Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sedekah Dan Doa Untuk Ahli Kubur

Sedekah Dan Doa Untuk Ahli Kubur

Ratings: (0)|Views: 88 |Likes:
Published by _loleins

More info:

Published by: _loleins on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
Sedekah dan Doa Untuk Ahli Kubur
Alam Barzakh adalah satu perjalanan Akhirat ketiga yang menakutkan. Tentang alam Barzakh banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis, tersurat dan tersirat. Di dalam Al-Qur’an Allahswt berfirman:
 
نوث ُ ع َ ب ْ يُمِو ْ يَىلإ خٌ زَ ر ْ َ ْه ِ ئِاَ ْِ َ
“Dan di belakang mereka ada Barzakh sampai hari kiamat.” (Al-Mukminun: 100).Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Demi Allah, yang kutakutkan atasmu adalah alamBarzakh.” Sahabatnya bertanya: Apakah Barzakh itu? Beliau menjawab: “Alam kubur sejak kematian hingga hari kiamat.” (Al-Bihar 6: 267)
Panggilan Sedih Penghuni Kubur
Di dalam kitabnya Lubb al-Lubab Ar-Rawandi mengatakan:Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa orang-orang yang telah meninggal, mereka datang setiapJumaat pada bulan Ramadhan. Mereka berdiri dan masing-masing mereka memanggil dengansuara sedih dan menangis:
“Wahai keluargaku, wahai anak-anakku, wahai kerabatku, sayangi aku dengan sesuatu semoga Allah menyangimu. Ingatlah kami, jangan lupakan kami dengan doa. Sayangi kami danketerasingan kami. Kami telah diabadikan di penjara yang sempit, kesedihan dan penderitaan yang lama masanya. Maka sayangi kami, jangan bakhil kepada kami dengan doa dan sedekahuntuk kami. Semoga Allah menyayangi kita sebelum kalian seperti kami. Alangkah sedihnya kami! Kami sebenarnya mampu sebagaimana kalian mampu.Wahai hamba-hamba Allah, dengarlah bicara kami, jangan lupakan kami, karena kalian pastiakan mengetahui dan merasakan besok. Infakkan apa yang kalian miliki. Dahulu kami jugamiliki, tetapi kami tidak menginfakkan di jalan ketaatan kepada Allah, kami menahannya di jalan kebenaran, sehingga kurnia itu menjadi malapetaka bagi kami dan bermanfaat bagi orang lain. Sayangi kami walaupun dengan satu dirham, sepotong roti atau segelas minuman.” Kemudian mereka memanggil: “Cepatlah kalian menangisi diri kalian, menangisi segala yang tidak bermanfaat bagi kalian sebagaimana kami menangisi diri kami dan segala yang tidak bermanfaat bagi kami. Bersungguh-sungguhlah kalian sebelum kalian seperti kami.”
(Mustadrak Al-Wasail 2: 162, bab 39, hadis ke 697)
Pentingnya Sedekah dan Doa untuk Ahli Kubur
Dalam kitab Jami’ul Akhbar disebutkan, sebagian sahabat berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Berikan hadiah untuk keluargamu yang telah meninggal.” Kami bertanya: YaRasulallah, apa hadiah untuk orang-orang yang telah meninggal? Rasulullah saw menjawab:
 
“Sedekah dan doa.” Selanjutnya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap hari Jum’atarwah orang-orang yang beriman datang ke langit dunia vertikal dengan rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil menangis: Wahai keluargaku, wahaianak-anakku, wahai ayahku, wahai ibuku, wahai keluargaku, sayangi kami semoga Allahmenyayangi kalian dengan apa yang telah dihadiahkan kepada kami. Celakalah kami, hisab(perhitungan) dibebankan pada kami, sementara yang memanfaatkan orang lain.Mereka memanggil keluarganya: “Sayangi kami walaupun dengan satu dirham, atau sepotongroti atau sehelai pakaian. Semoga Allah memberi pakaian dari pakaian surga.”Kemudian Nabi saw menangis, dan kami pun ikut menangis bersama Nabi saw, sehingga Nabitidak mampu bercakap karena banyaknya menangis. Kemudian beliau bersabda:“Mereka adalah saudara-saudara kalian dalam agama. Mereka telah dihancurkan oleh tanahsesudah mereka memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan di dunia. Mereka memanggil dengankata-kata celaka dan penyelasan atas diri mereka. Mereka berkata: Celakalah kami, sekiranya apayang kami miliki kami infakkan dalam ketaatan dan keredhaan Allah, niscaya kami tidak menyusahkan kalian. Kemudian mereka kembali dengan sedih dan menyesal. Kerana itu,segeralah kamu bersedekah untuk keluarga kalian yang telah meninggal.” (Jami’ul Akhbar: 169)Dalam hadis yang lain disebutkan:“Tidaklah kamu bersedekah untuk orang yang telah meninggal, kecuali malaikat mengambilnyadi puncak cahaya yang sinarnya memancar sampai ke tujuh langit, kemudian ia berdiri di tepiliang kuburnya seraya memanggil: Assalamu’alaikum wahai penghuni kubur, keluargamumemberikan hadiah ini untukmu, lalu penghuni kubur itu mengambilnya dan membawanya kekuburnya, sehingga menjadi luaslah tempat pembaringannya.” Kemudian Imam (sa) berkata:“Ingatlah, barangsiapa yang menyayangi orang yang telah meninggal dengan sedekah, iamemiliki pahala di sisi Allah sama dengan pahala orang yang berperang di perang uhud; dan pada hari kiamat nanti ia akan mendapat naungan arasy Allah, hari tidak ada naungan kecualinaungan arasy. Dengan sedekah orang yang hidup, yang meninggal dapat diselamatkan.”(Jami’ul Akhbar: 169)Dalam kitabnya Zadul Ma’ad Allamah Al-Majlisi berkata: Hendaknya yang hidup tidak melupakan orang-orang yang telah meninggal, kerana mereka sangat terbatas untuk memperolehamal yang baik. Mereka mengharap dan mengintip kebaikan dari anak-anaknya, kerabat, dansaudara-saudaranya yang beriman. Khususnya doa-doa mereka dalam solat-soat malam mereka,sesudah solat-solat fardhu, dan doa-doa mereka di kuburan-kuburan suci. Hendaknya seoranganak mendoakan ayah dan ibunya lebih banyak daripada terhadap orang lain, dan beramalkebajikan untuk mereka.Dalam suatu hadis dikatakan: “Sungguh ada seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya ketika mereka masih hidup, kemudian keduanya meninggal,tetapi ia tidak melaksanakan apa yang mereka tinggalkan dalam agamanya dan tidak memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yangdurhaka. Ada juga seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya dan tidak berbakti kepada mereka ketika mereka masih hidup, tetapi setelah merekameninggal ia melaksanakan apa yang mereka ditinggalkan dalam agamanya, dan memohonkan
 
ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yang berbakti.” (Al-Kafi 2: 163, hadis ke 21)Di antara kebaikan yang terpenting bagi kedua orang tua dan seluruh kerabat yang telahmeninggal adalah menunaikan perintah agama yang mereka tinggalkan saat hidupnya,melepaskan mereka dari hak-hak Allah dan mahluk-Nya, mengqadha’ apa yang merekatinggalkan, haji dan seluruh ibadahnya, dengan cara membayar atau bersedekah.Dalam riwayat yang shahih dikatakan bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) melakukan shalatuntuk anak-anaknya setiap malam dua rakaat, dan untuk kedua orang tuanya setiap hari duarakaat; pada rakaat yang pertama setelah Fatihah membaca surat Al-Qadar, dan rakaat keduasurat Al-Kautsat. (Al-Bihar 82: 63)Umar bin Yazid berkata bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) melakukan shalat untuk puteranyasetiap malam dua rakaat, dan untuk orang tuanya setiap siang hari dua rakaat.” Kemudian aku bertanya kepadanya: Mengapa shalat untuk anak dilakukan di malam hari? Beliau menjawab:Karena permadani untuk anakku. (At-Tahdzib 1: 467, hadis ke 178)Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:“Sesungguhnya seorang mayat yang berada dalam himpitan kubur, kemudian Allah meluaskankuburnya dan memberikan kurnia kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya: Kamu diringankan darihimpitan kubur kerana solat Fulan saudaramu untukmu. Kemudian ditanyakan kepada ImamJa’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah solat dua rakaat itu untuk dua orang? Beliau menjawab: Boleh.Selanjutnya beliau berkata: “Sesungguhnya seorang mayyit, ia merasakan bahagia akibat kasihsayang yang dihadiahkan kepadanya dan permohonan ampunan untuknya, sebagaimana orangyang hidup bahagia dengan hadiah yang diberikan kepadanya. (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 554)Rasulullah saw bersabda:
 
عفي ذل رجأ تكي ءدلا ربلا ةقدصلا  ّ حلا موصلا صلا ربق  لا ى دي
 
ل
“Masuklah pada mayyit di kuburnya shalat, puasa, haji, sedekah, kebajikan, dan doa; dan pahalanya dicatat untuk orang yang melakukan dan juga untuk mayyit. (A-Faqih 1: 117, hadis ke557)Rasulullah saw juga bersabda:
 
لا  لا ف رجأ ل عضا  ً حل    سلا  َِ  ْَ
“Barangsiapa dari kalangan muslimin yang melakukan amal soleh untuk orang yang telahmeninggal, Allah melipatgandakan pahala baginya dan dengannya memberi manfaat pada orangyang telah meninggal.” (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 556)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->