Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mikrobiologi terapan

mikrobiologi terapan

Ratings: (0)|Views: 2,686|Likes:
Published by ahyar

More info:

Published by: ahyar on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
Senin, 10 Maret 2008
MIKRO FLORA NORMAL
Setelah kita mengetahui beberapa laboratorium kesehatan, maka pada artikel kesehatan kali iniakan memaparkan secara ringkas tentang mikro flora normal yang terdapat pada tubuh kita.Referensinya dapat dilihat di
Mikrobiologi Kedokteran
buku 1 karangan Jawetz, Melnick, danAdelberg’s ataupun pada buku tentang mikrobiologi lainnya karena secara umum sama.Mikro flora normal itu sendiri merujuk kepada sekumpulan mikroorganisme yang hidup padakulit dan selaput lendir (mukosa) pada manusia normal dan sehat. Mikro flora normal pada kulitini dapat di bagi menjadi :
1.
Flora Tetap (
 Resident Flora)
2.
Flora Sementara
(Transient Flora)
PERAN FLORA TETAP
Mikroorganisme ini bersifat komensal dimana pertumbuhan pada bagian-bagian tubuh tertentu bergantung kepada factor fisiologis seperti suhu, kelembaban dan ada tidaknya nutrisi tertentuserta beberapa zat penghambat.Beberapa anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan. Flora yang menetap di selaput lender dan kulit dapat mencegah kolonisasioleh bakteri pathogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bekteri.Flora normal ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia yaitu pada kondisi tertentu.Contohnya, streptococcus dari kelompok viridians merupakan kelompok organnisme yang biasamenghi=uni saluran nafas atas. Apabila masuk ke aliran darah dalam jumlah banyak, makamereka akan hidup di katup jantung yang rusak atau katup prostetik dan menimbulkanendokarditis infektif. Namun demikian flora normal ini tidak berbahayajika tidak berada pada lokasi asing dalam jumlah banyak dan adanya factor-factor predisposisi dan dapat pula bermanfaat bagi tubuh inang pada tempat yang seharusnya atau tidak ada kelainan yang menyertainya.
FLORA NORMAL PADA KULIT
Mikroorganisme utama pada kulit adalah difteroid aerobic dan anaerobic (misalnyacorynebacterium, propionibacterium), stafilokokkus aerobic dan anaerobic non hemolitikus(
Staphylococcus epidermidis,
kadang-kadang
S. aureus
dan golongan peptostreptococcus), basilgram postif aerobic, bakteri pembentuk spora yang banyak terdapat di udara, air, tanah;
 
streptococcus alfa hemoliticus (
S. viridians)
dan enterococcus; dan basil coliform gram negativeserta acitenobacter. Jamur dan ragi sering terdapat pada lipatan-lipatan kulit; micro bacteriatahan asam nonpatogen terdapat pada daerah-daerah yang kaya sekresilemak/sebum (genital,telingan bagian luar).Factor-faktor yang berperan menghilangkan flora sementara pada kulit adalah pH rendah, asamlemak pada sekresi sebasea danadanya lisozim. Jumlah mikroorganisme pada permukaan kulitmungkin bias berkurang dengan jalan menggosok-gosoknya dengan sabun yang mengandungheksaklorofen atau desinfektan lain, namun flora secara cepat muncul kembali dari kelenjar sebasea dan keringat.
FLORA NORMAL PADA MULUT DAN SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS
Pada hidung terdapat flora normal utama yaitu dari Corinebacteria, stafilococcus (
S.epidermidids, S. aureus)
dan streptococcus.
Saat lahir,
selaput lendir(mukosa) pada mulut dan faring akan terkontaminasi oleh flora.Kemudian setelah 4 – 12 jam setelah lahir flora seperti
Streptococcus viridians
menjadi floratetap yang utama sepanjang hidup.
Ketika gigi mulai tumbuh,
akan muncul spirochaeta anaerob, spesies prevotella (terutama
 P.melaninogenica),
spesies fusobakterium, spesies rothia dan spesies capnocytophaga munculsecara bersamaan dengan vibrio anaerob dan lactobasili. Spesies Actinomyces secara normalterdapat pada jaringan tonsil dan pada gingival orang dewasa, begitu pula dengan beberapa protozoa. Begitu pula dengan ragi (spesies Candida) terdapat pada mulut.
Faring dan Trakhea
Pada daerah ini juga terdapat flora normal yang sama. Organism normal pada saluran nafas bagian atas, teruatama pada
faring
adalah streptococcus non hemoliticus dan alfa hemoliticusserta Neisseria.
FLORA NORMAL PADA SALURAN PENCERNAANSaat lahir,
kondisi
 
usus steril namun organism akan segera masuk bersamaan dengan makananyang dimakan oleh bayi.
Saat menyusui,
usus akan mengandung flora seperti Strptocokokki asam laktat dan lactobacillidalam jumlah besar. Organisme aerob dan anaerob, gram positif, non motil ini menghasilkanasam dari karbohidrat dan tahan pada pH 5,0.
 
Pada orang dewasa
,
esophagus
terdiri atas mikroorganisme yang masuk bersama dengan salivadan makanan. pH asam lambung yang di hasilkan akan melindungi terhadap infeksi bakteri pathogen usus seperti cholera. Pada duodenum terdapat 10
5
– 10
8
bakteri/gram. Pada usus halus bagian atas, lactobacillus dan enterococcus mendominasi dan pada usus halus bagian bawahyang mendominasi adalah flora tinja. Pada kolon sigmoid dan dan rectum, terdapat sekitar 10
11
 bakteri/gram isi kolon.
FLORA NORMAL PADA URETRA
Uretra anterior baik itu pada wanita ataupun pria mengandung sedikit mikroorganisme yang berjenis sama seperti pada kulit dan perineum. Mikroorganisme ini terdapat dalam air kemihnormal dengan jumlah 10
2 – 
10
4
/ ml.
FLORA NORMAL PADA VAGINASaat lahir,
lactobacil aerob muncul dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam. Apabila pH ini menjadi netral akan terdapat flora campuran yaitu coccus dan bacil.
Saat Pubertas,
lactobacil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah yang besar danakan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat khususnyaglikogen. Keuntungan pembentukan asam ini yaitu untuk mencegah bakteri yang bersifat pathogen dalam vagina.
Setelah Monopause,
lactobacil akan berkurang jumlahnnya dan flora campuran coccus dan bacilakan muncul kembali.
FLORA NORMAL PADA MATA (konjungtiva)
Mikroorganisme yang terdapat pada mata yang paling utama adalah difteroid
(Corynebacterium xerosis), S. epidermidis
dan streptococcus non hemolitik. Flora normal ini dikendalikan olehlisozim yang terdapat pada air mata.Diposkan oleh imad di00:13 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook 
Mikroflora normal manusia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mimy Muyasharoh liked this
Deshy Ode Halia liked this
Syaiful Amri liked this
Syaiful Amri liked this
Abel Islanzadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->