Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbedaan Besi Dan Baja

Perbedaan Besi Dan Baja

Ratings: (0)|Views: 1,461 |Likes:
Published by JeLiaN_Muach

More info:

Published by: JeLiaN_Muach on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

 
Perbedaan Besi dan Baja 
Perbedaan besi dan baja terletak pada kandungan paduan karbon (C) yang akan menentukansifat-sifat lain dari besi dan baja tersebut. Paduan baja yang mengandung lebih banyak karbondari nilai komersialnya dapat dinamakan besi. Kandungan karbon pada beberapa jenis bajamencapai 0,04 persen sampai 2,0 persen. Besi tuang, besi tuang maleable, pig iron mengandung jumlah karbon sekiar 2-4 persen. Tetapi ada juga besi yang tidak mengandung karbon yaituwhite-heart malleable iron.Pembuatan bahan baku besi dan baja dapat dilakukan dalam blast furnace ang menghasilkan pigiron. Pembuatan langsung juga dapat dilakukan dengan alat revolving kiln yang menghasilkanspong iron.Paduan baja dan besi dapat dikelompokan dalam ferroalloys. Paduan ini dapat menghasilkan jenis-jenis baja. Jumlah paduan yang diunakan dalam pembuatan besi dan baja bervariasi hinggamengandung 20 sampai 80 persen dari elemen paduan. Paduan ini seperti Mangan, Silkon , danCromium.SejarahTeknik peleburan logam telah ada sejak zaman Mesir kuno pada tahun 3000 SM. Bahkan pembuatan perhiasan dari besi telah ada pada zaman sebelumnya. Proses pengerasan pada besidengan heat treatment mulai diperkenalkan untuk pembuatan senjata pada zaman Yunani 1000SM.Proses pemaduan yang dibuat mulai ada sejak abad 14 yang diklasifikasikan sebagai besi tempa.Proses ini dilakkan dengan pemanasan sejumlah besar bijih besi dan charchoal dalam tungkuatau furnance. Dengan proses ini bijih besi mengalami reduksi menjadi besi sponge metalik yangterisi oleh slag yang merupakan campuran dari pengotor metalik dan abu charcoal. Spone iron inidipindahkan dari furnance pada saat masih bercahaya dan diselimuti oleh slag yang tebal laluslagnya dihilangkan untuk memperkuat besi. Pembuatan besi meggunakan metode inimenghasilkan kandingan slag sekiar 3 persen dan 0,1 persen pengotor lain. Kadang kala hasil produksi dengan metode ini menghasilkan baja bukannya besi tempa. Parapembuat besi belajar untuk membuat baja dengan memanaskan besi tempa dan charcoal pada boks yang terbuat dar tanah liat selama beberapa hari. Dengan proses ini besi akan menyerap cukup karbon untuk menjadi baja sebenarnya.Setelah abad ke 14 tungku atau furnance yang digunakan mulai mengalami peningkatan ukurandan draft yang digunakan untuk pembakaran gas melewati ³charge,´ pada pencampuran materialmentah. Pada tungku yang lebih besar ini, bijih besi pada bagian bagian atas furnance akandireduksi pertama kali direduksi menjadi besi metalik dan menghasilkan banyak karbon sebagaihasil dari serangan gas yang dilewatinya. Hasil dari furnance ini adalah pig iron, yaitu paduanyang meleleh pada temperatur rendah. Pig iron akan dproses lebih lanjut untuk membuat baja.Pembuatan baja modern menggunakan blast furnance yang juga digunakan untuk memurniakan besi oleh pembuat besi yang lamapu. Proses pemurnian besi cair dengan peledakan udara diakuioleh penemu Inggris Sir Henry Bessemer yang mengembangkan Bessemer furnance, atau pengkonversi, pada tahun 1855. Sejak tahun 1960 telah diproduksi baja dari besi bekas secarakecil-kecilan pada furnance elektrik, sehingga dinamakan mini mills. Mini mills adalah
 
komponen yang sangat sangat penting bagi produksi baja Amerika. Mills yang lebih besar digunakan pada produksi baja dari bijih besiDiposkan olehs0ny's po3nyadi14:37 1 komentar   Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook  
M
akalah PPK 1 
PENDAHULUANTeknologi kimia adalah teknologi pengolahan bahan baku menjadi bahan hasil yang bermanfaatdan dapat mendatangkan keuntungan. Bahan-bahan hasil itu akan ada yang akan dipakailangsung oleh konsumen dan ada pula yang berupa antara yang baru menjadi bahan konsumsisetelah dimodifikasi secara kimia atau fisika.Para Insinyur kimia, ahli kimia murni, wiraswastawan, manajer dan para pengusaha yang bergerak di bidang pembuatan bahan kimia diharapkan akan memperoleh gambaran yang dapatmembantu memahami keadaan muktahir industri kimia. Bidang teknik kimia dan kimia industrikeduanya sangat bergantung pada laba usaha, tanpa adanya laba usaha tidak mungkin industritersebut berkembang.Ilmu kimia teknik lahir sebagai suatu disiplin ilmu yang tersendiri kira-kira pada tahun 1910,yaitu waktu para professor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikatmelihat bahwa perancangan pabrik kimia tidak mungkin dilakukan dengan baik melalui pendekatan teknik mesin atau kimia murni saja, Para Profesor ini menamakan operasi fisika yangdiperlukan dalam pembuatan bahan kimia (misalnya perpindahan kalor, distilasi, filtrasi dansebagainya) sebagai ³Satuan Operasi´ (unit operation). Walaupun teknik kimia itu pada mulanyalebih diskriptif, namun satuan operasi kimia ini telah banyak dikaji, sehingga dewasa ini dapatdigunakan dengan menggunakan prosedur-prosedur matematika yang kuat untuk membuat berbagai ramalan yang diperlukan dalam merancang pabrik.Pada tahun 1930 P.H Groggins menyarankan suatu pendekatan yang agak serupa untuk mengelompokkan operasi-operasi kimia yang sejenis seperti nitrasi, sulfurasi, oksidasi, klorinasi,dan sebagainya dalam satuan proses. Konsep ini ternyata tidak begitu berkembang, namun dalam beberapa hal konsep ini sangat berguna.Teknik kimia melibatkan ilmu fisika, kimia dan engineering pada perancangan dan pengoperasian pabrik-pabrik yang memproduksi bahan-bahan yang dihasilkan melalui proseskimiawi.Di Industri para insinyur teknik kimia bertanggung jawab merancang sistem-sistem yangmemproduksi dalam jumlah besar bahan-bahan yang biasanya dibuat dalam jumlah kecil dilaboratorium oleh para kimiawan. Para insinyur kimia memilih proses-proses yang sesuai dankemudian merancangnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk yang diinginkan.Proses-proses tersebut diantaranya adalah :1.Proses perpindahan kalor 2.Proses perpindahan massa misal: absorbsi, humidifikasi, dan drying (pengeringan)3.Proses yang melibatkan kerja mekanik misal: pencampuran, pengecilan ukuran, penyaringan.4.Proses yang melibatkan reaksi kimia misal : klorinasi, polimerisasi, oksidasi.Para insinyur kimia dibutuhkan di dalam hampir semua jenis industri manufaktur. Memandangke masa depan, kita dapat melihat bahwa kebutuhan ini akan semakin berkembang seiringdengan tuntutan masyarakat akan produk yang lebih baik dan standar hidup yang lebih tinggi.
 
Para insinyur teknik kimia berpotensi pula untuk memainkan peranan yang lebih penting didalam berbagai upaya pencarian solusi untuk masalah±masalah paling mendasar dalamkehidupan manusia : pencemaran lingkungan, menipisnya sumber energi, ledakan jumlah penduduk, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih.BAB IKONSEP DASAR PERANCANGAN PABRIK 1.1Peran Enginer dalam Industri KimiaBerkaitan dengan Perancangan dan Operasional pabrik adalah bahwa seorang insinyur teknik kimia diharapkan selalu dapat memikirkan bagaimana suatu pabrik harus dirancang hingga bagaimana suatu pabrik harus dioperasionalkan agar pabrik tersebut bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang sesuai permintaan pasar dan dengan harga jual yang mampu bersaingdengan produsen lainnya.Seorang insinyur kimia diharapkan selalu belajar meningkatkan kemampuan dan kualitas diriuntuk dapat mencapai posisi yang lebih tinggi dalam kariernya dan siap mengahadapi tantanganyang semakin berat. Sesuai dengan kemampuannya insinyur dapat diklasifikasikan yaitu sebagai berikut :1.Kemampuan daya analisis untuk mengidentifikasikan, merumuskan dan memecahkan persoalan teknologi industri.2.Kepekaan pada realitas yang meliputi kemampuan untuk mengenali fakta dan merumuskan prinsip-prinsip yang relevan dengan perkembangan industri.3.Kemampuan imajinasi untuk melihat dan memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan baruyang menguntungkan.4.Kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan suatu obyek dengan obyek lainnya sertamenempatkan persoalan teknologi industri sebagai bagian dari persoalan iptek.Perbedaan antara insinyur dan ilmuwan ialah bahwa para insinyur selalu memperhitungkan biayadan laba usaha. Setiap keputusan teknik oleh insinyur selalu mempertimbangkan biaya. Sasaranutama dari setiap laba usaha keteknikan adalah menghasilkan produk yang sebaik-baiknyadengan aman dan selamat atau menghasilkan jasa seefisien mungkin dan biaya serendahmungkin bagi pemilik usaha atau masyarakat pemakai pada umumnya.Peran atau pekerjaan seorang enginer dalam suatu Pabrik Kimia dapat dilihat dari kebutuhan pabrik tersebut akan seorang enginer. Misal pabrik yang berencana mengembangkan produk terbaru maka pabrik tersebut butuh seorang enginer dengan pekerjaan sebagai Research andDevelopment. Dapat pula pabrik membutuhkan seorang enginer yang menguasai teknologi yangramah lingkungan dengan melandaskan pada keselamatan kerja dan berwawasan lingkungan,maka pabrik tersebut butuh engineer dengan posisi Production and Environmental.1.1.1 Research and DevelopementTugas seorang Enginer pada posisi Research and Development adalah melakukan berbagai penelitian serta pengembangan di dalam pabrik baik segi teknologi maupun ekonomi. Peneltianyang memadai dan disertai oleh perlindungan paten sangat penting untuk menjamin keuntungandi masa datang. Salah satu ciri yang menonjol dari industri pengolahan kimia ialah bahwa prosedur, bahan baku, dan pasaran cepat sekali berubah tanpa penelitian ke depan, perusahaanakan selalu ketinggalan dalam bersaing dalam industri. Pengembangan merupakan penerapan

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sarah Noviatri liked this
El Solot liked this
Mirfan Miko liked this
Dwi Ristyandi liked this
Mutmainnah Salam liked this
Rahma Ismayanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->