Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kasus Persalinan Normal

Kasus Persalinan Normal

Ratings: (0)|Views: 6,330|Likes:
Published by Deasy Fatimah Aulia

More info:

categoriesTypes, Reviews
Published by: Deasy Fatimah Aulia on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
Pembuahan (Fertilisasi)
Pembuahan adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita, terjadi di daerah ampula tubafallopii (kenapa terjadi di daerah ampula, karena ampula merupakan daerah terluas darituba yang banyak mengandung lipatan mukosa)Proses perjalanan spermaEjakulasi (sperma dikeluarkan) ---- Vagina --- Uterus ----Saluran telur (Tuba)Pergerakan naik sperma dari vagina menuju tuba/saluran telur dipengaruhi oleh kontraksiotot-otot uterus dan tuba.Spermatozoa setelah mejakulasi tidak bisa langsung membuahi sel telur tapi harusmengalami proses :
KAPASITASI dan REAKSI AKROSOM
Kapasitasi adalah suatu masa penyesuaian di dalam saluran reproduksi wanita, pada manusia berlangsung sekitar 7 jam. Selama waktu itu, suatu selubungglikoprotein dari protein-protein plasma semen dibuang dari selaput sperma, yangmembungkus daerah akrosom sperma. Cuman sperma yang menjalani kapasitasiyang dapat melewati sel corona dan mengalami teaksi akrosom.
Reaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pelusida dan diinduksi oleh protein-protein zona. Berpuncak pada pelepasan enzim untuk menembus zona pelusida seperti akrosin, dan tripsin1
 
FASE FERTILISASIPenembusan korona radiata (FASE 1) ---- Penebusan zona pelusida (FASE II) ---- FusiOosit dan membrane sel sperma (FASE III) ---- Pembelahan -----Implantasi diendometriumTahap I : Penembusan Korona RadiataDari 300 jt sperma yang keluar saat ejakulasi dan masuk ke saluran kelaminwanita, hanya 300-500 yang mencapai tempat pembuahan. Serta hanya 1 yang dioerlukanuntuk pembuahan. Spetma yang lainnya berfungsi membantu sperma yang akanmembuahi untuk menembus sawar-sawar yang melindungi gametTahap II : Penembusan Zona PelusidaZona pelusida adalah sebuah perisai glikoprotein di sekeliling telur yangmempermudah dan mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi reaksiakrosom. Penembusan dilakukan oleh pelepasan enzim-enzim akrosom (ada dikepalasperma).Tahap III : Penyatuan Oosit dan membran sel spermaSegera setelah spermatozoa menyentuh membran oosit, kesua selaput plasma seltersebut menyatu. Pada manusia, baik kepala dan ekor spermatozoa memasuki sitoplesmaoosit, tetapi selaput plasma tertinggal di permukaan oosit.Segera setelah speratozoa memasuki Oosit, sel telur merespon dengan cara :2
 
Reaksi kotikal dan zona. Dimana zona pelusida merubah struktur dankomposisinya untuk mencegah penabatan penetrasi sperma. Sehingga terjadinya pilispermi dapat dicegah.
Melanjutkan pembelahan meiosis kedua setelah spermatozoa masuk 
Penggiatan metabolik sel telur. Faktor penggiat dibawa oleh spermatozoa, penggoatan setelah penyatuan diperkirakan untuk mengulangi kembali peristiwa permulaan seluler dan molekuler yang berhubungan awal embriogenesisHasil utama pebuahan :
Pengebalian menjadi kromosom yang diploid lagi (46 kromosom) 23 dari ayah 23dari ibu. Oleh kerena otu zigot mengandung kombinasi kromosom baru yang berbeda dari kedua orang tuanya.
Penentuan jenis kelamin. Klo spermatozoa yang membuahi ovum X makamenghasilkan mudigah genetik wanita kalo Y pria
Dimulainya pembelahan. Tanpa pembuahan, Oosit biasanya akan berdegenerasi24 ja setelah ovulasi.Tingkat PebelahanBlaskomer ------Morula ----- BlastokistaBlastomer Pembelahan tingkat 2,4,dan 8 sel terjadi dalam waktu 30-40 jam setelah pebuahan3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->