Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
40Activity
P. 1
Bahan Ajar AST I

Bahan Ajar AST I

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,479 |Likes:
Published by Muhammad Yasin

More info:

Published by: Muhammad Yasin on Jan 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2014

pdf

text

original

 
1.2. Diagram Segaris ( Single Line Diagram )
Suatu sistem tenaga listrik 3 fasa seimbang selalu diselesesaikan sebagai suaturangkaian fasa tunggal yang terdiri dari salah satu fasa dari ketiga fasanyadengan sebuah jalur kembali, yaitu netral. Kemudian diagram semacam inidibuat lebih sederhana dengan mengabaikan jalur kembali atau netralnya dandengan penunjukkan bagian ± bagian komponen dengan lambang standar sebagai pengganti rangkaian ekivalennya.Parameter-parameter rangkaian tidak ditunjukkan, dan suatu saluran transmisidisajikan dengan sepotong garis di antara kedua ujungnya. Diagram semacaminilah yang disebut dengan diagram segaris ( Single Line Diagram ).Gambar 1.2. Contoh Diagram Segaris Dari Suatu Sistem DayaPada contoh diagram segaris dari suatu sistem daya seperti yang ditunjukkanpada gambar 1.2, dimana :Generator no. 1 (G
1
) : 20.000 kVA; 6,6 kV; X´ = 0,655 OhmGenerator no. 2 (G
2
) : 10.000 kVA; 6,6 kV; X´ = 1,31 OhmGenerator no. 3 (G
3
) : 30.000 kVA; 3,8 kV; X´ = 1,1452 OhmT
1
dan T
2
: 3 buah trafo 1 fasa yang dihubungkan 3 fasa; 10.000 kVA;(3,81/38,1) kV; X = 14,52 Ohm berpedoman pada sisitegangan tinggi.Reaktansi saluran transmisi = 17,4 Ohm.Beban A = 15.000 kW; 6,6 kV; faktor daya = 0,9 lagging.
 
Beban B = 30.000 kW; 3,81 kV; Faktor daya 0,9 lagging.Diagram segaris ( Single Line Diagram ) ini dapat diuraikan sebagai berikut :Dua generator ditanahkan melalui reaktor, kedua generator ini dihubungkan kesebuah Rel (Bus) dan melalui sebuah transformator peningkat teganganterhubung ke suatu saluran transmisi.Pada ujung saluran transmisi yang lain terdapat generator ketiga yangditanahkan melalui sebuah reactor, dihubungkan ke sebuah Rel (Bus) melaluisebuah transformator daya. Masing-masing Rel dibebani dengan sebuah beban.Pada diagram segaris tersebut, juga tertera data-data beban, data-datagenerator dan transformator, serta reaktansi-reaktansi pada komponen-komponen rangkaian.Dalam menghitung arus gangguan, resistansi pada umumnya diabaikansehingga tidak tercantum pada diagram segaris di atas, sedangkan dalammelakukan studi aliran beban, resistansi harus diperhitungkan sehingga harusdicantumkan dalam diagram segarisnya.Reaktansi-reaktansi yang ada pada diagram segaris di atas dikenal sebagaireaktansi subperalihan ( subtransient reaktances).Studi-studi dalam mesin arus bolak-balik membuktikan bahwa arus yangmengalir segera setelah timbulnya sutu gangguan tergantung kepada nilaireaktansi dalam generator dan motor yang berbeda dengan nilai yang digunakandalam rangkaian setara (equivalent) generator dalam keadaan tetap (steadystate).Perlu diketahui bahwa reaktansi dalam rangkaian setara suatu mesin berputar adalah dalam hubungan seri dengan suatu G.G.L (e.m.f) yang dibangkitkan.
1.3. Diagram Impedansi dan Diagram Reaktansi
Untuk mengetahui sifat atau keadaan suatu sistem tenaga listrik pada keadaanberbeban ataupun pada saat timbulnya gangguan maka diagram segaris harusdirubah dahulu menjadi diagram impedansi yang menunjukkan rangkaian setaradari setiap komponen dilihat dari sisi transformator.
 
 
Gambar 1.3. Diagram Impedansi dari Diagram Segaris yang ditunjukkanpada gambar 1.2.Pada gambar diagram impedansi di atas, yang mana saluran transmisidigambarkan dengan nominal PI () dengan resistansi dan reaktansi induktif totaldari saluran transmisi ditempatkan secara seri, sedang kapasitansi total ke netraldibagi dua dan ditempatkan secara parallel. Resistansi; reaktansi bocor danbagian magnetisasi dari masing-masing transformator T
1
dan T
2
digambarkandengan tahanan dan induktansinya secara paralel.Setiap generator digambarkan dengan e.m.f (
) seri dengan tahanan dalammasing-masing generator.Bila yang akan kita lakukan adalah studi aliran beban, maka beban A dan bebanB (beban lagging) digambarkan dengan tahanan yang dihubungkan seri denganreaktansi induktif.Suatu hal yang perlu dicatat bahwa dalam diagram impedansi ini, tidak mengikutsertakan impedansi (baik tahanan maupun induktansi) yang digunakan untukmenghubungkan netral generator dengan tanah, karena pada keadaan seimbangtidak ada arus yang mengalir dan netral generator dan netral sistem ada padapotensial yang sama.Kemudian arus magnetisasi transformator juga sangat kecil sekali dibandingkandengan arus beban penuh, maka impedansi magnetisasi ini dapat dabaikandalam rangkaian ekivalen transformator.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->