Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERMENDAGRI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

PERMENDAGRI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

Ratings: (0)|Views: 190 |Likes:
Published by Eka A Mahmudi
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

More info:

Published by: Eka A Mahmudi on Jan 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
1
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 25 TAHUN 2007TENTANGPEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKATDI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERIDAN PEMERINTAH DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI DALAM NEGERI
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 28 ayat (3) PeraturanPemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan PengawasanPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah, perlu menetapkan PeraturanMenteri Dalam Negeri tentang Pedoman Penanganan PengaduanMasyarakat di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan PemerintahDaerah;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang PenyelenggaraanNegara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);2. Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang PemberantasanTindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3874)sebagaimana telah diubah dengan Undang–Undang Nomor 20 Tahun2001 tentang Perubahan Atas Undang–Undang Nomor 31 Tahun1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, TambahanLembaran Negara Nomor 4150);3. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telahdiubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentangPenetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 105,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);4. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1999 tentang TatacaraPelaksanaan Peranserta Masyarakat Dalam PenyelenggaraanNegara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3866);5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan danPengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594);6. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;
MEMUTUSKAN :
 
 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
2
Menetapkan
:
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMANPENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGANDEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH.
 
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1. Pengaduan Masyarakat adalah laporan dari masyarakat mengenai adanya indikasiterjadinya penyimpangan, korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh aparatpemerintah dan atau aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.2. Aparat Pemerintah adalah pegawai di lingkungan Departemen Dalam Negeri.3. Aparat Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Pegawai dilingkungan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa.
BAB IIRUANG LINGKUPPasal 2
Ruang lingkup penanganan pengaduan masyarakat meliputi :a. penyalahgunaan wewenang;b. hambatan dalam pelayanan masyarakat;c. korupsi, kolusi dan nepotisme; dand. pelanggaran disiplin pegawai.
BAB IIISUMBER PENGADUANPasal 3
Pengaduan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 bersumber dari :a. Lembaga-Lembaga Negara;b. Badan/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah;c. Badan Hukum;d. Partai Politik;e. Organisasi Masyarakat;f. Media Masa; dang. Perorangan.
BAB IVADMINISTRASI PENGADUANPasal 4
(1) Pimpinan Komponen di lingkungan Departemen Dalam Negeri menyampaikanpengaduan yang diterima kepada Menteri Dalam Negeri melalui Inspektur Jenderal.(2) Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diadministrasikan SekretariatInspektorat Jenderal.
 
 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
3
(3) Pengadministrasian pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukanpengkajian untuk mengidentifikasi kadar pengawasan dan permasalahan.(4) Hasil pengkajian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada InspekturJenderal dengan tembusan kepada Inspektur Wilayah terkait.(5) Inspektur Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) melakukan pengkajian lebihlanjut dan menyampaikan rekomendasi penanganan pengaduan kepada InspekturJenderal.(6) Rekomendasi penanganan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukanoleh Inspektorat Jenderal atau dilimpahkan.
BAB VPENANGANAN PENGADUANPasal 5
(1) Penanganan pengaduan masyarakat dilakukan oleh Inspektorat Jenderal ataudilimpahkan.(2) Penanganan pengaduan oleh Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dilakukan:a. tim Inspektorat Jenderal;b. tim antar unit kerja di lingkungan Departemen Dalam Negeri; danc. tim antar departemen/lembaga/instansi.(3) Penanganan pengaduan yang dilimpahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)disampaikan kepada:a. unit kerja di lingkungan Departemen Dalam Negeri;b. departemen/lembaga/instansi; danc. Gubernur.
Pasal 6
(1) Penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Inspektorat Jenderal sebagaimanadimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a meliputi:a. pelaku yang diadukan pejabat kantor pusat Departemen Dalam Negeri;b. Gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota; dan pejabateselon II ke atas pada pemerintah provinsi.c. materi pengaduan mempunyai nilai strategis.(2) Penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim antar unit kerja di lingkunganDepartemen Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b,berkaitan dengan materi pengaduan yang memerlukan bantuan teknis unit kerja terkaitdi lingkungan Departemen Dalam Negeri.(3) Penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim antar departemen/ lembaga/instansisebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf c berkaitan dengan :a. pelaku dan/atau materi menyangkut 2 (dua) atau lebih departemenLembaga/Instansi terkait; ataub. memerlukan keterangan dan bantuan teknis dari departemen/lembaga/ instansiterkait.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->