Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Demokrasi Parlementer

Demokrasi Parlementer

Ratings: (0)|Views: 718 |Likes:

More info:

Published by: Putri Ayu Asmaningtyas Lintangsari on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
LATAR BELAKANG
Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah cita- cita rakyat Indonesia yang telah berasil dicapai, walaupun hal itu harus dicapai dengan segala kesulitan dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia pada saat itu. Namun walaupun telah merdekadan diakui di mata dunia, bangsa Indonesia pada saat itu menghadapi harusmenentukan masa depannya sendiri . pda masa itu di samping kemerdekaan telahdiraih disisi lain banuyak terdapat kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, dantradisi-tradisi otoriter , maka banyak hal yang bergantung pada kearifan dan nasib baik pemimpin negri. Dalam tahun 1950 kendali pemerintah masih di tangan kaumnasionalis perkotaan dari generasiyang lebih tua dari partai- partai sekuler.Masalah- masalah social yang dihadapi bangsa Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajah, sisa- sisa penderitaan rakyat mendorong para elite negri untuk segera melakukan penataan dalam hal pemerintahan dan institusi. Dari belanda dan jepang Indonesia mewarisi tradisi- tradisi, asumsi-asumsi dan struktur hokum sebuah Negara polisi. Rakyat Indonesia pada waktu itu sebagian terdiri dari mereka yang butahuruhdabn terbiasa dengan kekuasaan yang otoriter dan peternalistik, dan berda dalam posisi yang sulit untuk meminta pertaggungjawanban dari para elite politik. Merekayang sadar politik adalah mereka yang tinggal di perkotaan, para politikus Jakartayang mengusung demokrasi,kebanyakan adalah para elite politik yang merasa sebagai pengikut suatu budaya perkotaan baru yang lebih unggul di bandingkan masyarakat didaerah.Untuk menata dan membangun birokrasi suatu Negara yang baru mulai berdirisangatlah susah, sangat sulit dalam menentukan system pemerintahan yang cocok untuk diterapkan di Indonesia, Untuk itu pada tahun 1950 tidak mengheramnkan bila percobaan demokrasi mengfalami kegagalan. Banyak terjadi korupsi, kesatuanwilayah mulaiterancam, keadilan social belum tercapai, banyak nya permasalahanekonomi yang belum terpecahkan. Dengan mempelajari terbentuk Demokrasi parlementer, serta pelaksanaanya kita dapat menyimpulkan pelajaran- pelajaran yangdapat diambil untuk meningkatkan dan memperbaiki system pemerintahan yangsesuai untuk diterapkan di Negara Indonesia.
 
2
 
B.
 
RUMUSAN MASALAH
1.
 
Apakah latar belakang dibentuknya Demokrasi Parlementer ?2.
 
Bagaimanakah kepemimpinan dalam periode- periode Demokrasi Parlementer ?3.
 
Apakah penyebab gagalnya Demokrasi Parlementer ?
C
.
 
TUJUAN
1.
 
Mengetahui latar Belakang dibentuknya Demokrasi Parlementer.2.
 
Mengetahui kepemimpinan dalam periode-periode Demokrasi Parlementer.3.
 
Mengetahui penyebab gagalnya Demokrasi Parlementer.
 
3
 
BAB IIPEMBAHASAN
A.
 
Proses Terbentuknya Demokrasi Parlementer
Pada tahun 1950, para polikus Jakarta tentu saja membentuk suatu sistem parlementer seperti yang paling baik yang mereka ketahui: demokrasi multi partai darinegeri Belanda. Kabinet bertanggung jawab kepada pelemen satu majelis (DewanPerwakilan Rakyat) yang jumlah anggotanya 232 orang yang mencerminkan apa yangdianggap sebagai kekuatan-kekuatan partai Masyumi mendapatkan 49 kursi (21%), PNI36 kursi (16%), PSI 17 kursi (7,3%), PKI 13 kursi (5,6%), Partai Katholik 9 kursi(3,9%), Partai Kristen 5 kursi (2,2%), dan Murba 4 kursi (1,75), sedangkan lebih dari42% kursi dibagi diantara partai-partai atau perorangan-perorangan lainya, yang tak satupun dari mereka ini mendapatkan dari 17 kursi. Ini merupakan suatu struktur yangtidak menopang pemerintah yang kuat, tetapi umumnya diyakini bahwa struktur kepartaian tersebut akan disederhanakan apabila pemilihan umum di laksanakan.Soekarno selaku presiden, tidak memiliki kekuasaan riil kecuali menunjuk para formatur untuk membentuk kabinet-kabinet baru, suatu tugas yang sering kali melibatkannegosiasi-negosiasi yang rumit.
B.
 
Periode dan Tokoh dalam Demokrasi Parlementer
Setelah Konferensi Meja Bundar kabinet pertama di bawah Republik IndonesiaSerikat berada di bawah pimpinan wakil Presiden Mohammad Hatta. Dengan bantuanSutan Sjahrir, Hatta terutama bertugas untuk membereskan berbagai masalah yang berhubungan dengan pemindahan kekuasaan dari Belanda ke Indonesia. Hatta kemudianmeletakkan jabatan perdana menteri saat Indonesia kembali menjadi negara kesatuan pada 17 agustus 1950. Tugas utama Hatta adalah menjalankan apa yang disepakati dalamKMB. Hatta pun mengantar Indonesia menjadi anggota PBB pada bulan september 1950.Dalam tugas itu Hatta masih harus menghadapi masalah dengan para pasukan KNILyang tak puas dan mengadakan pemberontakan dengan APRA (Angkatan Perang RatuAdil) dipimpin Westerling di Bandung dan juga situasi yang mirip di Sulawesi Selatan.Agustus 1950 Indonesia kembali ke negara kesatuan, Hatta meletakkan jabatan sebagai perdana menteri dan tetap sebagai wakil Presiden.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->