Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembatasan BBM Bersubsidi Demi Kepentingan Asing !

Pembatasan BBM Bersubsidi Demi Kepentingan Asing !

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by Munawidiharjo

More info:

Published by: Munawidiharjo on Jan 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

 
Pembatasan BBM Bersubsidi: Demi Kepentingan Asing !
[Al Islam 590]
Pemerintah akan memberlakukan pembatasan BBM subsidi mulai 1 April 2012.Sebab DPR dan pemerintah telah menyepakati UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yangmengamanatkan pembatasan konsumsi BBM (lihat,
 Antara
, 12/01).Banyak pihak menolak pembatasan BBM bersubsidi itu karena sama saja dengan menaikanBBM 100 %. Sebab mereka yang selama ini mengkonsumsi premium dipaksa membeli pertamaxyang harganya 2 kali lipat.Kalangan pengusaha khususnya UMKM akan banyak jadi korban kebijakan pembatasankonsumsi BBM subsidi ini. Pembatasan itu akan makin memukul daya saing produk UMKM.Bukan hanya biaya produksi yang bertambah karena biaya transportasi, tapi bahan baku juga pasti akan ikut naik. Kondisi ini memaksa pelaku UMKM menaikkan harga jualnya. Di sisi lain,daya beli masyarakat dipastikan akan merosot. Maka bisa dipastikan banyak UMKM yang akangulung tikar. Jika demikian halnya, lalu untuk kepentingan siapa pembatasan BBM bersubsidi itudilakukan?
S
ubsidi: Pemborosan APBN?
 Diantara alasannya yang selalu saja muncul adalah subsidi membebani dan menjadi pemborosanAPBN. Realisasi konsumsi BBM bersubsidi selama 2011 membengkak sehingga anggaransubsidi BBM juga membengkak dari Rp. 129,7 triliun menjadi Rp. 160 triliun.Kalau mau jujur, yang membebani APBN adalah Pembayaran Utang dan bunganya serta penggunaan APBN yang boros. Contoh, Anggaran Pembayaran Utang tahun 2012 sebesar 170trilyun (Bunga Rp 123 T dan Cicilan Pokok Utang LN Rp 43 T). Ironisnya, tahun 2012 pemerintah terus menambah utang dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp. 134 Tdan utang luar negeri sebesar Rp 54 T. Padahal, ada sisa sisa APBN 2010 Rp 57,42 triliunditambah sisa APBN 2011 Rp 39,2 triliun. Untuk apa utang ditambah, tapi ada sisa dan tidak digunakan? Padahal bunga SUN dan utang LN itu harus dibayar tiap tahun hingga puluhantriliun. Yang menikmati itu adalah para kapitalis dan orang-orang kaya.Penggunaan APBN juga dinilai sangat boros. Indikasinya:
 pe
rtama
, banyak pengeluaran yangtidak efektif. Anggaran untuk kunjungan dan studi banding mencapai Rp 21 T. Padahal selamaini dinilai lebih banyak bernuansa plesiran.
 K 
edu
a
, anggaran untuk gaji pegawai tahun 2012 mencapai Rp 215.7 triliun naik Rp 32.9 triliun(18%) dibandingkan tahun 2011. Padahal rata-rata gaji PNS sudah jauh lebih baik dari UMR.Tapi pemerintah tetap menaikkan gaji PNS 10 % sementara kenaikan gaji itu tidak diikutidengan peningkatan kinerja PNS dan sampai sekarang kualitas pelayanan publik masih saja buruk.
 K 
e
tiga
, pemerintah justru menambah jumlah pejabat tinggi yaitu menambah banyak jabatanwakil menteri. Pasti mereka akan mendapat berbagai fasilitas yang dibiayai dari APBN seperti
 
rumah dan mobil dinas, biaya operasional, gaji, tunjangan jabatan, sekretaris, ajudan, sopir dan beberapa staf pembantu dan sebagainya. Tentu itu makin menyedot uang APBN.
 K 
ee
m
 p
at 
, realisasi APBN 2011 untuk belanja modal hingga awal September 2011 hanya 26,9 %dari APBN-P 2011. Begitu dekat akhir tahun tiba-tiba realisasinya mendekati 90 persen. Anehdan luar biasa, realisasi belanja modal dalam waktu kurang dari tiga bulan bisa meningkat 60%.Itu mengindikasikan pemborosan dan menghambur-hamburkan anggaran, yang penting habis,sementara efektifitasnya nomor enam belas, dan yang jelas rawan penyalahgunaan. Dalamcatatan KPK, pada 2008 kebocoran APBN mencapai 30-40 persen.Kenapa pos-pos belanja seperti itu tidak dianggap membebani dan sebagai pemborosan APBNsementara subsidi untuk rakyat dianggap beban dan pemborosan? Penghematan dan efisiensilebih pas dilakukan pada pos-pos seperti itu, disamping juga harus ditingkatkan efektifitasnya.Penerimaan APBN sebagian besar dari pajak baik PPH, PPN, PBB dan lain-lain yang dipunguthingga dari rakyat miskin sekalipun. Sementara para pengusaha atau investor asing sering diberifasilitas keringanan pajak seperti tax holiday, penurunan bahkan penghapusan PPN dan PPnBM, pajak ditanggung pemerintah atau fasilitas lainnya, yang cenderung terus meningkat. Tentu itumengurangi pemasukan atau membebani APBN. Kenapa fasilitas untuk pengusaha dan investor asing itu cenderung ditingkatkan, sementara fasilitas subsidi yang langsung bersentuhan denganrakyat seperti subsidi BBM justru dihilangkan?
S
ubsidi tidak tepat
S
asaran? Bohong!
 Alasan lain yang selalu muncul bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran sebab premium lebih banyak diminum mobil pribadi milik orang kaya. Itu hanya klaim, tidak tepat dan bertentangandengan data. Data Susenas 2010 oleh BPS menyebutkan, 65 % BBM bersubsidi dikonsumsi olehkalangan menengah bawah dengan pengeluaran per kapita di bawah US$ 4 dan kalangan miskindengan pengeluaran per kapita di bawah US$ 2. Sementara itu, 27 % digunakan kalanganmenengah, 6 % kalangan menengah atas dan 2 % kalangan kaya.Data Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyebutkan, kuota BBM bersubsidi tahun 2010sekitar 36,51 juta kiloliter (KL), dengan rincian premium 21,46 juta KL, solar 11,25 juta KL danminyak tanah 3,8 juta KL. Sementara Konsumsi Premium, 40 % untuk sepeda motor, 53 %untuk mobil pribadi plat hitam dan 7 % untuk angkutan umum. Seandainya 50 % dari mobil pribadi digunakan untuk kegiatan usaha UMKM maka sebesar 74 % premium bersubsididinikmati oleh rakyat menengah bawah.
Akar Masalahnya: Liberalisasi Migas
 Pemerintah telah berkomitmen menghilangkan secara bertahab subsidi BBM. Penghilangansubsidi BBM itu adalah salah satu kesepakatan dalam pertemuan puncak 21 kepala negaraanggota APEC di Honolulu, Hawai, Amerika Serikat dan pertemuan G-20 di Prancis tahun lalu.Inilah alasan sebenarnya kenapa pemerintah terkesan ngotot memaksakan pembatasan BBM bersubsidi April mendatang.
 
Lebih dari itu, pembatasan BBM bersubsidi merupakan satu bagian integral dari paket kebijakanliberalisasi migas yang menjadi amanat UU No. 22/2001 dan didektekan oleh IMF melalui LoI.Teks UU tersebut menyatakan pentingnya manajemen urusan minyak dan gas sesuai denganmekanisme pasar (pasal 3). Kebijakan liberalisasi migas itu untuk memberikan peluang bahkanmenyerahkan pengelolaan migas dari hulu sampai hilir kepada swasta seperti yang tercantum pada pasal 9 : Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir dilaksanakan oleh: badan usahamilik negara; badan usaha milik daerah; koperasi; usaha kecil; badan usaha swasta.Pembatasan BBM bersubsidi itu untuk meliberalisasi migas di sektor hilir guna memberi jalan bagi swasta asing untuk masuk dalam bisnis eceran migas. Ini adalah rencana lama yang terustertunda. Menteri ESDM waktu itu, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan dalam pernyataan persnya (14/5/2003): ³Liberalisasi di sektor minyak dan gas akan membuka ruang bagi para pemain asing untuk ikut andil dalam bisnis eceran bahan bakar minyak´. Selama harga BBMmasih disubsidi maka sulit menarik masyarakat untuk membeli BBM jualan SPBU asing itu.Dengan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi masyarakat dipaksa menggunakan pertamax,maka SPBU-SPBU asing tanpa capek-capek bisa langsung kebanjiran konsumen. Dengan begitumaka puluhan perusahaan yang telah mendapat izin bisa segera ramai-ramai membuka SPBU-SPBU mereka. Semua itu pintunya adalah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi! Dengandemikian yang paling besar diuntungkan dari kebijakan itu adalah swasta dan asing pengecer migas. Sebaliknya yang dirugikan jelas adalah rakyat!!
S
olusi Islam
 Semua jenis sumber energi baik migas, listrik atau lainnya, secara syar¶i negara tidak berhak untuk menguasakannya kepada individu, institusi, atau perusahaan tertentu, meskipun berasaldari warga negeri ini sendiri. Lalu bagaimana jika mereka itu berasal dari pihak asing kafir imperialis?! Sumber energi tersebut adalah milik umum untuk umat. Rasul saw bersabda:
»       «
 Ka
u
m m
usl 
im b
e
 se
rikat 
a
am tiga ha
l:
 
 p
a
ang r 
u
m
 pu
t, air 
an a
 p
i
 
(HR 
Abu Dawud danAhmad)
 Kata
an-nâr 
(api) mencakup semua jenis energi yang disebutkan di atas. Negara secara syar¶idituntut untuk mengeksplorasi energi itu dan mendistribusikannya kepada rakyat. Jika negaramenjualnya, negara harus mendistribusikan keuntungan hasil penjualannya kepada rakyat. Negara tidak boleh memungut dari rakyat kecuali pungutan yang tidak melebihi biaya riil untuk mengatur pengelolaan BBM.
W
ahai Kaum Muslim
 Kebijakan liberalisasi migas termasuk pembatasan BBM bersubsidi jelas bertentangan denganketentuan syariah itu, karenanya haram dilakukan. Kebijakan itu merupakan kebijakan yangzalim dan merugikan rakyat untuk menyenangkan perusahaan-perusahaan imperialisme asingdan pihak-pihak rakus yang menjarah kekayaan umat. Apalagi, tindakan itu telah membuat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->