Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ajaran tarekat

ajaran tarekat

Ratings: (0)|Views: 648|Likes:
Published by anon_133105383

More info:

Published by: anon_133105383 on Jan 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/20/2012

pdf

text

original

 
1
AJARAN TAREKAT, SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Kita tahu bahwa ajaran tarekat adalah salah satu pokok ajaran yang adadalam tassawuf. llmu tarekat sama sekali tak dapat dipisah-an dengan tassawuf dan sejengkalpun tak bisa dicerai beraikan de-Kjan kehidupan orang-orang sufi.Orang sufi ialah yang menerapkan jaran tassawuf. Dan tarekat adalah tingkatanajaran pokok dari tas-awuf tersebut. Jika ditilik dari bahasa, maka tarekat berasaldari kosa ata Arab, Thoriq. Thoriq yang artinya jalan petunjuk dalam melaku-ansesuatu ibadah dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan leh nabi dandikerjakan oleh sahabat dan tabiin, turun temurun sam-ai kepada guru-guru,sambung menyambung dan rantai berantai.Ajaran shalat yang disampaikan melalui sunnah rasul (al-hadits) adalahmerupakan suatu peraturan atau syariat. Sedangkan tidak semua orang bisamelaksanakan hadits ajaran shalat ini hanya dengan membaca, melainkan perlu bimbingan seorang ulama, atau guru. Guru dan ulama yang mengajarkannya, atau prosesi ajaran yang disampaikan oleh ulama, atau guru tentang.hadits yangmemberi peraturan shalat itu yang dinamakan tarekat. Setelah kaum mendapatajaran shalat oleh ulama atau guru yang ber-dasarkan al hadits tersebut, tentu sajaharus dilaksanakan. Keadaan pelaksanaan itudisebut hakekat. Adapun tujuan akhir dari as-sunnah dan profesi tersebut dinamakan makrifat.Jelaslah bagi kita bahwa kaum sufi itu mempunyai ajaran pokok yang bertingkat-tingkat. Hendaknya pengertian ini jangan disimpang prasangka yang buruk terhadap kaum sufi atau orang tarekat. Namun sementara ada yang
 
2
 menganggap bahwa syariat dan tarekat itu ham-pir mempunyai kesamaan arti.Yakni sebuah alat atau media untuk merealisir pelaksanaan ibadah dan amalan,sedangkan hakekat adalah memperlihatkan ihwal dan tujuannya. secara garis besar dapatlah diuraikan bahwa kaum sufi mengajarkan ajaran pokok tarekat inisebab menganggap tidak semua orang bisa memahami dan menafsirkan syariat peribadatan baik dalam Al-Qur'an maupun Alhadits. Mereka beralasan bahwa bukanlah Al-Qur'an dan Al-hadist tidaklah lengkap, namun syariat yangdisampaikan lewat dua buah pegangan itu dipelajari meialui kyai, ulama, guru,atau para ahli. Proses belajar para ahli, dan para ahli atau ulama yang memberikancara serta petunjuk itulah yang dinamakan tarekat.Sebagai contoh perhatikanlah hadits yang terdapat pada Riyadus Sholihin berikut ini:Artinya
 Rasulullah saw bersabda: tidak ada hambaku baik lelaki maupun perempuan yang telah memperbaiki wudlunya, kemudian selesai wudlu membaca Al-Qur'an(Inna anzalnaahu Hi lailatil qadri sampai akhir surat). maka Allah memberi pada
 
3
 
hamba tadi, tiap-tiap huruf dari surat itu seratus derajat, dan tiap-tiap tetqsanair.bekas wudlu dijadikan malaikat satu yang selalu memintakan ampunan pada,hambamu yang berwudlu itu.
Menurut paham tarekat, bahwa orang awam yang membaca hadits tersebutdi atas maka ia hanyamenafsirkanbahwa wudlu atau bersuci yang dimaksudkanhadits itu profesi pengambilan air wudlu mulai dari membasuh muka sampairukun yang terakhir. Sedangkan membaca ayat alquran mungkin oleh orang-orangawam hanya ditaf-sirkan sekedar membaca huruf-hururfnya saja danmelagukannya. Namun arti yang sebenarnya tidaklah demikian jika menururt ahlitarekat. Hadits atau syareat itu harus dipelajari melalui petunjuk baik para ulamaatau ahli. Menurut tarekat bahwa berwudlu ini ditafsirkan dan dilaksanakan bukanhanya membasuh muka saja dan semua rukunnya, melainkan mensucikan segalakotoran dibadan dan yang melekat pada batin,Sedangkan orang yang digolongkanmursyid itu tidak sem-barang kaurri atau pengikut aliran sufi. Melainkan harusmemenuhi beberapa persyaratan atau proses sebagai berikut:a.
 
Harus mempelajari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelaksanaansemua perintah ibadah. b.
 
Mendampingi guru-guru dan sahabat setarekat untuk menyaksikan danmempelajari serta melihat bagaimana tata cara melakukan peribadatan sesuaidengan perintah itu.c.
 
Harus mau meninggalkan ta'wiL dan rukhsah untuk memeliharakesempurnaan jaiannya peribadatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->