Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Implementasi Dan Dampak MBS

Implementasi Dan Dampak MBS

Ratings: (0)|Views: 430|Likes:

More info:

Published by: Putri Ayu Asmaningtyas Lintangsari on Jan 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/21/2012

pdf

text

original

 
Putri Ayu A. L./ P. IPS/ 09416241002Implementasi dan Dampak MBSA.
 
Implementasi MBS1.
 
Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Implementasi MBS
Penerapan MBS mensyaratkan dukungan staf sekolah yang tinggi, tahap penerapan yang baik,sosialisasi dan pelatihan yang baik, dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu yangteratur dan pendelegasian wewenang kepada kepala sekolah, guru dan orang tua murid.a.
 
Kewajiban sekolah, dengan MBS (pemberian otonomi) sekolah dituntut oleh seperangkatkewajiban monitoring dan pertanggungjawaban yang relatif tinggi, untuk menjamin bahwasekolah memenuhi kewajiban melaksanakan kebijakan pemerintah dan memenuhi harapanmasyarakat sekolah. Dibutuhkan kesepakatan tertulis yang memuat secara rinci peran dantanggung jawab dewan pendidikan daerah, dinas pendidikan daerah, kepala sekolah, dan komitesekolah, yang akan dipakai sebagai dasar penilaian akuntabilitas sekolah. b.
 
Kebijakan dan prioritas pemerintah. Pemerintah sebagai penanggung jawab pendidikan nasional berhak merumuskan kebijakan yang menjadi prioritas nasional (program peningkatan melek huruf dan angka, efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan). Dalam hal tersebut sekolah tidak diperbolehkan untuk berjalan sendiri dengan mengabaikan kebijakan standar yang ditetapkanoleh pemerintah yang dipilih secara demokratis.c.
 
Peranan profesionalisme dan manajerial. Untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan MBS, kepalasekolah, guru, dan tenaga administrasi harus mempunyai kemampuan professional dan manajerialagar peningkatan efifiensi, mutu, dan pemerataan serta unsure monitoring yang direncanakansekolah berul-betul mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan kerangka kebijakan pemertintahdan tujuan sekolah.d.
 
Peranan orang tua dan masyarakat. Agar MBS berjalan dengan baik diperlukan partisipasimasyarakat. Sosialisasi dan pelatihan juga penting bagi masyarakat untuk dapat memahami, danmengawasi serta membantu sekolah dalam pengelolaannya.e.
 
Pengembangan profesi. Dalam MBS pemerintah harus menjamin bahwa semua unsure pentingtenaga kependidikan menerima pengembangan profesi yang diperlukan untuk mengelola sekolahsecara efektif. Agar manfaat MBS terwujud perlu ada pusat pengembangan profesi yang berfingsisebgai penyedia jasa pelatihan bagi tenaga kependidikan untuk MBS.
2.
 
Strategi Implementasi MBS
Penerapan MBS akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila didukung oleh sumberdayamanusia yang professional untuk mengoperasikan sekolah, dana yang cukup agar sekolah mampu
 
menggaji staf sesuai dengan fungsinya, sarana prasaraana yang memadai untuk mendukung proses belajar-mengajar, serta dukungan masyarakat yang tinggi. Kondisi sekolah yang bervariasi dilihat darisegi kualitas (sekolah maju sampai sekolah tertinggal), lokasi sekolah (sekolah diperkotaan sampaiterpencil), dan partisipasi masyarakat (partisipasi tinggi sampai kurang). Untuk mengimplementasikanMBS perlu dilakukan:a.
 
Pengelompokan SekolahPerlu dilakukan pengelompokan sekolah berdasarkan kemampuan manajemen, denganmemperhatikan kondisi lokasi dan kualitas sekolah. Perencanaan implementasi MBS harus merujuk  pada variasi pengelompokan sekolah tersebut karena setiap sekolah memerlukan perlakuan yang berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing. b.
 
Pentahapan Implementasi MBSTahap penerapan suatu program terdiri dari sosialisasi, piloting (uji coba) dan desiminasi(penyebarluasan program). Dengan kompleksitas pendidikan di Indonesia, MBS dapat dilaksanakandi sekolah melalui 3 tahap, yaitu jangka pendek (tahun pertama sampai ketiga, jangka menengah(tahun keempat sampai keenam), dan jangka panjang (setelah tahun keenam). Setiap tahap akanmengadakan perubahan sedikit demi sedikit pada segi ketenagakerjaan, keuangan, kurikulum, saranadan prasarana, serta partisipasi masyarakat. Contoh diberbagai tahapan adalah sebagai berikut:Pada jangka pendek, di segi ketenagakerjaan dan masyarakat diberikan sosialisasi dan pelatihanmengenai MBS, dan segi lain belum mengalami perubahan mendasar.Pada jangka menengah, di segi ketenagakerjaan diadakan pelatihan lanjutan dan kepala sekolahmemiliki keleluasaan dalam mengatur sekolah, segi keuangan mulai dari daerah kabupaten dan adakeleluasaan mengelola anggaran, segi kurikulum 20% kurikulum disusun ditingkat sekolah berdasarkan potensi lingkungan, segi sarana dan prasarana pengadaannya di tingkat sekolah, segimasyarakat ikut menyusun kurikulum dan mengawasi penggunaan dana.Pada jangka panjang segi ketenagakerjaan ada kewenangan luas dalam mengambil kebijakan dan profesionalime yang lebih tinggi, segi keuangan didapat dari block grant yang diberikan daerahkabupaten dan peran masyarakat di segi ini lebih besar, segi kurikulum sekolah boleh menambahkurikulum inti, segi sarana dan prasarana pengadaan sarana dan prasarana di tingkat sekolah, di segimasyarakat komite sekolah dapat memilih kepala sekolah, mengorganisasi sumbangan ornag uta,mengawasi pengelolaan sekolah, ikut menyusun kurikulum, dan mengawasi proses belajar mengajar.c.
 
Perangkat implementasi MBS
 
MBS memerlukan sepserangkat peraturan dan pedoman umum yang dipakai sebagai pedomandalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi sampai laporan pelaksanaan. Rencana sekolahmerupakan salah satu perangkat terpenting, yang mengandung visi misi, tujuan, prioritas yang akandicapai, sertra strategi untk mencapainya. Instrument penting lain adalah saksi dan penghargaanyang dapat memotivasi sekolah untuk melaksanakan rencana dengan optimal. Keberhasilamimplementasi juga sangat terganutng pada dukungan politik pemerintah, sosialisasi yang baik, perubahan yang menuju perbaikan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan masyarakat.
3
.
 
Strategi Pelaksanan di Tingkat Sekola
h
 1.
 
Penyusunan basis data dan profil sekolah lebih presentatif, akurat, valid dan secara sistimatismenyangkut berbagai aspek akademis, administratif (siswa, guru, staf), dan keuangan.2.
 
Melakukan evaluasi diri (self assesment) utnuk menganalisa kekuatan dan kelemahan mengenaisumber daya sekolah, personil sekolah, kinerja dalam mengembangkan dan mencapai targetkurikulum dan hasil-hasil yang dicapai siswa berkaitan dengan aspek-aspek intelektual danketerampilan, maupun aspek lainnya.3.
 
Berdasarkan analisis tersebut sekolah harus mengidentifikasikan kebutuhan sekolah danmerumuskan visi, misi, dan tujuan dalam rangka memberikan pendidikan yang berkualitas bagisiswanya sesuai dengan konsep pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Hal pentingyang perlu diperhatikan sehubungan dengan identifikasi kebutuhan dan perumusan visi, misi dantujuan adalah bagaimana siswa belajar, penyediaan sumber daya dan pengeloaan kurikulumtermasuk indikator pencapaian peningkatan mutu tersebut.4.
 
Berangkat dari visi, misi dan tujuan peningkatan mutu tersebut sekolah bersama-sama denganmasyarakatnya merencanakan dan menyusun program jangka panjang atau jangka pendek (tahunantermasuk anggarannnya. Program tersebut memuat sejumlah program aktivitas yang akandilaksanakan sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan dan harus memperhitungkankunci pokok dari strategi perencanaan satu tahun dan tahun yang akan datang. Perencanaan programsekolah harus mencakup indikator atau target mutu apa yang akan dicapai dalam tahun tersebutsebagai proses peningkatan mutu pendidikan (misalnya kenaikan NEM rata-rata dalam prosentasetertentu, perolehan prestasi dalam bidang keterampilan, olah raga, dsb). Program sekolah yangdisusun bersama-sama antara sekolah, orang tua dan masyarakat ini sifatnya menyesuaikankebutuhan masyarakat setempat.
4.
 
Dampak MBS terhadap Sekolah
MBS merupakan konsep pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan mutu, efisiensi dankemandirian sekolah. Dengan MBS diharapkan kepala sekolah, guru, dan anggota lain di sekolah dapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->