Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengembangkan Kreativitas Matematik Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Model Treffinger

Mengembangkan Kreativitas Matematik Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Model Treffinger

Ratings: (0)|Views: 106 |Likes:
Published by vievie_evy

More info:

Published by: vievie_evy on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2012

pdf

text

original

 
Sarson, Mengembangkan Kreativitas
No. 1/XXV/2006
Mimbar Pendidikan
22
 Mengembangkan Kreativitas Matematik Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Model Treffinger 
 
 Sarson W.Dj.Pomalato
( Universitas Negeri Gorontalo)
 Abstrak 
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas 2 SMP di Gorontalo yaitu menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional yang biasa dilakukan oleh guru. Sementara kelas eksperimen diberikan pembelajran dengan model Treefinger. Tujuannya adalah untuk menganalisis kretaivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Sampelnya terdiri dari 268 siswa yang tersebar dalam 6 kelas sekolah level tinggi ,sedang dan rendah. Temuan yang diperoleh adalah bahwa kreativitas matematiksiswa yang memperoleh pembelajaran model Treefinger lebih baik dari kreativitas matematik siswa yang memperoleh  pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci : Model Treefinger, Kreatvitas siswa dan pembelajaran konvensional.
alah satu kemampuan yang turutmenentukan suksesnya hidup seseorang adalah kemampuan kreatvitas. Kemampuan inidibutuhkan terutama dalam menghadapitantangan masa depan dan era globalisasi sertacanggihnya teknologi komunikasi yang berkembang begitu pesat Demikian pulakemampuan ini sangat penting, karena dalamkehidupan sehari-hari setiap orang selaludihadapkan pada berbagai masalah yang harusdipecahkan dan menuntut kreativitas untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya.Pada bidang pendidikan, kreativitas siswamendapat perhatian yang cukup besar. Hal ituterlihat pada upaya-upaya pengambil kebijakan dibidang pendidikan untuk memasukkanpeningkatan kreativitas dalam berbagai kegiatanpendidikan, baik dimuat dalam kurikulum, strategipembelajaran maupun perangkat pembelajaranlainnya. Upaya tersebut dimaksudkan agar supayasetiap kegiatan pendidikan atau pembelajaran,kepada siswa dapat dilatihkan keterampilan yang dapat mengembangkan kreativitas terutama dalammemecahkan masalah yang dihadapi oleh siswa.Dengan demikian dunia pendidikan akanmemberikan kontribusi yang besar terhadappengembangan SDM yang kreatif dan memilikikemampuan pemecahan masalah yang handaluntuk menjalani masa depan yang penuhtantangan.Salah satu sarana untuk mengembangkankreativitas bagi siswa pada pendidikan adalahmelalui pembelajaran matematika. Dalam hal inidapat dikemukakan bahwa pada prosespembelajaran matematika, siswa memperolehlatihan secara implisit maupun secara eksplisitcara berpikir kreatif terutama dalam memecahkanmasalah. Bahkan dengan jelas dikemukakan dalamkurikulum matematika bahwa salah satu tujuanpembelajaran matematika yang hendak dicapaiadalah untuk menjadikan siswa mempunyaipandangan yang lebih luas serta memiliki sikapmenghargai kegunaan matematika, sikap kritis,obyektif, terbuka inovatif dan kreatif. Guru yang mengajar matematika diharapkan berperan untuk mengembangkan pikiran inovatif dan kreatif,membantu siswa dalam mengembangkan dayanalar, berpikir logis, sistematika logis, kreatif,cerdas, rasa keindahan, sikap terbuka dan rasaingin tahu (Sumarmo:2000). Tujuan tersebut berimplikasi pada upaya
S
 
 No. 1/XXV/2006
Sarson, Mengembangkan Kreativitas
 
Mimbar Pendidikan
23
untuk menjadikan pembelajaran matematikamenarik bagi siswa sehingga mereka menjadi aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran.Dengan aktif dan kreatifnya siswa mengikutipembelajaran matematika, maka diharapkan halitu akan memberikan efek positif terhadap hasilbelajar yang diperolehnya. Hasil belajar yang dimaksud antara lain tercermin pada kemampuankomunikasi matematik, penalaran, kemampuankreatif matematik serta kemampuan pemecahanmasalah matematika yang dapat diaplikasikannyapada masalah matematika dan pada masalah yang dihadapinya sehari-hari.Untuk mewujudkan harapan agar siswamenjadi kreatif dan memiliki kemampuanpemecahan masalah matematika yang baik, tentudibutuhkan pula model pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah secara kreatif.Salah satu model pembelajaran yang dimaksudadalah model Treffinger. Treffinger (1980),berdasarkan kajiannya mengenai sejumlah pustakayang membahas pengembangan kreativitas,mencoba mengajukan suatu model untuk membangkitkan belajar kreatif.Model yang dimaksud melibatkan duaranah, yaitu kognitif dan afektif, serta terdiri atastiga tahap. Pertama, tahap pengembangan fungsi-fungsi divergen, dengan penekanan keterbukaankepada gagasan-gagasan baru dan berbagaikemungkinan. Kedua, tahap pengembanganberfikir dan merasakan secara lebih kompleks,dengan penekanan kepada penggunaan gagasandalam situasi kompleks disertai ketegangan dankonflik. Ketiga, tahap pengembangan keterlibatandalam tantangan nyata, dengan penekanan kepadapenggunaan proses-proses berpikir danmerasakan secara kreatif untuk memecahkanmasalah secara bebas dan mandiri.Uraian di atas mendorong dilakukan suatupenelitian yang memfokuskan pada penerapanmodel Treffinger dalam pembelajaran matematikauntuk meningkatkan kreativitas matematik siswadalam pembelajaran matematika
 Masalah dan Tujuan Penelitian
Berdasarkan pemikiran seperti yang telahdiuraikan di atas maka permasalahan yang akandibahas dalam penelitian ini difokuskan padaperbedaan kreativitas matematik siswa dalampembelajaran matematika antara yang diajarkandengan pembelajaran Treefinger danpembelajaran konvensional ditinjau dari levelsekolah. Dengan demikian pula tujuan utama yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalahmenganalisis secara komprehensif perbedaankreativitas matematik siswa dalam pembelajaranmatematika baik yang yang terlibat dalampembelajaran model Treffinger dan pembelajarankonvensional berdasarkan level sekolah
 Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian adalah sebagai berikut:1.
 
Kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model Treffingerlebih baik dibandingkan dengan yang memperoleh pembelajaran konvensional.2.
 
Kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model Treffingerpada sekolah peringkat tinggi lebih baik dibandingkan dengan yang memperolehpembelajaran konvensional.3.
 
Kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model Treffingerpada sekolah peringkat sedang lebih baik dibandingkan dengan yang memperolehpembelajaran konvensional.4.
 
Kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model Treffingerpada sekolah peringkat rendah lebih baik dibandingkan dengan yang memperolehpembelajaran konvensional.
 Metode dan Prosedur Analisis Data
Penelitian ini menggunakan desaineksperimen dengan menggunakan kelas kontrol.Desainnya adalah eksperimen faktorial 3x2dengan variabel bebas adalah model pembelajaran Triffinger dan pembelajaran konvensional. Variabel terikat adalah kreatvitas matematik siswa.Sedangkan variabel kontrolnya adalah peringkat
 
Sarson, Mengembangkan Kreativitas
No. 1/XXV/2006
Mimbar Pendidikan
24 
sekolah yaitu peringkat tinggi, sedang danperingkat rendah.Subyek penelitian ini adalah seluruh siswakelas II SMP Negeri di Gorontalo. Sampelditentukan dengan menggunakan teknik 
stratified sampling 
. Jumlah siswa yang dijadikan sebagaisampel adalah 268 orang yang tersebar di enamkelas pada tiga sekolah yang terpilih sebagaitempat penelitian.Data yang diperoleh dikelompokkan sesuaipermasalahan, dan berdasarkan pengelompokkantersebut data diolah dengan menggunakan ANOVA dua jalur dengan bantuan pengelohanSPSS 11.5 for Windows 2002.Pengelohan data dilakukan dalam duatahapan utama yaitu: Pertama, menguji semuapersyaratan statistik yang diperlukan sebagai dasarpengujian hipotesis. Persyaratan yang dimaksudadalah uji normalitas dan uji homogenitas. Kedua,menentukan statistik tertentu yang sesuai dnganpermasalahannya, dalam rangka pengujianhipotesis.
 Hasil Penelitian
Secara umum dalam penelitian diperolehhasil bahwa ternyata kreativitas siswa yang memperoleh pembelajaran Treefinger lebih baik dibandingkan dengan kreativitas matematik siswayang memperoleh pembelajaran konvensional.Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji ANOVA dimanadiperoleh nilai F = 111.678 dengan nilai Sig=0.000. Pada sekolah dengan level tinggi diperolehhasil secara statistic dengan menggunakan uji ANOVA ternyata diperoleh nilai F= 46,973dengan nilai signifikansi kurang dari nilai α = 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran model Treffinger pada sekolah peringkat tinggi tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Pada sekolah dengan level sedang diperolehhasil secara statistik dengan menggunakan uji ANOVA ternyata diperoleh nilai F= 40,794dengan nilai signifikansi kurang dari nilai α= 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran Treffingerpada sekolah peringkat sedang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperolehpembelajaran konvensional.Selanjutnya pada sekolah level rendahdiperoleh hasil melalui uji ANOVA nilai F= 28,93dengan nilai signifikansi kurang dari α = 0,05. Halini menunjukkan bahwa kreativitas matematik siswa yang memperoleh pembelajaran Treffingerpada sekolah peringkat rendah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperolehpembelajaran konvensional.
 Kesimpulan
 
Berdasarkan hasil analisis, temuan danpembahasan yang telah diuraikan pada babsebelumnya maka pada bagian ini akandikemukakan kesimpulan sebagai berikut;1.
 
Penerapan model Treffinger dalampembelajaran matematika memberikankontribusi positif terhadap pengembanganatau peningkatan kreativitas matematik siswadalam pembelajaran matematika2.
 
Bagi siswa dari sekolah peringkat tinggi dansedang penerapan model Treffinger dalampembelajaran matematika memberikan hasilyang baik terhadap pengembangan ataupeningkatan kreativitas matematik siswa.Namun karena perbedaan rerata keduakelompok pembelajaran tidak signifikan makadapat disimpulkan bahwa bagi siswa disekolah peringkat tinggi pengembangan ataupeningkatan kreativitas matematik siswa tidak tergantung pada model yang diterapkan3.
 
Bagi siswa yang tergolong pada sekolahperingkat rendah penerapan Treffinger dalampembelajaran matematika sangat menentukanpengembangan kreativitas matematik siswa.Dengan demikian model Treffinger sangatbaik diberikan kepada siswa yang tergolong pada sekolah peringkat rendah
 Implikasi 
 
Hasil pengintegrasian model Treffingerdalam pembelajaran matematika di sekolahmenengah pertama untuk meningkatkankreatvitas siswa dalam pembelajaran matematika

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->