Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Staphylococcus Aureus

Staphylococcus Aureus

Ratings: (0)|Views: 879 |Likes:
Published by ahyar

More info:

Published by: ahyar on Jan 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2014

pdf

text

original

 
 Staphylococcus aureus
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 Staphylococcus aureus
(
S. aureus
) adalah bakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat aerobfakultatif, tidak menghasilkanspora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok,dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm.
 
S. aureus
tumbuhdengan optimum pada suhu 37
o
C dengan waktu pembelahan0,47 jam.
 
S. aureus
 . Bakteri ini biasanya terdapat pada saluran pernafasan atas dan kulit
. Keberadaan
S. aureus
padasaluran pernafasan atas dan kulit pada individu jarangmenyebabkan penyakit, individu sehat biasanya hanya berperan sebagai karier 
. Infeksi serius akan terjadi ketikaresistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon;adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakansteroid atau obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang
.Infeksi
S. aureus
diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, diantaranya bisul,  jerawat, pneumonia,meningitis, danarthritits
 . Sebagian besar penyakit yang disebabkanoleh bakteri ini memproduksi nanah, oleh karena itu bakteriini disebut piogenik 
. S. aureus juga menghasilkan katalase, yaitu enzim yang mengkonversi H
2
O
2
menjadi H
2
O dan O
2
,dankoagulase, enzim yang menyebabkan fibrinberkoagulasi dan menggumpal
. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan fibrin yang disebabkanoleh enzim ini terakumulasi di sekitar bakteri sehingga agen pelindung inang kesulitan mencapai bakteri danfagositosis terhambat
.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Mikrobiologi 
1.1 Quorum Sensing
2 Faktor Virulensi 
2.1 Koagulase
2.3 Eksotoksinsitolitik
2.4Enterotoksin
 
?
Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus
 
[sunting] Mikrobiologi
S. aureus
termasuk bakteriosmotoleran,yaitu bakteri yang dapat hidup di lingkungan dengan rentang konsentrasi zat terlarut (contohnya garam) yang luas, dan dapat hidup padakonsentrasi NaClsekitar 3Molar .
 Habitatalami
S aureus
pada manusia adalah di daerahkulit, hidung, mulut, dan usus besar, di mana pada keadaan sistem imunnormal,
S. aureus
tidak bersifat patogen (mikroflora normal manusia).
Quorum Sensing
S. aureus
memiliki kemampuan 
menggunakan sinyal oligopeptidauntuk  memproduksitoksindan faktor  virulensi .
[sunting] Faktor Virulensi
[sunting] Koagulase
S. aureus
produksi enzimkoagulaseyang berfungsi unuk menggumpalkan fibrinogendi dalam plasma darahsehingga
S. aureus
terlindung darifagositosisdan respon imun lain dariinang.
[sunting] Protein A
Letak protein A ada padadinding sel 
S. aureus
dan dapat mengganggu sistem imun inangdengan mengikatantibodi immunoglobin G(IgG).
[sunting] Eksotoksin sitolitik 
α-toksin, β-toksin, γ-toksin, dan δ-toksin menyerang membran sel mamalia
. α-toksin, β-toksin, dan δ-toksin dapat menyebabkan hemolisis
. δ-toksin juga menyebabkan leukolisissel inang
. Sementara itu, γ-toksin menyebabkan terbunuhnya sel inang
.
[sunting] Enterotoksin
Enterotoksin menyebabkan keracunan makanan
. Enterotoksin merupakan super antigen yang lebih stabil pada suhu panas jika dibandingkan dengan S. aureus
. enterotoksin (A, B,C, D, dan E) menginduksi diare, muntah dan shock 
.
[sunting] Leukocidin
Toksin ini memusnahkanleukosit sel inang
.
 
[sunting] Exfoliatin
Exfoliatin termasuk dalam superantigen juga, menyebabkan sindrom kulit melepuh padaanak-anak 
.
[sunting] Resistensi
[sunting] Resisten penisilin
Hampir semua isolat
S. aureus
resisten terhadap penisilin G
. Hal ini disebabkan olehkeberadaan enzim β-laktamase yang dapat merusak struktur β-laktam pada penisilin
.Untuk mengatasi hal ini, dapat digunakan penisilin yang bersifat resisten β-laktamase, contohnyanafcillin atau oksasilin
.
[sunting] Resisten Metisilin (
Methicillin-resistant S. aureus
/MRSA)
Sebagian isolat
S. aureus
resisten terhadap methisilinkarena adanya modifikasi protein  pengikat penisilin
. Protein ini mengkode peptidoglikan transpeptidase baru yangmempunyai afinitas rendah terhadap antibiotic β-laktam, sehingga terapi β-laktam tidak responsif 
. Salah satu contoh antibiotik yang digunakan terhadap MRSA adalahvankomisin
[sunting] Kontrol
Tidak ada vaksin yang efektif terhadap
S. aureus
. Kontrol infeksi lebih ditujukan padatindakan menjaga kebersihan, contohnya mencuci tangan
.
Bakteri Staphylococcus aureus
Klasifikasi S. aureus menurut Bergey dalam Capuccino (1998) adalah :Kingdom : MoneraDivisio : FirmicutesClass : BacilliOrder : BacillalesFamily : StaphylococcaceaeGenus : StaphilococcusSpecies : Staphilococcus aureusStaphylococcus aureus merupakan bakteri Gram Positif, tidak bergerak, tidak berspora danmampu membentuk kapsul. (Boyd, 1980), berbentuk kokus dan tersusun seperti buah anggur (Todar, 2002) sebagaimana terlihat pada gambar 2.4. Ukuran Staphylococcus berbeda-bedatergantung pada media pertumbuhannya. Apabila ditumbuhkan pada media agar,

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Gosh liked this
Shofi ShoFyan liked this
ricolalinn liked this
Alif Zaki liked this
Ikra's Gssk liked this
San San Noah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->