Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JURNAL4.. Pemanfaatan Cabri Geometri II Plus Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Konsep Dasar Matematika Pada Pokok Bahasan Geometri - Copy

JURNAL4.. Pemanfaatan Cabri Geometri II Plus Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Konsep Dasar Matematika Pada Pokok Bahasan Geometri - Copy

Ratings: (0)|Views: 121 |Likes:
Published by Martha Holmes

More info:

Published by: Martha Holmes on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
Pemanfaatan Cabri Geometri II Plus DalamPembelajaran Mata Kuliah Konsep DasarMatematika Pada Pokok Bahasan Geometri
Suprih Widodo, Asep Sopian Abstrak 
Konsep Dasar Matematika merupakan mata kuliah yang dasar yang harus dikuasai mahasiswa. Hasil penelitianmenunjukkan mereka menjumpai beberapa kesulitan logika pembuatan garis, rotasi, Reeksi, membuat garis danmeletakan titik, serta koordinat. Untuk mengatasi masalah di atas, dirancanglah implementasi model pemanfaatan Cabri Geometri II Plus, yang bertujuan mendeskripsikan upaya yang dilakukan dosen dalam mengatasi kesulitan mahasiswa,merumuskan langkah-langkah model pembelajaran, mendeskripsikan model evaluasi, dan prestasi belajar.Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan metode penelitian tindakan kelas. Di samping itu, digunakan pula metodeobservasi untuk melihat bentuk kesulitan mahasiswa dan respon mereka terhadap model yang diimplementasikan.Untuk kepentingan ini dikumpulkanlah data dengan menggunakan tes, kuesioner, dan format analisis kesulitan.Dari telaah itu diperoleh hasil bahwa model pembelajaran dengan memanfaatkan Cabri Geometri II Plus mampu mengatasi kesulitan mahasiswa. Hal ini terlihat dari rata-rata kelulusan yang meningkat dari 0 % menjadi 95.,34 %. Jikadilihat dari tingkat signikansinya yang diperoleh melalui perhitungan Uji signikansi Ttest, dihasilkan Thitung (3.55) <Ttabel dengan db (45) = 2 ,02 (taraf signikansi 5%); 2,69 (taraf signikansi 1%). Jadi, pemanfaatan Cabri Geometri II Plus dalam pemelajaran matematika mampu memecahkan kesulitan mahasiswa dan meningkatkan prestasi mereka pada Mata Kuliah Konsep Dasar Matematika I.
Kata Kunci:
geometri, geometri transformasi,Cabri Geometri II Plus
A. PENDAHULUAN
 M
ahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia merupakanmahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadiguru sekolah dasar yang profesional. Mereka dikhususkanmemiliki kemampuan dan keahlian untuk mengajar disekolah dasar. Oleh karena itu mereka perlu dibekalidengan penguasaan konsep yang benar agar tidak terjadikecenderungan untuk melakukan kesalahan pemelajarankonsep berbagai mata pelajaran dimana mereka dituntutmenjadi guru kelas, yang salah satu mata pelajaran yangharus diajarkan di sekolah dasar adalah matematika.Penguasaan konsep yang rendah dapat diakibatkanoleh beberapa hal, diantaranya adalah karena pemelajaranyang terjadi perguruan tinggi juga kurang berkualitas. Halini terjadi pada mata kuliah matematika yang salah satupokok bahasannya adalah geometri, dimana penguasaanpenguasaan konsep pada pokok bahasan ini masihkurang optimal, ini terlihat dari hasil post test yangdiberikan setelah akhir pemelajaran, hanya sebanyak40% dari jumlah 46 mahasiswa dalam satu kelas yangmampu menjawab lebih dari 65% soal post test geometridan geometri transformasi dengan benar, sisanya beradapada kisaran 20% - 64% (Sumber: dokumentasi PGSDUPI Purwakarta).Pokok bahasan geometri, ukuran, dan ketepatanbidang gambar adalah suatu hal yang sangat penting.Perbedaan ukuran dapat menjadi masalah yang pokok,hal ini biasa terjadi jika pemanfaatan media pebelajarantidak tepat atau cara menggunakan media yang kurangteliti sehingga menimbulkan kekurangakuratan datapengukuran yang dihasilkan. Demikian pula denganpenggambaran konsep-konsep pangkal geometri,beberapa konsep pangkal geometri membutuhkankeakuratan data bidang gambar, sehingga jika penggunaanmedia tidak tepat atau cara menggunakan media yangtidak akurat dapar menimbulkan perbedaan persepsitentang konsep-konsep geometri, baik pada geometribidang maupun geometri ruang.Pemanfaatan media pemelajaran yang tepatdiharapkan dapat membantu mengurangi permasalahandi atas. Selain itu pemanfaatan media pemelajaran yangbaik dan tepat dapat memberikan pengalaman belajar yang baik seperti yang dingkapkan oleh Edgar Dale dalamkerucut penngalaman belajarnya. Menurut Edgar Dale(Moore), pengalaman belajar yang paling tinggi nilainyaadalah dengan kontak langsung, sedangkan pengalamanbelajar yang paling rendah adalah pengalaman belajar dengan ucapan. Artinya, mahasiswa akan mendapatkanpengalaman belajar yang berkualitas jika ia mendapatkanilmu melalui kejadian yang dialami secara langsung atausetidaknya dengan pengalaman belajar yang dirasakanlebih kongkrit dari pada metode konvensional yang hanyamengandalkan kata-kata saja. Secara lengkap kerucutpengalaman belajar disajikan pada gambar.Geometri sebagai suatu pokok bahasan yangmemerlukan penjelasan konsep-konsep melalui gambar,yakni media yang dapat mendeskripsikan konsep-konsepnya secara akurat. Pemanfaatan komputer sebagaimedia pemelajaran bukan merupakan hal yang baru dananeh, tapi penggunaan media tersebu dirasakan cukup
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
mahal bagi pemelajaran di kampus daerah. Namun,bagaimanapun juga, pada komputer terdapat program-program aplikasi (
software
) yang jika dimanfaatkandengan baik dapat menghasilkan tujuan pemelajaransecara optimal.Berdasarkan uraian di atas, permasalahankesulitan mahasiswa dalam pemelajaran geometri perludiperbaiki melalui penelitian tindakan yang cermat melaluipemanfaatan cabri geometri II plus pada matakuliahKonsep Dasar Matematika I (GD 103) pokok bahasangeometri di Program S1 Pendidikan Guru SekolahUniversitas Pendidikan Indonesia Kampus Puwakarta.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelassebagai upaya perbaikan proses pemelajaran yangmemfokuskan permasalahan pada “Bagaimana upayamemperbaiki kualitas perkuliahan melalui pemanfaatancabri geometri II plus sebagai media pemelajaran agar tercapai tujuan perkuliahan yang diharapkan pada pokokbahasan geometri dapat tercapai”. Pembatasan masalahsecara khusus dijabarkan sebagai berikut:
1. Upaya-upaya apasajakah yang dilakukan dosen dalam mengatasikesulitan belajar mahasiswa dalam mata kuliah Konsep Dasar Matematika I pada pokok bahasan geometri;2. Langkah-langkah apasajakah yang dilalui dosen dalammemanfaatkan
Cabri Geometri II plus
dalam pemelajaran matakuliah Konsep Dasar Matematika Ipada pokok bahasan geometri;3. Bagaimana model evaluasi keberhasilan proses dan hasil belajar mahasiswa dalam program pemelajaran dengan memanfaatkan
cabri geometri II plus
sebagai media pemelajaran dalam rangkaperbaikan pemelajaran mata kuliah matematika pada pokokbahasan geometri;4.
Apakah mahasiswa menunjukkan prestasi yang signikan setelah
mengikuti perkuliahan yang memanfaatkan
cabri geometri II plus
 sebagai media pemelajaran mata kuliah Konsep Dasar Matematikapada pokok bahasan geometri.
B. KAjIAN PUSTAKA
Cabri Geometri II PlusCabri geometri II plus adalah sebuah software yang bisadigunakan secara interaktif untuk pemelajaran geometridan bisa digunakan oleh guru maupun mahasiswa(
cabrilog 
). Beberapa hal yang dapat digunakan oleh cabrigeometri II plus adalah mengkonstruksi gambar samaseperti apa yang bisa dilakukan oleh penggaris, pensil, jangka, dan lain-lain sehingga hasilnya bisa lebih akurat,dapat dimanipulasi dengan mudah hanya dengan mengkliktool yang ada aplikasi, selain itu gambar dapat selalu diupdate kapan saja. Sistem operasi yang dapat digunakanuntuk menggunakan software ini adalah sistem operasiyang berbasis windows, diantaranya windows 98, 98SE,ME, 2000, dan XP.
Cabri geometri II pus
tersedia dalambeberapa versi bahasa diantaranya, Inggris, Jerman,Prancis, Spanyol, Belanda, Italia, Portugis, Jepang, Cina,Norwegia dan beberapa bahasa asing lainnya. Beberapasitus internet menyediakan program ini secara gratis untukdi-
download 
.Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh cabrigeometri II plus dibandingkan dengan software-softwaresejenis dan versi sebelumnya adalah:
1. Antar muka (
interface
) yang lebih mudah dipahami dan digunakan(
user friendly 
) dan lebih sederhana. Cabri geometri II plus memiliki
tampilan yang mirip dengan software ofce yang dikeluarkan
Microsoft, dimana terdapat menu terdapat struktur antar mukaseperti
le
,
edit 
,
options
,
window 
,
help
dan lain-lain. Pada toolbar 
disediakan alat untuk membuat dan memodikasi diagram seperti
titik, garis, lingkaran, kurva, titik tengah dan sebagainya. Selain itupada cabri geometri II plus terdapat beberapa kumpulan pointersyang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
2. Icon-icon
yang lebih baik dan jelas sehinga mudah untuk digunakandan jumlah warna bertambah menjadi 36 jenis warna dasar yangdapat dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan warnacampuran. Warna-warna dapat diaplikasikan pada semua objek,baik garis maupun permukaan dengan itensitas tertentu.3. Perangkat tambahan disediakan untuk memberikan nama padasetiap objek dengan jenis dan ukuran
font 
yang lengkap, selainitu angka dan equations dapat disisipkan diantara teks dan lembar kerja.4. Mampu menambahkan gambar pada titik, segmen, segitiga dansegiempat. Jenis-jenis gambar yang bisa disisipkan berformat,BMP, JPG dan GIF.5. Beberapa garis sketsa pembentuk gambar dihilangkan sehinggagambar yang dibuat lebih jelas.6. Pemotongan bagian gambar lebih baik dari versi sebelumnya.7.
Gambar bisa diimpor dari dan ke le lain yang sejenis.
C. METODE PENELITIAN
Seperti telah disampaikan sebelumnya tujuan penelitianini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan padaumumnya dan kualitas proses pemelajaran serta hasilnya.Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalahpenelitian tindakan kelas (
Classroom Action Research
)
yang merupakan penelitian yang bersifat reektif dengan
melaksanakan tindakan-tindakan tertentu berdasarkanhasil pengamatan (observasi) dan kajian komponenpemelajaran.Menurut Kemmis, Carr dan Ebbout dalam Kasbolah(1998:14) penelitian tindakan kelas merupakan suatuproses yang dinamis dan meliputi 4 aspek yaitu,
perencanaan, tindakan, observasi, dan reeksi serta
alur penelitian dan frekuensi seperti siklus pada gambar berikut:
Lokasi, Subjek, Objek, dan Data Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Univesitas PendidikanIndonesia kampus Puwakarta, Kecamatan/KabupatenPurwakarta, Jawa Barat. Subjek penelitian ini dapat berupahal, peristiwa, manusia dan situasi yang diobservasi atauresponden yang diwawancarai. Jadi subjek penelitian ini
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Nomor: 8 - Oktober 2007
yakni tentang: logika pembuatan garis; rotasi; Reeksi;
membuat garis dan meletakan titik; koordinat.Semua kesulitan di atas berusaha diatasi dosendengan menjelaskan kembali (meriviu) konsepnya.Selanjutnya, dosen memberikan aneka contoh penerapankonsepnya melalui Cabri Geometri Plus II. Bila dilihat darihasil standar kelulusan, penelitian ini dapat dianggapberhasil. Namun, hasil yang diraih ini belum maksimal.Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai B yang sangatkecil, yakni 4.65% dan tidak ada seorang pun yangmemperoleh nilai A.Bahan evaluasi yang diberikan berupa unit-unitterjemah yang merentang mulai dari ungkapan lengkap,kalimat, dan wacana yang utuh. Penilaian ketepatandidasarkan atas kesesuaian terjemahan dengan ide pokokatau amanat bahasa sumber yang telah dipersiapkansebelumnya. Sedangkan penilaian kejelasan terjemahandidasarkan atas kerumitan atau kesederhanaan struktur kalimat, ketepatan pemakaian ejaan, dan pemilihan kosakata. Demikianlah ciri-ciri terjemahan yang jelas sebagaitemuan penelitian ini.
2. Langkah-langkah pemelajaran dengan memanfaatkanCabri Geometri 
Aplikasi Cabri Geometri yang digunakan pada pemelajaranKonsep Dasar Matematika I ini adalah Cabri Geometri IIPlus. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa pemelajaranKonsep dasar matematika (geometri) akan ditunjang denganpemanfaatan Cabri Geometri II Plus.2. Guru melakukan persiapan perkuliahan dengan membagimahasiswa ke dalam beberapa kelompok. Banyaknya kelompokdisesuaikan dengan jumlah mahasiswa, sehingga tidak terlalubanyak atau sedikit. Setiap kelompok terdiri atas mahasiswa yangmemiliki kemampuan beragam, sehingga terjadi interaksi ademis.3. Menata kursi dan ruangan kelas, sehingga memukinkan terjadinyakerja sama, interaksi, dan tumbuhnya hubungan interpersonal diantara mahasiswa.4. Dosen menyiapkan materi perkuliahan untuk 14 kali pertemuan5. Dosen menyiapkan instrumen untuk prates dan pasca-test6. Dosen membagikan angket survai untuk meminta tanggapanmahasiswa seputar kegiatan pemelajaran pada mata KonsepDasar Matematika dengan memanfaatkan Cabri Geometri II Plus.
Dalam kenyataannnya, langkah-langkah di atastidak berlangsung mulus karena adanya beberapahambatan, perubahan, dan alasan nonteknis. Di antaramasalah yang menghambat langkah dan alur pemelajaranseperti berikut.
Pertama
, kultur belajar pasif. Di kalangansebagian besar mahasiwa tercipta kebiasaan belajar yang pasif. Mereka lebih suka menyimak penjelasanmateri dari dosen, dan tidak suka jika diberi tugas untukmenyelesaikan topik perkuliahan tertentu. Demikian puladalam pemelajaran Konsep Dasar Matematika. Merekalebih senang jika dosen memperlihatkan cara pemecahanmasalah-masalah geometri. Dosen berkali-kali memintamereka bertanya dan mengemukakan pendapat. Namun,permintaan itu kurang mendapat respon yang memadaidari para mahasiswa. Mungkin kebiasaan belajar yangdemikian disebabkan model pemelajaran ketika di SD,SMP, dan SMA yang menekankan
one way communication
.
Kedua
, penyelesaian tugas terfokus pada seseorang.Unsur kebersamaan, kerja sama, dan diskusi yang intensif tidak tercapai secara maksimal. Para mahasiswa seringmenyerahkan penyelesaian tugas kelompok kepadamahasiswa lain yang lebih mampu secara akademik.Praktik demikian membuat mahasiswa yang terampilmenjadi semakin terampil dan yang kurang berprestasisemakin menurun. Karena itu, cara penyelesaian tugaskelompok dilakukan dengan cara membagi habis semuatugas kepada seluruh anggota, kemudian setiap anggotaadalah peneliti dan mahasiswa tingkat I semester I yangmengontrak mata kuliah Konsep Dasar Matematika.Karena populasi mahasiswa yang mengontrak mata kuliahKonsep Dasar Matematika tingkat I semester I UniversitasPendidikan Indonesia kampus Purwakarta cukup besar,peneliti mengambil sampel 1 kelas dengan 45 mahasiswauntuk dijadikan subjek penelitian.Objek penelitian tindakan dapat berupa kegiatanyang sudah biasa dilakukan, tetapi masih bisa ditingkatkanmenjadi lebih baik. Dalam hal ini akan ditingkatkankemampuan mengajar peneliti, yang terfokus padapemilihan media pemelajaran pada pokok bahasangeometri. Data penelitian yang akan dijaring meliputiperkataan, tindakan, dokumen, situasi, dan peristiwa yangdapat diobservasi selama proses komunikasi interaktif dalam kelas.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian kelas iniadalah peneliti sebagai instrument dalam paradigmapenelitian kualitatif, karena itu apabila tidak terjun kelapangan, maka tidak ada data. Untuk mempermudahpeneliti dalam mengumpulkan data, akan digunakan alatbantu berupa:
1. Lembar observasi, untuk mengumpulkan data tentang situasidan peristiwa-peristiwa selama proses pemelajaran matematikaberlangsung di kelas,2. Angket, untuk mengetahui kesulitan belajar mahasiswa, tanggapan,dan hal lain yang berkaitan dengan proses pemelajaran geometri;
3. Fields notes
atau catatan lapangan, untuk mencatat segala peristiwadan kejadian yang berlangsung selama proses pemelajaran,4.
Lembar responsi siswa, untuk memperoleh bahan reeksi dari
siswa sebagai bahan triangulasi dalam uji validitas temuanpenelitian tindakan kelas ini dan soal-soal tes kemampuan operasihitung yang berupa soal pretes, soal tes formatif dan soal pretes.
D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Upaya dosen mengatasi kesulitan Mahasiswa
Hasil pretes memperlihatkan bahwa skor rata-rata yangdiperoleh mahasiswa sebesar 15.82 dalam rentang 10-100. Pada pretes seluruh mahasiswa (43 orang ) tidaklulus. Setelah mereka mendapatkan perlakuan padatindakan I, dari 43 orang mahasiswa yang mengikuti teshanya 24 orang yang lulus, yakni sebesar 55,8 %, yangdapat dikategorikan lulus dengan nilai B, C, dan D.Selanjutnya, hasil di atas masih perlu diperbaiki.Maka dilakukanlan perlakuan pada tindakan II dandiperoleh hasil dari 43 orang mahasiswa yang mengikutites ini sebanyak 35 orang, yaitu sebesar 83,72 % yangdapat dikategorikan lulus dengan nilai D, C, B, dan A. Danyang memperoleh nilai D sebesar 16.27 % , C sebesar 27.9 %, B sebesar 23.25 %, dan A sebesar 16.27 %.Dan hanya 16.28 % yang tidak lulus. Sementara itu,dilakukan sekali lagi tes (postes) guna mengetahui sejauhmana penguasaan mahasiswa terhadap seluruh materipemelajaran yang telah diberikan. Berdasrkan hasilpostes 41 orang mahasiswa, yakni sebanyak 95.34%dapat dkategorikan lulus dan hanya 5.56% yang tidaklulus. Namun, yang memperoleh nilai D lebih banyakyakni 37.20%, C sebesar 48.83%, B sebesar 4.65%, dantidak ada seorang pun yang memperoleh nilai A.Deskripsi di atas memperlihatkan bahwa perlakuanpemelajaran dengan memanfaatkan Cabri GeometriII Plus bermakna dan dianggap mampu meningkatkanprestasi belajar mahasiswa secara umum.Walaupun dipandang bermakna dan dianggapmampu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa,tetapi mereka masih menghadapi berbagai kesulitan,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->