka dipilihlah Ali binAbi Thalib sebagai khalifah.Ketika diadakan pemilihan khalifah-khalifah, memang calon-calon khalifah ada yangdiajukan oleh Khalifah sebelumnya, sebagaimana pengajuan Umar bin Khatthabsebagai calon khalifah oleh Khalifah Abu Bakar, begitu juga pengajuan enam calonyaitu Usman bin Affan dan calon lainnya oleh Khalifah Umar bin Khatthab.
 
Pengajuan calon-calon khalifah ini bukan karena adanya hubungan kekeluargaandiantara mereka, sebagaimana dikatakan oleh Saudara Theodores Sunardi, melainkandalam sistem khilafah yang telah diterapkan dalam Ke-Khilafahan Islam ini calon-calon khalifah diajukan oleh Khalifah sebelumnya untuk diadakan pemilihan dalamsidang Ulil Amri.Selanjutnya Saudara Theodores Sunardi mengatakan bahwa "ketika rakyat yang sudahtidak tahan oleh praktek KKN ini berontak dibawah kepemimpinan Mu'awiyah, kalianumat Islam justru meng-kafirkan Mu'awiyah. Padahal Mu'awiyah adalah seorangReformist. Tapi Tuhan memberikan kemenangan kepada Reformasi itu, sehingga Ali bin Abu Thalib terpaksa harus LENGSER KEPRABON….Lalu lihat urutankeKhalifahan Islam setelah itu. Selalu yang menjadi Khalifah berikutnya adalah anak dari Khalifah sebelumnya. Nepotisme lagi".Jawaban dan tanggapan saya adalah justru hancur dan hilangnya sistem khilafahdalam Daulah Islamiyah adalah setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin danmunculnya Dinasti Umayah (40 H-132 H, 661 M-750 M) yang disebut denganmonarkhi "parlementer",Dinasti Abbassiyah ke I (132 H-218 H, 750 M-833M) yangdisebut dengan monarkhi "konstitusionil", Dinasti Abbassiyah ke II (218 H-247 H,833 M-816 M) yang disebut dengan monarkhi yang absolut, Dinasti Abbassiyah ke III(247 H- 322 H, 816 M-934 M) yang disebut dengan zaman anarkhi, Zaman diktator (Amirul umara) (324 H-334 H, 934 M-945 M) , Dinasti Sultan Bani Buyah(334 H-467 H, 945 M-1075 M), Dinasti Fathimiyah ( 297 H-567 H, 909 M-1171 M)yang disebut dengan pemerintahan theokrasi, Dinasti Umaiyah di Andalus (300 H-422 H, 912 M-1031 M) yang berusaha mengembalikan sistim khilafah dan dinastiUsmaniyah di Turki (699 H-1341H,1385M-1923M) yang disebut dengan autokrasisultan yang diktator.Setelah berdirinya dinasti Umayah dengan ibu kotanya Damaskus di Syria, pengangkatan khalifah bukan secara langsung lewat ulil amri, melainkan langsungdiangkat dan dipilih berdasarkan keturunan. Begitu juga di masa dinasti Abbassiyahyang berkedudukan di ibu kota Bagdad di Irak dan di masa dinasti Fathimiyah diMagribi (Maroko sekarang) sampai dinasti Usmaniyah di Turki. Daulah Islamiyahyang memakai sistim khilafah yang telah dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin hilangdan hancur ketika Dinasti-dinasti tersebut muncul.Kemudian Saudara Theodores Sunardi mengatakan lagi bahwa "Utsman bin 'Affan itu juga terkenal banget amat mendahulukan keluarganya alias Nepotisme".Tanggapan saya adalah memang apakah itu muslim atau non muslim adalah tidak terlepas dari kesalahan. Seperti ketika Khalifah Usman bin Affan berkuasa, timbullahseperti apa yang Saudara katakan Nepotisme, mengangkat kawan-kawan dekatmenjadi Gubernur gubernur di daerah-daerah baru, sehingga beberapa gelintir  penguasa di daerah baru tsb menjadi kaya tidak memperhatikan sebagian rakyat kecillainnya. Sehingga keadaan inilah yang menjadikan rakyat memberontak, sehinggakhalifah Usman bin Affan di bunuh. Walaupun kita sesalkan pembunuhan terhadapKhalifah Usman ini, tetapi kita pun tidak boleh menutup mata bahwa apabila penguasa yang tidak bertindak tegas dan menjadikan kawan dekat dan familinyamenjadi pembantu-pembantu-nya, maka akan timbul kemarahan rakyat. Ini adalah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->