1.
Hak ulayat, dari masyarakat hukum adat sepanjang menurut kenyataan masih ada, hak ulayat merupakan hak penguasaan atas tanah bersama masyarakat hukum adat tertentu.2.
Hak perorangan yang memberikan kewenangan untuk memakai, dalam arti menguasai,menggunakan, dan atau mengambil manfaat tertentu dari suatu bidang tanah tertentu,yang terdiri dari :1.
Hak atas tanah, berupa hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai,hak milik atas satuan rumah susun, hak sewa, hak membuka tanah, dan hak memungut hasil hutan yang ketentun pokoknya terdapat dalam UUPA, serta hak lain dalam hukum adat setempat, yang merupakan hak penguasaan atas tanahuntuk dapat memberikan kewenangan kepada pemegang haknya, agar dapatmemakai suatu bidang tanah tertentu yang dihaki dalam memenuhi kebutuhan pribadi atau usahanya (Pasal 4, 9, 16, dan BAB II UUPA).2.
Hak atas tanah wakaf, yang merupakan penguasaan atas suatu bidang tanahtertentu, bekas hak milik (wakaf) yang oleh pemiliknya dipisahkan dari hartakekayaannya dan melembagalan selama-lamanya untuk kepentingan peribadatanatau keperluan umum lainnya sesuai ajaran agama islam (Pasal 49 UUPA jo Pasal1 PP No. 28 tahun 1977).3.
Hak tanggungan, sebagai satu-satunya lembaga jaminan hak atas tanah dalamhukum tanah nasional, merupakan hak penguasaan atas tanah yang memberikewenangan kepada kreditor tertentu untuk menjual lelang bidang tanah tertentuyang dijadikan jaminan bagi pelunasan piutang tertentu dalam hal debitor cidera janji dan mengambil pelunasan dari hasil penjualan tersebut, dengan hak mendahului dari hak-hak kreditor (
rechts prevelijk
) yang lain (Pasal 57 UUPA joPasal 1 UU No. 4 tahun 1996).Menurut Pasal 16 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), sistem penguasaan tanah diIndonesia yang merupakan hak perorangan mengakui adanya berbagai hak atas tanah berikut:1.
Hak milik, hak milik digambarkan sebagai ³hak yang paling penuh dan paling kuat yang bisa dimiliki atas tanah dan yang dapat diwariskan turun temurun´. Suatu hak milik dapatdipindahkan kepada pihak lain. Hanya warga negara Indonesia (individu) yang bisamendapatkan hak milik, sedangkan jika menyangkut korporasi maka pemerintah akanmenentukan korporasi mana yang berhak mendapatkan hak milik atas tanah dan syaratsyarat apa yang harus dipenuhi oleh korporasi untuk mendapatkan hak ini.Terjadinya dan cara mendapatkan hak milik bisa diakibatkan karena (Sarah, 1978) :1.
Peralihan, beralih atau dialihkan (warisan, jual beli, hibah).2.
Menurut hukum adat, karena penetapan pemerintah dan undang-undang (konversi).Hak atas tanah menurut hukum adat yang memberi wewenang sebagaimana atau mirip denganhak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) UUPA dengan nama apapun juga yang akanditegaskan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional setelah mendengar kesaksian darimasyarakat setempat, dikonversi menjadi hak milik.