Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERMENDAGRI No 23 Th 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERMENDAGRI No 23 Th 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

Ratings: (0)|Views: 335 |Likes:
Published by Eka A Mahmudi
PERMENDAGRI No 23 Th 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
PERMENDAGRI No 23 Th 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

More info:

Published by: Eka A Mahmudi on Jan 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original

 
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 23 TAHUN 2007TENTANGPEDOMAN TATA CARA PENGAWASANATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI DALAM NEGERI,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 28 ayat (3) Peraturan PemerintahNomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan PengawasanPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah, perlu ditetapkan PeraturanMenteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengawasan AtasPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadiUndang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4548);2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang PedomanPembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594);3. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN TATACARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHANDAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1. Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yangditujukan untuk menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektifsesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan.2. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahdaerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugaspembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara
 
2
Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.3. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerahsebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.4. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dankewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur danmengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangkamelindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat.5. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkatdaerah pada pemerintah daerah selaku pelaksana urusan pemerintahan di daerah.6. Pejabat Pengawas Pemerintah adalah orang yang karena jabatannya melaksanakantugas pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk dan atas namaMenteri Dalam Negeri atau Kepala Daerah.7. Monitoring adalah kegiatan mengamati, mengawasi keadaan dan pelaksanaan di tingkatlapang yang secara terus menerus atau berkala disetiap tingkatan atas program sesuairencana.8. Evaluasi adalah proses kegiatan penilaian kebijakan daerah, akuntabilitas kinerja daerahatau program dan kegiatan pemerintahan daerah untuk meningkatkan penyelenggaraanpemerintahan daerah. 
BAB IIRUANG LINGKUP PENGAWASANPasal 2
(1) Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah meliputi :a. Administrasi umum pemerintahan; danb. Urusan pemerintahan.(2) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan terhadap :a. Kebijakan daerah;b. Kelembagaan;c. Pegawai daerah;d. Keuangan daerah; dane. Barang daerah.(3) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan terhadap :a. Urusan wajib;b. Urusan pilihan;c. Dana Dekonsentrasi;d. Tugas pembantuan; dane. Kebijakan Pinjaman Hibah Luar Negeri.
Pasal 3
(1) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilaksanakan oleh PejabatPengawas Pemerintah.
(2)
Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh InspekturJenderal
.
 
 
BAB IIIPENGAWASANBagian KesatuPenyusunan Rencana PengawasanPasal 4
(1) Penyusunan rencana pengawasan tahunan atas penyelenggaraan pemerintahan daerahdikoordinasikan oleh Inspektur Jenderal.(2) Rencana pengawasan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalambentuk Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dengan berpedoman padakebijakan pengawasan.(3) Penyusunan PKPT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan atas prinsipkeserasian, keterpaduan, menghindari tumpang tindih dan pemeriksaan berulang-ulangserta memperhatikan efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan sumber dayapengawasan.(4) Rencana pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan denganKeputusan Menteri Dalam Negeri.
Pasal 5
(1) Penyusunan rencana pengawasan tahunan atas penyelenggaraan pemerintahan daerahKabupaten dan Kota dikoordinasikan oleh Inspektur Provinsi.(2) Rencana pengawasan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalambentuk Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dengan berpedoman padakebijakan pengawasan.(3) Penyusunan PKPT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan atas prinsipkeserasian, keterpaduan, menghindari tumpang tindih dan pemeriksaan berulang-ulangserta memperhatikan efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan sumber dayapengawasan.(4) Rencana pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan denganKeputusan Gubernur.
Bagian KeduaRencana PengawasanPasal 6
PKPT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 meliputi :a. ruang lingkup;b. sasaran pemeriksaan;c. SKPD yang diperiksa;d. jadual pelaksanaan pemeriksaan;e. jumlah tenaga;f. anggaran pemeriksaan; dang. laporan hasil pemeriksaan yang diterbitkan.
Pasal 7
Pemeriksaan atas berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan penjabat kepala daerahdicantumkan dalam PKPT.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->