Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Meningkatkan Kemampuan Reading Aloud

Meningkatkan Kemampuan Reading Aloud

Ratings: (0)|Views: 206 |Likes:
Published by satno

More info:

Published by: satno on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2012

pdf

text

original

 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN “READING ALOUD”SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 7 KOTA BENGKULUMELALUI PENGAJARAN RHYMING ‘STOP AT THE VOWEL SOUND”Oleh : SupriatnoAbstract :
This study aimed to analyze teacher’s performance inteaching reading aloud and students’ competence in reading aloud;especially in pronouncing short vowel. This study was conducted intwo cycles, each cycle consists of three activity;
drilling, memoryrecognition , and mix up
. These activity were conducted in order tosecure data of students’ progress in reading aloud, while checklist of micro teaching skills were used to maintain teacher’s performance.The result of the study indicated that teacher’s performance ingiving an explanation had significantly a good progress, but it stillneed an improvement both in asking question and givingappreciation. Students’ competence, in other hand, was significantlyexcellent in drilling (100%), but they still hesitated in memoryrecognition (35%) and mix up20%).
Kurikulum Bahasa Inggris untuk SMP sesungguhnya meliputi keempatketerampilan berbahasa; mendengar, membaca, berbicara dan menulis, namun penekanan pada keterampilan membaca siswa nampak sangat dominan. Hal ini terlihat dari soal-soalevaluasi yang selalu didominasi oleh keterampilan membaca. Meskipun demikianketerampilan dasar dalam membaca yakni reading aloud yang termasuk dalam salah-satuketerampilan membaca yang harus diajarkan di SMP ternyata masih sangat rendah,sehingga banyak siswa SMP yang tidak mampu membaca teks-teks bahasa Inggrisdengan pengucapan dan intonasi yang benar, bahkan sering kita jumpai siswa melakukankesalahan pengucapan sebuah kata bahasa Inggris. Kesulitan tersebut terutamadisebabkan oleh ketidak mampuan siswa mengidentifikasi dan mengeneralisasi bunyi- bunyi
vowel, dipthong dan consonant blending 
dalam bahasa Inggris.Pengajaran bahasa Inggris, secara literasi menurut Wells (1987) terbagi kedalamempat tingkatan; performatif, functional, informational, dan epistemis. Pada tingkat performatif, orang mampu membaca dan menulis, dan berbicara dengan symbol-simbolyang digunakan ; pada tingkat functional diharapkan dapat menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca manual atau petunjuk; padatingkat informational diharapkan dapat mengakses pengetahuan dengan bahasanya;
 
sedang pada tingkat epistemic diharapkan dapat mentranformasi pengetahuan dalam bahasa sasaran.Sejalan dengan hal diatas, Kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan
 Kurikulum Berbasis Kompetensi
menargetkan bahwa lulusan SMP harus mencapai tingkat literasi
 performatif dan functional 
. ( kurikulum 2004, hal 3). Konsekuensi logis dari hal tersebutseharusnya pada tahap awal pembelajaran membaca bahasa Inggris memberikan penekanan pada kemampuan untuk membedakan berbagai bunyi yang ada atau yanglebih lazim dikenal dengan pengetahuan phonic. Hal ini sejalan dengan apa yangdikatakan
Tampa 2005 dalam articlenya “A critical Supplement to Every Readin Program”:“While most of the common words in our language are basically withtheir letter/sound patterns. As you can imagine, failing to learn any of these basic sight words would seriously lower a child’s reading test score since they are essential for achieving comprehension of a test question or  paragraph”.(Richard, P: 1, 2005)
Lebih jauh lagi, John D. Mc Neil (1980) memperinci bahwa basic sight wordsdalam bahsa Inggris meliputi vowel panjang dan pendek-
 short and long Vowel,diphthong dan sound blending.
Jika
 
siswa bermasalah dalam mengidentifikasi berbagaiucapan vowel dan sound blending dalam bahasa Inggris, maka mereka juga akan bermasalah pada tahapan reading yang lebih kompleks. Karena itu kemampuanmengucapkan
 short and long Vowel, diphthong dan sound blending 
merupakan dasar  bagi keterampilan yang membaca lebih lanjut-
reading comprehension.
Untuk mengatasi hal tersebut, Rhyming termasuk salah-satu pola pengajaran yangdisarankan dalam “Document English Syllabus and Supportuntuk digunakan terutamauntuk mengembangkan kemampuan phonology siswa sebagaimana yang dikatakanBryant P and Bradley L (1985).
Phonological processing involves using phonological awarnessknowledge of letter/sound correspondence and blending, and it canbe developed through such a thing as rhyme ………. “(Bryant P and Bradley L, 1985)
 
Sehubungan dengan hal tersebut Richard (2005) dalam program
 Beginning Reading  strategy
menggunakan dua kegiatan
rhyming 
yakni :1.
 Stop at the Vowel sound 
; yaitu pola latihan pengenalan ucapan membacadengan penekanan pada bunyi huruf hidup.2.
 Recognition memory
; yaitu pola latihan penggunaan kata dalam denganmenjeneralisasikan aturan yang ada dan menggunakan kata tersebut dalamkonteks yang menyenangkan.
METODE
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu di kelasVII A. Dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang yang terdiri dari 15 siswa pria dan 25siswa wanita. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, tiap siklusdilaksanakan prosedur sebagai berikut; 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3)observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Selanjutnya dalam tiap siklus diberikan tigakegiatan yakni :a.Classroom DrillPada bagian ini guru melatih pola-pola bunyi-bunyi short
vowels,”a,e,i,o,u”
melalui tehnik 
Stop at the Vowel Sound-
Siswadiperlihatkan daftar kata yang menggunakan bunyi vowel, dan di suruhmembaca kata tersebut sebatas huruf vowelnya saja. b.Memory RecognationPada tahap ini siswa di berikan latihan pengenalan kata-kata yangmemiliki bunyi short vowels ”a,e,i,o,umelalui konteks gambar yangmemiliki ilustrasi tertulis. Hal ini dilakukan agar siswa dapatmenjeneralisasi pola-pola bunyi yang telah dilatih sebelumnya.c. Mix upLatihan-latihan membaca sebuah teks yang memuat bunyi-bunyi shortsvowel “a,e,i,o,u”. Latihan ini digunakan untuk mengukur kemampuansiswa/progress siswa dalam menerapkan pola-pola yang telah diberik 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->