Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
biologi 2

biologi 2

Ratings: (0)|Views: 350|Likes:
Published by bestari_intan

More info:

Published by: bestari_intan on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2012

pdf

text

original

 
Budaya Dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Dan Perilaku
22
 
 Rabu
Jun 2011Posted byrizkianinUncategorized 
§Tinggalkan sebuah Komentar
 
Tag
 Budaya Organisasi 
Pengertian Budaya
 Menurut Kathy S. Stolley, budaya merupakan sebuah konsep yang luas.2 Bagi kalangansosiolog, budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide), keyakinan, perilaku, dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama, dan menentukan cara hidup suatu kelompok. Budaya meliputisemua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi.Budaya membentuk cara bagaimana orang melihat dunia. Ia berpengaruh atas bagaimana kita berpikir, bertindak, yang dijunjung tinggi, berbicara, organisasi-organisasi yang dibentuk, ritualyang diselenggarakan, hukum yang dibuat, apa dan bagaimana yang kita sembah, apa yang kitamakan, apa yang kita pakai, dan apa yang kita sebut sebagai buruk atau Baik Budaya di dunia sangat bervariasi. Budaya, bagi penganutnya, adalah ³normal´ ataupun ³lebih baik´ ketimbang budaya yang dianut pihak lain. Terkadang seseorang yang memasuki budaya berbeda akan mengalami ³culture shock´ atau kejutan budaya. Culture shock adalahkebingungan yang muncul tatkala seseorang memasuki situasi atau cara hidup yang tidak dikenal. Seorang suku Sunda mungkin saja terkejut melihat tata cara berpakaian, tatkala ia diberikesempatan berkunjung ke kediaman seorang Suku Dani di pedalaman Papua yang masihmenggunakan koteka. Keterasingan yang ia alami tatkala mengalami itu dapat disebut sebagaicultural shock.[1] 
3.
 
Proses Pembudayaan (Enkulturasi)
Proses pembudayaan adalah proses pelembagaan nilai ± nilai kultur itu sendiri. Sehingga nilai ± nilai kultur sudah menjadi suatu norma dalam organisasi. Setiap anggota organisasi berperilakusesuai dengan norma tersebut. Maka dari sinilah nilai ± nilai tersebut bisa dikatakan telahmembudaya.Maka, setelah melalui ketiga tahapan itulah, dimana setiap anggota/ karyawan telah mengenal,mendalami, dan membudayakan dalam dirinya sehingga menjadi sebuah norma yang ia yakini,dan ia junjung tinggi, bahwa dirinya haruslah memiliki Harga diri yang tinggi, mau bekerjakeras, serta berjiwa optimis , Maka secara Otomatis akan memacu Motivasi Yang tinggi didalamKinerja Seorang anggota atau Karyawan tersebut. Karena Dengan Nilai Nilai yang ia junjung
 
tinggi tersebut maka ia akan takut Menjadi Orang yang gagal, Orang yang tidak Berprestasi, dantidak memiliki arti apa apa didalam kelompoknya. Dan Apabila Kultur atau Budaya ini telahBerhasil masuk dan Terinternalisasi di semua Anggota atau Karyawan Perusahaan maka akanMenjadi identitas bagi Organisasi atau Perusahaan tersebut, Dan akan sangat mudahMempengaruhi setiap Individu didalamnya, Dan bagi Individu Individu atau Anggota Yang tidak siap terhadap Kultur tersebut maka ia akan mengalami
 K 
ultur Shocked (kegoncanganbudaya)
didalam dirinya, dan apabila ia tak mampu untuk survive , maka tentu lambat laun makaia akan tersingkir dari kelompok Sosial tersebut, tak terkecuali bagi anggota atau karyawan2 perusahaan yang tidak siap dengan Budaya didalamnya. Sehingga disini sekaligus dapatmenunjukkan dan membuktikan dari Implementasi Teori sebagaimana diungkapkan oleh HerbertSpencer dan Emile Durkheim tentang Struktural Fungsional.
PENGARUH PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT March 10, 2011
Filed under:Lingkungan Sosial² Urip Santoso @ 10:26 pmTags:ekonomi, pengelolaan lingkungan,sosial  Oleh: Robert Rio Tinto
Pendahuluan
 Sebagai mahluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri. Di manapun berada,manusia senantiasa memerlukan kerja sama dengan orang lain. Manusia membentuk  pengelompokan social
(social grouping)
diantara sesama dan upayanya mempertahankan hidupdan maengembangkan kehidupan. Kemudian dalam kehidupan bersama, manusia memerlukanorganisasi, yaitu suatu jaringan sosial antar sesama untuk menjamin ketertiban social. Dariinteraksi-interaksi itulah yang kemudian melahirkan sesuatu yang dinamakan
lingkungan social 
.Lingkungan sosial erat sekali hubungannya dengan pembangunan, baik secara fisik maupun pembangunan masyarakat secara ekonomi dan sosial itu sendiri yang bersifat kontinyu dan berkelanjutan.Pembangunan berkelanjutan senantiasa menghendaki peningkatan kualitas hidup manusia danselalu berorientasi jangka panjang dengan perinsip-prinsip keberlanjutan hidup manusia sekarangdan akan datang. Manusia dengan segala asek hidupnya bersama dengan komponen lingkunganalam dan lingkungan binaan/buatan dilihat sebagai suatu kesatuan dalam apa yang dinamakanlingkungan hidup. Sedangkan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya, keadaan, mahluk hidup termasuk manusia dan prilakunya yang mempengaruhikelangsungan prikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lain (UU No.23/2007).Lingkungan hidup itu juga merupakan sebuah system yang utuh, kolektivitas dari serangkaiansubsistem yang saling berhubungan, saling bergantung dan fungsional satu sama lain, sehinggamembentuk suatu ekosistem yang utuh.
 
Dengan pengertian sistemik maka penguraian lingkungan hidup ke dalam komponen-komponenyang lebih kecil, serta analisis yang mengikuti uraian terhadap unsur-unsur lingkungan hidup.Oleh karena itu lingkungan sosial yang dianggap bagian dari lingkungan hidup adalah wilayahyang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interkasi sosial antara berbagaikelompok beserta pranatanya dengan symbol dan nilai. (Jhoni Purba, 2005)Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh pengelolaanlingkungan hidup terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Pengaruh pengelolaan lingkungan hidup terhadap aspek sosial
Seperti yang digambarkan sebelumnya, bahwa pengelolaan setiap lingkungan yang beradaditengah-tengah masyarakat sudah barang tentu akan berdampak kepada lingkungan itu sendiri.Secara skematik komponen-komponen interaktif lingkungan hidup tersebut dapat digambarkankedalam tiga aspek, aspek alam
(natural aspect,)
Sosial dan Binaan
(man-made/build aspect).
 Walaupun ada tiga aspek masing-masing kategori tidak dapat dikaji secara parsial masing-masing aspek, karena ketiganya merupakan satu kesatuan integral yang disebut ekosistem.(Soetaryono, 2000)Baik lingkungan hidup terlebih lingkungan masyarakat sosial yang secara kontinyu melakukaninteraksi. Misalnya dalam penanggulangan masalah perumahan. Dalam penanggulangan masalah perumahan penduduk di wilayah kota, pemerintah telah melakukan pengembangan pembangunan rumah susun, rumah sewa dan peremajaan pemukiman kumuh. Yang mana akhir-akhir ini disebut dengan proyek perbaikan kampung, berupa KIP (Kampung ImprovementProgramme). Program tersebut didasarkan pada Inpres Nomor 5 tahun 1990 yaitu tentang peremajaan pemukiman kumuh yang berada di tanah Negara.Seperti di Jakarta beberapa waktu yang lampau melaksanakan program tersebut yang diberinamaMHT atau Mohammad Husni Thamrin., program jenis ini dianggap berhasil hingga pada perkembangannya terus dilakukan perluasan hingga ke daerah-daerah bukan hanya di pulau Jawatermasuk di Sumatra bahkan sampai ke daerah-daerah kawasan pinggiran. (Kenny Bruno, 1999).Memadu pelestarian lingkungan hidup dengan pembangunan sangatlah penting karena haltersebut akan berdampak langsung kepada aspek sosial termasuk ekonomi masyarakat. Dalamkontek pemaduan pelestarian lingkungan hidup dengan pembangunan itu berarti setidaknyamengakui kehadiran penduduk yang bergantung kepada sumber daya alam dan lingkungan.Dalam teori ini pula bahwa antara mahluk hidup (manusia) sangat bergantung dan membutuhkanlingkungan alam sekitar baik sebagai ladang pencari napkah kebutuhan atau sebagai saranainteraksi sesama mahluk hidup sosial. (Charles viktor barber, 1997). Kendati demikian, pengaruhlingkungan hidup tersebut akan terlihat pula pada karakteristik yang kompleks dari berbagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->