Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Barang Tertentu Dan Fasilitas Kepabeanan

Barang Tertentu Dan Fasilitas Kepabeanan

Ratings: (0)|Views: 223 |Likes:
Published by sason10

More info:

Published by: sason10 on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2012

pdf

text

original

 
Barang Tertentu
1)
 
PengertianBarang tertentu adalah barang yang ditetapkan oleh instansi teknis terkait sebagai barang yangpengangkutannya di dalam daerah pabean diawasi.2
)
 
Pengawasan pengangkutan dan tujuana
)
 
I
si dari Pasal 78 dijelaskan bahwa Pejabat bea dan cukai berwenang untuk mengunci,menyegel, dan/atau melekatkan tanda pengaman yang diperlukan terhadap barang imporyang belum diselesaikan kewajiban pabeannya dan barang ekspor atau barang lain yangharus diawasi menurut undang-undang ini yang berada di sarana pengangkut, tempatpenimbunan atau tempat lain.b
)
 
T
ujuan dari wewenang pejabat bea dan cukai yang dijelaskan dalam Pasal 78 dimaksudkanuntuk lebih menjamin pengawasan yang lebih baik dalam rangka pengamanan keuangannegara.c
)
 
D
ijelaskan dalam Pasal 79 ayat (
1)
dan (2
)
 i
)
 
A
yat (
1)
Segel dan/atau tanda pengaman yang digunakan oleh instansi pabean di negaralain atau pihak lain dapat diterima sebagai pengganti segel atau tanda pengamansebagaimana dimaksud dalam Pasal 78.ii
)
 
A
yat (2
)
Persyaratan diterimanya segel atau tanda pengamannya sebagaimana dimaksudpada ayat (
1)
ditetapkan oleh Menteri.Pasal ini memuat ketentuan mengenai wewenang Menteri untuk menetapkan bahwapenyegelan atau pembubuhan tanda pengaman sebagai pengganti segel yang dilakukanoleh pihak pabean di luar negeri atau pihak lain, dapat diterima.d
)
 
D
ijelaskan dalam Pasal 80 ayat (
1)
dan (2
)
 i
)
 
A
yat (
1)
Pemilik dan/atau yang menguasai sarana pengangkut atau tempat-tempat yangdikunci, disegel, dan/atau dilekati tanda pengaman oleh Pejabat Bea dan Cukaisebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 wajib menjamin agar semua kunci segel, atautanda pengaman tersebut tidak rusak, lepas, atau hilang.ii
)
 
A
yat (2
)
Kunci, segel, atau tanda pengaman yang telah dipasang sebagaimana dimaksuddalam Pasal 78 dan Pasal 79 tidak boleh dibuka, dilepas, dirusak tanpa izin Pejabat Beadan Cukai.e
)
 
D
ijelaskan dalam Pasal 8
1
ayat (
1)
sampai (3
)
 i
)
 
A
yat (
1)
 
D
i atas sarana pengangkut atau ditempat lain yang berisi barang dibawahpengawasan pabean dapat ditempat Pejabat Bea dan Cukai.ii
)
 
A
yat (2
)
 
A
pabila di sarana pengangkut atau tempat lain sebagaimana dimaksud padaayat (
1)
tidak tersedia akomodasi, pengangkut atau pengusaha yang bersangkutan wajibmemberikan bantuan yang layak.iii
)
 
A
yat (3
)
Pengangkut atau pengusaha yang tidak memberikan bantuan yang layaksebagaimana dimaksud pada ayat (2
)
dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesarRp 5.000.000,00 (lima juta rupiah
)
.3
)
 
Kewajiban menyerahkan pemberitahuan dan perlindungana
)
 
Kewajiban menyerahkan pemberitahuan dijelaskan dalam Pasal 7
A
ayat (
1)
sampai (3
)
 i
)
 
A
yat (
1)
Pengangkut yang sarana pengangkutnya datang dari:(
1)
 
L
uar daerah pabean; atau
 
(2
)
 
D
alam daerah pabean yang mengangkut barang impor, barang ekspor, dan/ataubarang asal daerah pabean yang diangkut ke tempat lain dalam daerah pabeanmelalui luar daerah pabeanwajib memberitahukan rencanan kedatangan sarana pengangkut ke kantor pabeantujuan sebelum kedatangan sarana pengangkut, kecuali sarana pengangkut darat.ii
)
 
A
yat (2
)
Pengangkut yang sarana pengangkutnya memasuki daerah pabean wajibmencantumkan barang sebagaimana dimaksud pada ayat (
1)
dalam manifesnya.iii
)
 
A
yat (3
)
Pengangkut yang sarana pengangkutnya datang dari luar daerah pabean ataudatang dari dalam daerah pabean dengan mengangkut barang sebagaimana yangdimaksud pada ayat (
1)
wajib menyerahkan pemberitahuan mengenai barang yangdiangkutnya sebelum melakukan pembongkaran.b
)
 
Sanksi diberikan apabila melanggar kewajiban menyerahkan pemberitahuan dijelaskandalam Pasal 7
A
ayat (7
)
dan (8
)
 i
)
 
A
yat (7
)
Pengangkut yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat(
1)
dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp 5.000.000,00 (lima jutarupiah
)
dan paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah
)
.ii
)
 
A
yat (8
)
Pengangkut yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat(3
)
, ayat (4
)
, atau ayat (6
)
dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp
1
0.000.000,00 (sepuluh juta rupiah
)
dan paling banyak Rp
1
00.000.000,00 (seratus jutarupiah
)
.4
)
 
Sanksi Pidanaa
)
 
Sanksi Pidana dijelaskan pada B
A
B X
IV
tentang KE
T
EN
TUA
N P
IDA
N
A
 
1)
 
Pasal
1
02 menjelaskan bahwa setiap orang yang:a
)
 
Mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimanadimaksud dalam pasal 7
A
ayat (2
)
;b
)
 
Membongkar barang impor di luar kawasan pabean atau tempat lain tanpa izinkepada kantor pabean;c
)
 
Membongkar barang impor yang tidak tercantum dalam pemberitahuan pabeansebagaimana dimaksud dalam Pasal 7a ayat (3
)
;d
)
 
Membongkar atau menimbun barang impor yang masih dalam pengawasanpabean di tempat selain tempat tujuan yang ditentukan dan/atau diizinkan;e
)
 
Menyembunyikan barang impor secara melawan hukum;
)
 
Mengeluarkan barang impor yang belum diselesaikan kewajiban pabeannya darikawasan pabean atau dari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain dibawah pengawasan pabean tanpa persetujuan Pejabat Bea dan Cukai yangmnegakibatkan tidak terpenuhinya pungutan negara berdasarkan undang-undang ini;g
)
 
Mengangkut barang impor dari tempat penimbunan sementara atau tempatpenimbunan berikat yang tidak sampai ke kantor pabean tujuan dan tidak dapatmembuktikan bahwa hal tersebut di luar kemampuannya; atauh
)
 
D
engan sengaja memberitahukan jenis dan/atau jumlah barang impor dalampemberitahuan pabean secara salah.
 
dipidana karena melakukan penyeludupan di bidang impor dengan pidana penjarapaling singkat
1
(satu
)
tahun dan pidana penjara paling lama
1
0 (sepuluh
)
tahun danpidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah
)
dan palingbanyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah
)
.2
)
 
Pasal
1
02
A
menjelaskan bahwa setiap orang yang:a
)
 
Mengekspor barang tanpa pemberitahuan pabean;b
)
 
D
engan sengaja memberitahukan jenis dan/atau jumlah barang ekspor dalampemberiatahuan pabean secara salah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
11A
 ayat (
1)
yang mengakibatkan tidak terpenuhinya pungutan negara di bidangekspor;c
)
 
Memuat barang ekspor di luar kawasan pabean tanpa izin kepala kantor pabeansebagaimana dimaksud dalam Pasal
11A
ayat (3
)
;d
)
 
Membongkar barang ekspor di dalam daerah pabean tanpa izin kepala kantorpabean; ataue
)
 
Mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuaidengan pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9
A
ayat (
1)
 dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidanapenjara paling singkat
1
(satu
)
tahun dan pidana penjara paling lama
1
0 (sepuluh
)
 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah
)
danpaling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah
)
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->