Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU-Surat Edaran Mendagri Mengenai Penentuan ADD 2005 Dari Pemerintah Kabupaten-Kota Kepada Pemerintah Desa

UU-Surat Edaran Mendagri Mengenai Penentuan ADD 2005 Dari Pemerintah Kabupaten-Kota Kepada Pemerintah Desa

Ratings: (0)|Views: 53 |Likes:
Published by andrianw_arifianto

More info:

Published by: andrianw_arifianto on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2012

pdf

text

original

 
1 Jakarta, 22 Maret 2005 Nomor : 140/640/SJ KepadaSifat : Yth. 1. Gubernur & Bupati/WalikotaLampiran : 2. Pimpinan DPRD Provinsi,Perihal : Pedoman Alokasi Dana Desa dan Kabupaten/Kotadari Pemerintah Kabupaten/Kota diKepada Pemerintah Desa SELURUH INDONESIASehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari beberapa daerah mengenai bantuan danauntuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa, maka sambil menungguditetapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagaimana dimaksud pasal 163 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bersama ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:1
 
Dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 903/3172/SJ, perihal Pedoman UmumPenyusunan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2005 tanggal 10 Desember 2004,ditegaskan pokok-pokok kebijakan yang menjadi Agenda Nasional dan perlu mendapatdukungan rakyat, pemerintahan daerah dalam penyiapan kebijakan sebagai landasan penyusunan Anggaran Daerah antara lain:a.
 
Penguatan sistem perekonomian yang secara langsung membawa kesejahteraan yang nyataseperti mengatasi pengangguran; b.
 
Pengaturan lanjut sistem dan implementasi desentralisasi dengan regulasi dan bimbinganyang konsisten dan responsif terhadap perkembangan disetiap strata pemerintahan.2
 
Dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dimaksud juga ditegaskan bahwa Belanja Modaldiprioritaskan pada pembiayaan kebutuhan pelayanan dan dalam menciptakan keserasian pembangunan antar kawasan di daerah, sehingga Belanja Modal diarahkan antara lain untuk  pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan, keterbelakangan danketerpencilan.
3
Dalam upaya peningkatan pelayanan dasar masyarakat dan pemberdayaan masyarakat makaPemerintahan Desa sebagai unit pemerintahan terdepan yang berhubungan langsung denganmasyarakat perlu didukung dana dalam melaksanakan tugas-tugasnya di bidang pemerintahanmaupun pembangunan. Hal tersebut telah diamanatkan dalam pasal 212 Undang-Undang Nomor 32 Tentang Pemerintahan Daerah, khususnya menyangkut sumber-sumber pendapatandesa.4
 
Untuk mendudukkan proporsi pembiayaan bagi pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan desa,diminta perhatian Saudara terhadap hal-hal sebagai berikut:a.
 
Gubernur agar melakukan fasilitasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa pada masing-masingKabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi. b.
 
Bupati/Walikota agar menetapkan Alokasi Dana Desa (ADD) kepada Pemerintahan Desadengan ketentuan sebagai berikut:
1
Dari bagi hasil pajak daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 10 % untuk desa di wilayahKabupaten/Kota yang bersangkutan, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 2 AUndang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
 
22
 
Dari retribusi Kabupaten/Kota, yakni hasil penerimaan jenis retribusi tertentu DaerahKabupaten/Kota sebagian diperuntukkan bagi Desa, sebagaimana diamanatkan dalamUndang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.3
 
Bantuan keuangan kepada desa yang merupakan bagian dari dana perimbangankeuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota antara 5 persen s/d 10 persen sebagaimana yang pernah dilakukan di beberapa daerah. Prosentase yangdimaksud tersebut di atas tidak termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK).4
 
Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 3, dibagikan secara adil danmerata sesuai kebijakan dan kondisi daerah, misalnya sebesar 60 persen sebagai alokasidana desa minimal (ADDM) dari jumlah ADD dan 40 persen sebagai alokasi dana desa proposional (ADDP) dari jumlah ADD.Pembagian ADDP dengan memperhatikan faktor kemiskinan, pendidikan dasar,kesehatan, keterjangkauan, dan lain-lain sesuai dengan kebijakan daerah.
5
Rumusan besaran Alokasi Dana Desa dan penyalurannya ke Kas Desa, lebih lanjutdiatur dalam Peraturan Bupati/Walikota atau Peraturan Daerah.
5
Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, perlu dilaksanakankegiatan fasilitasi dan pelatihan tentang pengelolaan keuangan desa, penyusunan AnggaranPendapatan dan Belanja Desa, penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan desa, serta pelatihan terkait lainnya dalam rangka meningkatkan kemampuan Pemerintah Desa dalam pengelolaan keuangan desa.6
 
Untuk pemantapan pelaksanaan alokasi dana desa, terlampir disampaikan Pedoman AlokasiDana Desa yang dapat digunakan sebagai contoh oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.Kebijakan Pemerintah Daerah yang telah diambil dan hasil pelaksanaan alokasi dana desaagar dilaporkan oleh Gubernur, Bupati/Walikota kepada Menteri Dalam Negeri Cq. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.Demikian untuk menjadi maklum dan mendapatkan perhatian dalam pelaksanaannya.Tembusan:1
 
Yth. Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan).2
 
Yth. Wakil Presiden Republik Indonesia.3
 
Yth. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.4
 
Yth. Menteri Koordinator Bidang Perekonornian.5
 
Yth. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.6
 
Yth. Menteri Keuangan.7
 
Yth. Menteri Negara Perencanaan Pernbangunan Nasional/Kepala Bappenas.
 
3
LAMPIRAN
 Nomor :Tanggal :Perihal : Pedoman Alokasi Dana Desadari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Desa
PEDOMAN ALOKAS1 DANA DESADARI PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA KEPADA PEMERINTAH DESAI.
 
LANDASAN PEMIKIRAN
1
 
Sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah, Daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan-kebijakan tentang desa,terutama dalam memberi pelayanan, peningkatan peranserta, peningkatan prakarsa dan pemberdayaan masyarakat desa yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat.
 
2
 
UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat danPemerintahan Daerah menegaskan bahwa keseluruhan belanja daerah diprioritaskanuntuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upayamemenuhi kewajiban daerah.
 
3
 
Hasil penelitian Tim Studi Alokasi Dana Desa di beberapa Kabupaten menunjukkan bahwa pelaksanaan alokasi dana desa dapat meningkatkan peran pemerintah desa dalammemberikan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
 
4
 
Dalamn rangka meningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, desa mempunyaihak untuk memperoleh bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten/kota, dan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima olehkabupaten/kota.
 
5
 
Perolehan bagian keuangan desa dari kabupaten/kota sebagaimana disebut pada nomor tiga (3) selanjutnya disebut Alokasi Dana Desa (ADD), yang penyalurannya melaluiKas Desa.
 
6
 
Pemberian Alokasi Dana Desa merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhandari desa itu sendiri berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli,demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat.
 II.
 
DASAR HUKUM
1
 
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atasUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah danRetribusi Daerah (Pasal 2A ayat (2) dan ayat (4); Pasal 18 ayat (5) dan (6) ).2
 
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.3
 
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->