Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
50Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Acara 1 Fixed

Acara 1 Fixed

Ratings: (0)|Views: 3,558 |Likes:
Published by Heni Sulastrie

More info:

Published by: Heni Sulastrie on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

 
ACARA IPENGENALAN ALAT-ALAT METEOROLOGI
I.TUJUAN
1.Mengenal stasiun meteorologi pertanian dan alat-alat pengukur anasir cuaca yang biasa digunakan dalam bidang meteorologi pertanian.2.Mempelajari prinsip kerja, cara penggunaan alat, serta macam dan kualitas data yangdihasilkan dari sesuatu alat pengukur anasir cuaca.
I.TINJAUAN PUSTAKA
Klimatologi berasal dari kata ‘klima’ dan ‘logos’. Klima berarti kemiringan khayaldari bumi, logos berarti mempelajari. Jadi, klimatologi berarti ilmu yang mempelajari rata-rata cuaca pada suatu tempat. Sedangkan meteorologi berasal dari kata ‘meteor’ dan ‘logos’.Meteor berarti benda-benda di atas termasuk meteor dan benda optik, logos berartimempelajari. Jadi, meteorologi adalah ilmu yang mempelajari keadaan cuaca pada suatu saatdan tempat tertentu. Meteorologi lebih ditekankan pada perubahan harian unsur iklim,sedangkan klimatologi lebih ditekankan pada aras rata-rata dari unsur iklim yang menjadi ciridari suatu wilayah (Attaqy, 2008).Informasi klimatologi dapat sebagai penduga keadaan suhu, kelembaban udara,intensitas cahaya, curah hujan, dan kecepatan angina pada suatu wilayah pada waktu tertentu.Klimatologi tidak mempelajari fenomena atmosfer secara tepat (misalnya pembentukan awan,curah hujan, dan petir) tetapi mempelajari kejadian rata-rata selama beberapa tahun sampaimilenia, dan juga perubahan dalam pola cuaca dalam jangka panjang, dalam hubungannyadengan kondisi atmosfer (Lakitan, 2002).Iklim sangat mempengaruhi dunia pertanian. Presipitasi, evaporasi, suhu, angin, dankelembaban nisbi udara adalah anasir iklim yang penting (Bernet, 1995).Alat klimatologi/meteorologi biasanya disimpan di dalam sangkar meteorologi agar dapat terlindung dari hujan, debu dan sebagainya, agar alat-alat tersebut tidak cepat rusak.Alat tersebut harus dipelihara oleh orang yang telah mengikuti latihan, tetapi kadang-kadangterdapat alat klimatologi yang dipelihara oleh pengamat amatir yang tidak terlatih. Alatmeteorologi harus mempunyai sifat umum sebagai berikut (Tjasjono, 1999):
 
 –harus seteliti mungkin (akurat) –harus peka agar diperoleh ketelitian yang tinggi –harus kuat dan tahan lama agar dapat memberikan pelayanan dalam jangka panjang –harus mudah dipakai dan sederhana –biasanya mempunyai harga murah karena di dalam penelitian klimatologi diperlukanalat yang dipasang dalam jumlah besar.Alat meteorologi pada umumnya ada 2 macam, yaitu jenis biasa (bukan pencatat) dan jenis pencatat. Contoh alat jenis biasa adalah: termometer, barometer, pluvimeter, psikrometer, dan sebagainya. Sedangkan alat jenis pencatat misal termograf, barograf, pluviograf, hidrograf dan sebagainya. Untuk alat jenis pencatat biasanya dilengkapi dengan jam (waktu) dan pias (chart) yang diganti tiap hari untuk pias harian atau diganti tiap mingguuntuk pias mingguan, dan dilengkapi dengan pena (Setiawan, 2003).Pengamatan cuaca atau pengukuran anasir cuaca dilakukan pada lokasi yangdinamakan stasiun cuaca. Tujuan dari stasiun cuaca ini adalah mendapatkan data klimatologisyang pengukurannya dilakukan secara kontinu dan meliputi perode waktu yang lama, palingsedikit sepuluh tahun. Oleh karena itu, persyaratan stasiun klimatologis adalah lokasi,keadaan stasiun serta lingkungannya tidak akan mengalami perubahan agar pemasangan atau peletakkan alat pengukur tetap memenuhi persyaratan untuk menghasilkan data meteorologistdan data biologis dan atau data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuacaatau hidup tanaman dan hewan dengan serempak (Prawirowardoyo, 1996)Observasi meteorologi dilakukan untuk berbagai tujuan, terutama untuk keperluansinoptik dan peramalan cuaca. Dari data yang diperoleh dari suatu observasi, maka dapatdiketahui keadaan cuaca rata-rata suatu daerah. Stasiun meteorologi dibangun unut pengukuran satu atau beberapa elemen meteorologi. Stasiun observasi meteorologi dapatdiklasifikasikan menjadi (Tjasjono, 1987):
Stasiun sinoptik darat dan laut. Stasiun ini mempunyai fungsi utamamenyediakan data unutk pengamatan (peramalan cuaca).
Stasiun agrometeorologi yang diperlukan untuk penelitian dan operasi padakerja lading (
 field work 
), terutama oleh instansi pertanian, perikanan, dan pangan.
Stasiun meteorologi aeronautic yang diperlukan pada dunia penerbangan unutk mengetahui cuaca saat penerbangan, lepas landas, dan pendaratan pesawatdemi efisiensi serta keselamatan penerbangan.
 
Stasiun meteorologi khusus yang didirikan untuk observasi gejala cuacakhusus misalnya deteksi awan dan hydrometer dengan radar meteorologi, pengukuran radiasi, mikroklimatologi, dan lain sebagainya.Penerapan di waktu lampau menunjukkan bahwa penyerapan teknologi pertaniansering mengalami kegagalan tanaman karena keadaan cuaca yang tidak sesuai. Olehkarenanya untuk mengurangi kegagalan panen, teknologi pertanian harus memanfaatkaniklim. Perluasan dan perbaikan infrastruktur irigasi adalah sangat penting untuk memantapkanhasil pada taraf yang tinggi. Tetapi pola-pola tanam berdasarkan peramalan iklim terutama pada daerah/lahan tadah hujan juga merupakan usaha ke arah itu. Untuk lebih dapatmemanfaatkan informasi-informasi iklim bagi areal-areal yang lebih kecil stasiun-stasiunagroklimatologi perlu diperbanyak. Selain daripada itu perlu peningkatan stasiun-stasiun yangtelah ada. Dibutuhkan lebih banyak latihan keterampilan bagi mereka yang mengelola stasiun.Penyuluh perlu diberi data informasi data iklim dan bagaimana menggunakannya untuk membuat rencana pola tanam di daerah tertentu berdasarkan data iklim (Tantera, 1985).Adapun alat-alat meteorologi yang ada di Stasiun Meteorologi Pertanian diantaranyaalat pengukur curah hujan (Ombrometer tipe Observatorium dan Ombrograf), alat pengukur kelembaban relatif udara (Psikometer Assman, Psikometer Sangkar, Higrograf, Higrometer,Sling Psikometer), alat pengukur suhu udara (Termometer Biasa, Termometer Maksimum,Termometer Minimum, dan Termometer Maximum-Minimum Six Bellani), alat pengukur suhu air (Termometer Maksimum-Minimum Permukaan Air), alat pengukur panjang penyinaran matahari (Solarimeter tipe Jordan, Solarimeter tipe Combell Stokes), alat pengukur suhu tanah (Termometer Permukaan Tanah, Termometer Selubung Kayu,Termometer Bengkok, Termometer Maksimum-Minimum tanah, Termometer Simons, Stick Termometer), alat pengukur intensitas penyinaran matahari (Aktinograf), alat pengukur evaporasi (Panci Evaporasi Kelas A, Piche Evaporimeter) dan alat pengukur kecepatan angin(Cup Anemometer, Hand Anemometer, Biram Anemometer) (Prawirowardoyo, 1996).Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur temperatur adalah termometer.Termoneter harus dipasang secara mendatar di lapangan terbuka. Satuan meteorologi daritemperatur adalah derajat celcius (
0
C), reamur (
0
R), dan Fahrenheit (
0
F). Umumnyatermometer diisi dengan air raksa atau alkohol. Pemasangan dilakukan dengan menggunakanala kayu atau besi sebagai penahan. Pada siang hari, termometer harus diikat untumenghindari sinar matahari langsung. Termometer dapat juga diberi pelindung atau denganmenempelkannya di dinding bangunan. Termometer bekerja dengan cara yang yangsederhana. Bila udara panas, maka air raksa dalam termometer akan mengembang.

Activity (50)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nona Zhay Taopan liked this
Nada Riskia liked this
Sonya Anggun liked this
Aman Shah liked this
Dek'wi Aja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->