Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Panduan Rotan

Panduan Rotan

Ratings: (0)|Views: 1,292 |Likes:
Published by Rdwiardian Putra

More info:

Published by: Rdwiardian Putra on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

 
Panduan Pelatihan Dasar Keterampilan Teknis Kerajian Rotan
 
1 |Page 
PENDAHULUAN
Modul sederhana ini sebagai panduan dasar bagi para pelatih dalam menyelenggarakan pelatihan teknis menyangkut ketrampilan pembuatan kerajinan rotan. Materi dalam modul initelah disusun secara sistematis, dari mulai kegiatan perkenalan hingga evaluasi akhir. Didalamnya ada 7 kegiatan pokok yang dijalankan secara berurutan satu persatu. Tiap-tiap kegiatanmemiliki ciri khas masing-masing yang harus dipahami oleh pelatih, baik menyangkut tujuankegiatannya, pokok bahasan yang dibicarakan, bentuk kegiatan, peralatan yang diperlukan,waktu yang digunakan hingga proses kegiatannya. Materi tiap-tiap kegiatan ini telah disusunsedemikian rupa hingga secara teknis mudah diaplikasikan.Pelatihan Ketrampilan Teknis Kerajinan Rotan ini memerlukan waktu seluruhnya kuranglebih 34 jam. Jika satu hari memerlukan waktu efektif sekitar 7 jam, maka pelatihan inimembutuhkan waktu minimal 5 hari. 7 kegiatan pokok dalam pelatihan ini selanjutnyadidistribusikan secara proposional ke dalam 5 hari ini, dijalankan secara berurutan.Jika lebih rinci lagi, maka kegiatan hari pertama meliputi materi Perkenalan, Citra DiriPengrajin Ideal, Kontrak Belajar dan Permainan Jual Beli Barang. Penyajian empat materi iniseluruhnya memerlukan waktu antara 6-8 jam. Jadi, secara teknis, empat materi pendahuluan inidimungkinkan untuk bisa diselesaikan satu hari. Jika tidak memungkinkan diselesaikan pada hari pertama, maka sisianya dilanjutkan pada hari kedua. Sejak hari kedua inilah, pelatihan teknis produksi dimulai. Hari kedua diisi dengan materi Pengenalan Bahan dan Alat Rotan. Pada harikedua, peserta yang umumnya para pemula, sudah diajak untuk mengetahui hal-hal dasar tentangkerajinan rotan. Seorang pengrajin rotan tentunya harus memiliki pengetahuan yang cukupmemadai tentang bahan-bahan dan alat yang digunakan dalam mengayam. Hari berikutnya,yakni hari ketiga dan keempat, materi yang digelar adalah Praktek Membuat Kerajinan Rotan.Selama dua hari ini peserta diharapkan mengetahui langkah-langkah kerja dalam proses pembuatan kerajinan rotan. Selama dua hari ini peserta diharapkan mengetahui langkah-langkahkerja dalam pembuatan kerajinan rotan, di samping tentunya memiliki ketrampilan dalammembuat karya kerajian rotan.Tentu saja pembagian waktu pelatihan seperti itu sifatnya tidak kaku. Artinya,disesuaikan dengan keadaan yang terjadi selama proses pelatihan itu sendiri. Jika sekiranyawaktu dua hari ini dirasakan belum cukup untuk praktek latihan membuat kerajinan rotan, maka pelatihan bisa diperpanjang waktunya, dengan pesetujuan peserta.Untuk membiasakan diri membuat barang secara variatif, maka produk yang dibuat haruslebih dari satu. Dalam modul ini ada beberapa contoh barang yang bisa dibuat untuk latihan peserta. Tentu saja pelatihan masih bisa mengembangkannya dengan contoh-contoh lain yanglebih variatif.
 
Panduan Pelatihan Dasar Keterampilan Teknis Kerajian Rotan
 
2 |Page 
Mengingat pelatihan ini merupakan pelatihan teknis produksi, maka sebelum pelatihanini digelar sebaiknya pelatih harus memastikan bahwa alat-alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan ini sudah tersedia secara memadai. Pelatihan teknis produksi akan sulit dilaksanakan bila alat-alat dan bahannya tidak tersedia. Keberhasilan training ini akan sangat ditentukan olehsejauh mana peserta mampu mendayagunakan alat-alat dan bahan rotan.Setelah semua materi di atas dapat diselesaikan, acara pelatihan sebaiknya diakhiridengan materi Evaluasi Partisipatif dan Tindak Lanjut. Jadi materi ini ditempatkan sebagai penutup di hari akhir. Pada sesi terakhir ini, pelatihan bersama-sama dengan peserta melakukanevaluasi kritis terhadap pelatihan yang sudah dilaksanakan selama beberapa hari itu. Pesertamendapat kesempatan yang besar untuk menilai jalannya pelatihan dan manfaat apa yang benar- benar mereka peroleh. Dengan cara ini, pelatih secara langsung dan objektif bisa memperolehumpan balik yang terbuka dari peserta. Sesi terakhir ini sebaiknya jangan diakhiri sebelum peserta merumuskan program tindak lanjut yang akan mereka lakukan bersama pasca training.Pelatihan membantu peserta untuk merumuskan kegiatan-kegiatan bersama yang akan merekalakukan, misalnya, membentuk koperasi pengrajin rotan, dan sebagiannya.Perlu pula dicatat, bahwa di luar semua materi di atas, masih ada lagi kegiatan khususyang hanya dilakukan pelatih, yakni evaluasi harian. Di sini pelatih secara cermat dan terusmenerus memantau perkembangan setiap peserta dari satu materi ke materi lainnya, dari hari kehari. Hasil pemantauan inilah yang selanjutnya merupakan dasar bagi penilaian peserta oleh pelatih. Hasil penilaian pelatih ini bisa dituangkan dalam berbagai model penyajian, misalnyadengan membuat form evaluasi harian yang berisi aspek-aspek penting yang dinilai pelatih. Nilaiyang diberikan bisa diwujudkan dalam bentuk skor tertentu, bisa berupa angka atau huruf, ataukedua-duanya. Format evaluasi harian ini secara bebas bisa dibuat oleh pelatih sesuai dengankebiasaan dan pengalaman yang dimilikinya.Hal penting lain yang harus diingat dalam pelatihan ini adalah bahwa posisi dan peranaktif peserta sangat menentukan bagi keberhasilan training. Peserta harus dipahami bukansebagai objek pasif yang fungsinya hanya menerima informasi atau pengarahan satu arah dari pelatih. Peserta adalah objek aktif yang telah memiliki sejumlah keinginan, minat, pengalamanatau bahkan kemampuan tertentu yang harus dihargai, dieksplorasikan secara maksimal oleh pelatih dalam kegiatan pelatihan. Forum pelatihan harus mampu menyelesaikan ruang seluas-luasnya bagi setiap peserta untuk mengaktualisasikan potensi dirinya. Inilah prinsip dasar andragogi yang harus dijalankan pelatih.Dalam metode demikian, pelatihan dijalankan atas dasar consensus atau kesepakatan bersama antara pelatih dan peserta. Pelatih tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri dengan pengabaikan keinginan, minat, dan aspirasi peserta. Ekstrimnya, tidak aka nada pelatihan jika peserta menolak untuk dilatih. Jika terdapat penolakan, sekalipun rendah derajatnya, sementara pelatih tetap memaksakan diri untuk melangsungkan kegiatan pelatihan, maka dapat diduga pelatihan itu tidak akan berjalan efektif.
 
Panduan Pelatihan Dasar Keterampilan Teknis Kerajian Rotan
 
3 |Page 
Karena itu, penting kiranya pelatih mampu menciptakan kondisi-kondisi yang dapatmenumbuhkan minat, gairah, dan kesadaran bahwa pelatih ini pada dasarnya merupakankebutuhan peserta. Sehingga peserta meyakini bahwa pelatihan ini memang penting bagi perkembangan dirinya di masyarakat.Kreativitas pelatih dalam menjalankan prinsip pelatihan andragogi akan sangatmenentukan keberhasilan training. Terlebih bila diingat bahwa modul ini sebenarnya hanyalah pegangan dasar belaka, yang dalam prakteknya memerlukan improvisasi lebih lanjut dari sang pelatih. Pelatih tetap memiliki kebebasan untuk mengadaptasikan panduan dasar ini dengankeadaan nyata di lapangan dalam pelatihan andragogi ini. Pelatih masih bisa memanfaatkan pengalaman yang dimilikinya untuk kepentingan pelatihan ini, dan pada sisi lain juga dianjurkanuntuk mendayagunakan sumber informasi lain yang berhubungan dengan keterampilan pembuatan kerajinan rotan.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Geny Biry liked this
Gonsa Reza liked this
YhuNiie Masawoy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->