dan penilaian, yang nantinya akan digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan hal-halyang berkaitan dengan pendidikan.
B.KARAKTERISTIK TES YANG BAIK
Sebagai suatu alat pengukur yang digunakan untuk mengukur, membandingkan danmemperoleh suatu informasi yang akurat, maka suatu tes yang baik harus memilikikarakteristik-karakteristik tertentu. Berikut adalah pandangan para ahli mengenai karakteristik suatu tes yang baik:1.Prof. Drs. Anas Sudijono dalam bukunya yang berjudul “
Pengantar Evaluasi
Pendidikan
”(2005: 93) mengatakan bahwa setidak-tidaknya ada empat karakteristik yang harus dimiliki oleh tesyang baik yaitu: valid, reliable, objektif, dan praktis.2.Masrun MA dan Dra. Sri Mulyani Martaniah (1974: 117) mengatakan bahwa suatu tes yang baik harus memiliki minimal tiga hal, yaitu: validitas, reliable, dan kemampuan membandingkan.3.Dra. Suharsimi AK mengatakan bahwa suatu tes yang baik harus memenuhi empat syarat,yaitu: validitas, reliabilitas, objektifitas, dan praktikabilitas.4.Arikunto & Suharsimi dalam bukunya “
Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan
” mengatakan bahwa syarat-syarat tes yang baik adalah: validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikabilitas, danekonomis.5.Miller (1991: 91) dan Gronlund & Lin (1990: 47) menyatakan bahwa ada tiga hal yangharus diperhatikan dalam menentukan suatu alat ukur yang berkualitas, yaitu: validitas, reliabilitas,dan praktikabilitas.Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat kita lihat bahwa tidak ada yang bertentangan antara yang satu dengan yang lain, tetapi saling melengkapi, sehingga dapatdisimpulkan bahwa kriteria tes yang baik melingkupi:
1.Valid atau Validitas
Kata valid sering diartikan dengan tepat, benar, dan shahih. Jadi, kata validitas dapatdiartikan dengan ketepatan, kebenaran, dan kesahihan. Dan apabila kata valid atau validitasitu dikaitkan dengan fungsi tes sebagai pengukur, maka sebuah tes dapat dikatakan valid danmemiliki validitas apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (AnasSudijono, 2005: 93). Dengan kata lain, Validitas adalah kesesuaian antara materi ujian danmateri yang telah dipelajari (Djemari Mardapi (1996: 22). Misalnya: apabila kitamemberikan tes bidang studi IPA pada anak SD kelas V, tetapi apabila tes tersebut mengukur kemampuan IPS kelas VI SD maka tes tersebut tidak mengukur pelajaran IPA tetapi3