Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2012 - RS Paru Jember Clinical Pathways 16 Februari 2012

Dody Firmanda 2012 - RS Paru Jember Clinical Pathways 16 Februari 2012

Ratings: (0)|Views: 2,230|Likes:
Disampaikan pada Acara Pelatihan Perencanaan Perawatan Pasien (Clinical Pathways) di RS Paru
Jember diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bintang Mulia Jember 16 Februari 2012. (Dody Firmanda)
Disampaikan pada Acara Pelatihan Perencanaan Perawatan Pasien (Clinical Pathways) di RS Paru
Jember diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bintang Mulia Jember 16 Februari 2012. (Dody Firmanda)

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
Surabaya, Januari 2012Nomor : 442.1/ /101.4/2012 Kepada Yth. :Lampiran : 1 (satu) berkas Direktur RSUP. FatmawatiSifat : Penting Jl. FatmawatiPerihal : Permohonan Nara Sumber di-JAKARTAMemperhatikan DPA-SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2012Program Upaya Kesehatan Perorangan serta menindaklanjuti KerangkaAcuan Pertemuan Efisiensi Pembiayaan dengan Perencanaan PerawatanPasien dalam Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan
(Clinical Pathway 
), terkaitdengan hal tersebut maka kami mohon Direktur berkenan menugaskanDr. Dody Firmanda, Sp.A. (K), MA. selaku Ketua Komite Medik RS.Fatmawati untuk menjadi nara sumber pada acara dimaksud yangdiselenggarakan pada 3 (tiga) rumah sakit yang pelaksanaannya 2 (dua) kalidi masing-masing rumah sakit sebagai berikut :Pertemuan I :a. RSUD Kabupaten Jombang:Hari : SelasaTanggal : 14 Februari 2012Tempat : Ruang Pertemuan di Kabupaten Jombangb. RSU Soetomo Surabaya :Hari : RabuTanggal : 15 Februari 2012Tempat : Hotel Sahid SurabayaJl Sumatera Surabaya
c. RS Paru JembeHari : KamisTanggal : 16 Februari 2012Tempat : Hotel Bintang Mulia Jember 
Pertemuan II :Akan dilaksanakan sekitar bulan April setelah ada pembicaraan kepastianwaktu dengan dr. Dody FirmandaBersama ini kami sertakan Kerangka Acuan dan Jadual Pelaksanaan danmengingat pentingnya pelaksanaan kegiatan tersebut, sekali lagi dimohonperkenan Direktur untuk menugaskan nara sumber dimaksud.Demikian untuk menjadikan maklum dan atas perhatian sertakerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.Kepala Dinas KesehatanProvinsi Jawa Timur Dr. BUDI RAHAJU, MPH.Pembina Utama MudaNIP. 19551011 198210 2 001
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR 
DINASKESEHATAN
Jl. Jend. A. Yani No.118 Telp. 8280356 – 8280660 – 8280713 Fax (031) 8290423 Surabaya 60231
 
1
Clinical Pathways 
RS Paru Jember, Jawa Timur
 #
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati, Jakarta.
Pendahuluan
Dengan terbitnya Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJPS)
1
. Sesuai dengan amanatperundangan tersebut - peraturan mengenai pelaksanaan BPJS Kesehatanharus telah ada paling lama tanggal 25 November 2012 (1 tahun daridiundangkannya)
2
dan sudah harus mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari2014
3
serta untuk BPJS Kesehatan
4
tidak diselenggarakan lagi olehKementerian Kesehatan
5
. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana sistemBPJS Kesehatan tersebut?Dalam Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteranpada pasal 45 menerangkan tentang kewajiban menyelenggarakan kendalimutu dan kendali biaya.
6
Pada Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2010tentang Rumah Sakit pada pasal 33 menerangkan tentang organisasirumah sakit yang efektif, efisien, dan akuntabel.
7
Peraturan PemerintahNomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umumdan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentangPedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah padapasal 1 ayat 1 menyebutkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatberupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakanmencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan padaprinsip
efisiensi
dan produktivitas.
8,9
#
Disampaikan pada Acara Pelatihan Perencanaan Perawatan Pasien (
Clinical Pathwaysi)
di RS ParuJember diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bintang MuliaJember 16 Februari 2012.
1
Undang Undang RI Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
2
Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 70 ayat a.
3
Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 60 ayat (1).
4
Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 5 ayat (2)a.
5
Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 60 ayat (2)a.
6
Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
7
Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2010 tentang Rumah Sakit
8
Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
9
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan
 
2
Dalam melakukan evaluasi kebijakan dan sistem layanan kesehatan(
healthcare system and policies evaluation
ada 3 kriteria kunci yaknikriteria efektifitas, efisiensi, dan keberadilan/ekuiti
(effectiveness,efficiency and equity) 
10 
 yang merupakan suatu rangkaian sistematik dalamsuatu sistem. Melakukan suatu analisis ekonomi dalam pelayanan kedokteranprofesi adalah tidak mudah, mengingat banyak faktor yang harusdipertimbangkan dari berbagai dimensi termasuk cara pendekatan dari jenisanalisis ekonomi yang akan digunakan, batasan terminologi ekonomi itu sendirimengenai
utilization, productivity, benefit, efficiency, effectiveness, value for money 
, kebijakan fiskal dan tingkat
inflation rate 
yang sering kaliberubah. Disamping keterbatasan sumber daya dan kebijakan ekonomi yangdipengaruhi politis, sehingga tidak jarang
'resources' 
tersebut telah dipagumenjadi
'fixed' 
.
11
Sedangkan di sisi dimensi lain profesi itu sendiri dituntut untuk meningkatkanmutu pelayanannya dan keprofesiannya dalam koridor etik-sosio-budaya sertaberbagai peraturan dan perundangan hukum.
7
Sedangkan istilah, definisi dan dimensi akan
efisiensi
juga belum adakesepakatan yang jelas dan eksplisit – tergantung dari berbagai perspektif.Efisiensi dapat digolongkan kepada efisiensi tehnik
(technical efficiency
,efisiensi produksi/hasil
(productive efficiency
dan efisiensi alokatif
(allocative/societal efficiency
termasuk didalamnya bidang
market 
dankesehatan.
6,12
(Tabel 1)
Badan Layanan Umum Daerah
10
Aday LA, Begley CE, Lairson DR. Evaluating the healthcare system: effectiveness, efficiency andequity. 3
rd
ed. Washington DC: Health Administration Press, 2004.
11
Firmanda D. Aplikasi integrasi sinergis antara
Evidenve-based Medicine, Evidence-based Healthcare
dan
 Evidence-based Policy
dalam satu sistem peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kedokteran
(Clinical Governance):
suatu tantangan profesi IDAI di masa mendatang.II.
Cost Effectiveness Analyses(CEA)
Standar Pelayanan Medis (SPM) Kesehatan Anak IDAI Disampaikan pada Acara PertemuanPerhimpunan Organisasi Profesi dengan Ditjen Yan Medik Depkes RI di Bogor September 2005.http://www.scribd.com/doc/12827936/Dody-Firmanda-2005-042-Aplikasi-integrasi-sinergis-Evidenvebased-Medicine-Evidencebased-Healthcare-dan-Evidencebased-Policy-dalam-Clinical-Gove
12
Firmanda D. Pengendalian mutu dan efisiensi pembiayaan layanan kesehatan. Disampaikan dalamrangka evaluasi Program Pelayanan Askes Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) diselenggarakan oleh Kantor Pusat PT Askes (Persero) di Hotel Panorama Batam 10 Desember 2008.http://www.scribd.com/doc/9800878/Dody-Firmanda-2008-Pengendalian-Mutu-Dan-Efisiensi-Biaya-RS-10-Desember-2008

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rsdrsismadi liked this
Medy Rahayu liked this
Khalila Lila liked this
Dewi Setyorini liked this
Ewien Acha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->