Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
150Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kromatografi Penukar Ion

Kromatografi Penukar Ion

Ratings: (0)|Views: 7,454 |Likes:
Published by Gokil Heru

More info:

Published by: Gokil Heru on Nov 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2014

pdf

text

original

 
A.Tujuan
Dpat menentukan banyaknya ion kalsium ( II ) yang diikat oleh resin penukar ion.
Unntuk mengetahui mekanisme pertukaran ion pada proses kromatografi.
B.Dasar Teori
Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari substansinyamenjadi komponen-komponennya. Seluruh bentuk kromatografi bekerja berdasarkan prinsip yang sama.Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairanyang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama.Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula.Kromatografi ion, yang merupakan salah satu bagian dari bidang ilmukromatografi adalah sebuah teknik analisis yang sekarang ini menjadi sangat populer dan "terbaru" serta telah digunakan di banyak bidang pengetahuan sebagai teknik dasar untuk memisahkan dan menentukan anion dan/atau kation. Penggunaan dariteknik ini banyak diaplikasikan dalam menganalisis di sejumlah jenis sampel air alamsebagai bentuk monitoring terhadap kondisi lingkungan sekitar.Lebih dari 3 dekade lamanya, tepatnya 1975, penggunaan metode analisiskromatografi ion berkembang pesat sejak kali pertama diperkenalkan oleh HamishSmall dan timnya. Small bersama timnya berhasil mendeteksi dan memisahkansejumlah kation seperti kation logam alkali (alkali metal) seperti : Li+, Na+, K+, Rb+,Cs+) kemudian mengaplikasinnya dalam sampel air kencing manusia (human urine),serum darah anjing (dog's blood serum) serta beberapa sampel minuman jus (orangeand grape juices). Mereka menggunakan kolom pemisah sebagai fase diam (stationary phase) yang di dalamnya diisi resin (resin-H+ dan resin-OH-).Sementara untuk eluent sebagai fase gerak (mobile phase) digunakan HCl.Beberapa resin lain juga dicobakannya antara lain resin-Ag+, resin-Cu2+, resin-Cl-dan sejumlah resin lainnya. Hasil penemuannya ini kemudian dipublikasikannya disalah satu jurnal bergensi untuk bidang kimia analitik, Anal. Chem. 47 (1975) 1801,
 
 pada September 1975. Terpublikasinya hasil penelitian mereka ini di jurnal tingkatInternasional menandai dimulainya era baru teknik kromatografi ion[1].Resin penukar ion dapat didefinisi sebagai senyawa hidrokarbonterpolimerisasi, yang mengandung ikatan hubung silang (crosslinking) serta gugusan-gugusan fungsional yang mempunyai ion-ion yang dapat dipertukarkan. Sebagai zat penukar ion, resin mempunyai karakteristik yang berguna dalam analisis kimia, antaralain kemampuan menggelembung (swelling), kapasitas penukaran dan selektivitas penukaran. Penggunaannya dalam analisis kimia misalnya untuk menghilangkan ion-ion pengganggu, memperbesar konsentrasi jumlah ion-ion renik, proses deionisasi air atau demineralisasi air, memisahkan ion-ion logam dalam campuran dengankromatografi penukar ionResin pemisah ion yang biasa dipakai pada kromatografi modern sudahmempunyai ukuran yang lebih kecil, akan tetapi kelebihannya memiliki kapasitasyang rendah di banding pada model kromatografi sebelumnya. Paking material kolomyang baik, dianggap bisa memberikan bentuk puncak yang baik atau tidak broading peak dan tailing peak. Bentuk puncak yang baik bisa seperti lancip berdiri tegak.Dengan sejumlah alasan di atas, pemisahan anion dan kation sekarang ini bisa berjalan sukses walau masih menyisakan sedikit perbedaan dalam waktu retensi dariion sampel.Hal-hal yang diperlukan dari sebuah teknik/metode pemisahan dalamkromatografi ion modern dapat disebutkan sebagai berikut: :1. Efisiensi kolom pemisah anion dan kation memungkinkan dengan mengamati N =Theoretical Plates nya.2. Sebuah eluen yang digunakan bisa memberikan waktu retensi yang berbeda dari ion pada setiap kali injeksi sampel.3. Interaksi antara eluent dan resin karena adanya kesetimbangan yang cepat dalamkolom yang bisa mengakibatkan peak broadening dapat dieliminasi ataudiminimalisasi.4. Bisa terjadi waktu retensi yang terlalu panjang atau pendek akibat dari kondisieluen yang dipakai.5. Resin dan eluent yang dipakai harus sesuai dengan detektor yang digunakan.
 
Banyaknya aplikasi kromatografi ion modern di banyak bidang keilmuanmenjadikan teknik ini lebih favorit digunakan dibanding dengan teknik deteksi ionlainnya. Beberapa kelebihan yang dimiliki kromatografi ion sehingga menjadikan "the best choice" dalam dunia penentuan/pemisahan ion/logam, di antaranya :a)Kecepatan (speed): Kecepatan dalam analisis suatu sampel menjadi aspeyang sangat penting dalam hal analisis ion. Salah satu yang menyebabkannyaadalah masalah
klasik 
yaitu untuk mengurangi biaya dan bisamenghasilkan data-data analisis yang akurat dan cepat. Namun lebih daripadaitu, sebenarnya yang lebih penting adalah memberikan andil dengan maksimaldalam perhatian kepada kondisi lingkungan (environmental efforts) yang darihari ke hari jumlah sampel yang mau dianalisis (untuk diketahui kandunganapa saja di dalamnya) semakin bertambah. Itulah sebabnya, teknik ini terusdikembangkan orang untuk mendapatkan teknik pemisahan/pendeteksian yanglebih praktis dengan biaya yang relatif murah. Sebagai tambahan pula bahwalimbah (waste) yang dihasilkan dari penggunaan eluen dapat dikurangi b)Sensitivitas (sensitivity): Dengan berkembangnnya teknologi mikroprosessor,mulailah orang mengkombinasikannya dengan efisiensi kolom pemisah, mulaiskala konvensional (ukuran diameter dalam milimeter) sampai skala mikroyang biasa juga disebut microcolumn. Sehingga walaupun hanya dengan jumlah sampel yang sangat sedikit, semisal 10
ヲ。。ヲ
yang diinjetkan ke dalamsistem kromatografi, ion-ion yang ada dalam sampel tersebut dapat terdeteksidengan baik.c)Selektivitas (selectivity): Dengan sistem ini, bisa dilakukan pemisahan berdasarkan keinginan, misalnya kation/anion organik saja atau kation/anionanorganik yang ingin dipisahkan. Itu dapat dilakukan dengan memilih kolom pemisah yang tepat. Ataupun hanya ion tertentu yang ingin diukur walaupun banyak ion lain yang ada dalam sampel.d)Pendeteksian yang serempak (simultaneous detection): Secara umum, aniondan kation dipisahkan/dideteksi terpisah dengan menggunakan sistem analisisyang terpisah (different systems) pula. Padahal sangat penting dilakukan pendeteksian secara serempak (simultaneous) antara anion dan kation dalamdalam sekali injek untuk sebuah sampel. Tentunya, pendekatan yang terakhir ini punya sejumlah kelebihan dibanding pemisahan terpisah. Sebagaimanatelah diulas di atas, beberapa kelebihan di antaranya dapat menekan biayaoperasional, memperkecil jumlah limbah saat analisis berlangsung,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->